id
stringlengths
16
16
domain
stringlengths
11
75
topic
stringlengths
24
92
mode
stringclasses
6 values
problem
stringlengths
148
1.5k
thought
stringlengths
223
9.85k
code
stringlengths
114
2.04k
code_output
stringlengths
14
670
thought_2
stringlengths
70
691
solution
stringlengths
117
2.96k
final_answer
stringlengths
2
191
boxed_answer
stringlengths
10
248
LUMINA_EXP_00301
Matematika Dasar & Aritmetika Sosial
Kecepatan Relatif Berpapasan Dua Kendaraan dengan Selisih Waktu
short
Dua buah mobil, Mobil A dan Mobil B, bergerak saling mendekat dari dua kota yang terpisah sejauh 240 km. Mobil A berangkat dari Kota Barat pada pukul 07.00 dengan kecepatan konstan 60 km/jam menuju Kota Timur. Mobil B baru berangkat dari Kota Timur pada pukul 07.30 menuju Kota Barat dengan kecepatan konstan 80 km/jam. ...
Kita menganalisis gerak lurus beraturan (GLB) dengan kecepatan relatif dua objek yang berangkat dengan selisih waktu (time offset). 1. Dekonstruksi Waktu dan Jarak Awal: - Jarak total antar-kota: $S_{\text{total}} = 240$ km. - Mobil A berangkat pk 07.00 dengan kecepatan $v_A = 60$ km/jam. - Mobil B berangkat pk 07.30 ...
def meeting_point_calculation(): distance_total = 240.0 v_a = 60.0 v_b = 80.0 time_offset_hours = 0.5 # 30 mins dist_a_initial = v_a * time_offset_hours dist_remaining = distance_total - dist_a_initial v_relative = v_a + v_b t_meeting = dist_remaining / v_relative # M...
Waktu Berpapasan: Pukul 09.00 Jarak dari Kota Barat: 120.0 km
Evaluasi Python mengonfirmasi kedua mobil tepat berpapasan pada pukul 09.00 di kilometer 120 dari Kota Barat.
### Langkah Penyelesaian 1. **Jarak yang Ditempuh Mobil A Sebelum Mobil B Berangkat:** Selisih waktu keberangkatan dari pukul 07.00 ke 07.30 adalah $30\text{ menit} = 0{,}5\text{ jam}$. $$S_{A,1} = 60\text{ km/jam} \times 0{,}5\text{ jam} = 30\text{ km}$$ 2. **Menghitung Sisa Jarak Antara Kedua Mobil:** $$S_...
Pukul 09.00 dan sejauh 120 km dari Kota Barat
\boxed{\text{Pukul } 09.00\text{ dan sejauh } 120\text{ km dari Kota Barat}}
LUMINA_EXP_00302
Matematika Dasar & Geometri Ruang
Volume Prisma Trapesium dan Laju Debit Pengisian Kolam
short
Sebuah kolam renang sekolah memiliki panjang 25 meter dan lebar 10 meter. Penampang vertikal memanjang kolam berbentuk trapesium siku-siku, dengan kedalaman pada ujung dangkal sebesar 1 meter dan melandai secara teratur hingga mencapai kedalaman 3 meter pada ujung lainnya. Jika kolam yang awalnya kosong diisi air bersi...
Kita menghitung volume bangun ruang prisma tegak dengan alas berbentuk trapesium siku-siku dan laju debit pengisian air. 1. Identifikasi Dimensi Geometris Kolam: - Kolam renang merupakan prisma tegak di mana sisi penampang vertikal memanjang adalah alas prisma berbentuk trapesium siku-siku, dan lebar kolam ($W = 10$ m...
def pool_volume_and_filling(): length = 25.0 width = 10.0 depth_shallow = 1.0 depth_deep = 3.0 debit_lpm = 250.0 # liters per minute # Area of vertical trapezoid area_trap = ((depth_shallow + depth_deep) / 2.0) * length volume_m3 = area_trap * width volume_liters = volume_m3 * ...
Volume Total: 500,000 liter Waktu Pengisian: 33 jam 20 menit (33.33 jam)
Komputasi Python membuktikan volume kolam tepat 500.000 liter dan waktu pengisian adalah 33 jam 20 menit.
### Langkah Penyelesaian 1. **Menghitung Luas Penampang Memanjang Kolam (Trapesium):** $$A = \frac{\text{Kedalaman Dangkal} + \text{Kedalaman Dalam}}{2} \times \text{Panjang}$$ $$A = \frac{1\text{ m} + 3\text{ m}}{2} \times 25\text{ m} = 2\text{ m} \times 25\text{ m} = 50\text{ m}^2$$ 2. **Menghitung Volume Tot...
500.000 liter dan 33 jam 20 menit
\boxed{500.000\text{ liter dan } 33\text{ jam } 20\text{ menit}}
LUMINA_EXP_00303
Matematika Dasar & Teori Bilangan Elementer
Aritmetika Modulo Kalender dan Siklus Weton Sapta-Panca Wara
short
Sistem penanggalan tradisional Jawa memadukan siklus mingguan 7 hari (Sapta Wara: Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu) dan siklus pasaran 5 hari (Panca Wara: Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Kombinasi keduanya membentuk siklus Weton yang berulang secara berkala. Jika pada hari ini adalah hari Rabu Pon, te...
Kita menyelesaikan permasalahan kongruensi modular kalender aritmetika berulang pada siklus Sapta Wara (modulo 7) dan Panca Wara (modulo 5). 1. Karakterisasi Sistem Modulo Kalender: - Sapta Wara memiliki periode $T_1 = 7$. - Panca Wara memiliki periode $T_2 = 5$. - Karena $\gcd(7, 5) = 1$, maka berdasarkan Teorema Sis...
def weton_calendar_calculation(): sapta_wara = ["Minggu", "Senin", "Selasa", "Rabu", "Kamis", "Jumat", "Sabtu"] panca_wara = ["Legi", "Pahing", "Pon", "Wage", "Kliwon"] idx_day_0 = sapta_wara.index("Rabu") idx_pasaran_0 = panca_wara.index("Pon") target_days = 1000 idx_day_target =...
Hari ke-1000: Selasa Pon Jumlah Pengulangan Rabu Pon: 28 kali
Verifikasi aljabar modular membuktikan 1.000 hari ke depan jatuh pada Selasa Pon dan Rabu Pon berulang tepat 28 kali.
### Langkah Penyelesaian 1. **Menentukan Hari Mingguan (Modulo 7):** Siklus hari berulang setiap 7 hari: $$1.000 \div 7 = 142 \text{ sisa } 6$$ Maju 6 hari dari hari Rabu (atau mundur 1 hari) adalah **Selasa**. 2. **Menentukan Hari Pasaran (Modulo 5):** Siklus pasaran berulang setiap 5 hari: $$1.000 \d...
Selasa Pon dan berulang sebanyak 28 kali
\boxed{\text{Selasa Pon dan berulang sebanyak } 28\text{ kali}}
LUMINA_EXP_00304
Matematika Dasar & Pengukuran Geometri
Skala Peta Topografi, Kontur Elevasi, Gradien Lereng, dan Teorema Pythagoras
short
Pada sebuah peta topografi berskala 1 : 25.000, jarak mendatar antara Pos Pantau B dan Puncak Bukit A terukur 8 cm. Garis kontur pada peta menunjukkan bahwa Pos Pantau B berada pada elevasi 250 meter di atas permukaan laut (mdpl), sedangkan Puncak Bukit A berada pada elevasi 1.450 mdpl. Hitunglah jarak mendatar sebenar...
Kita menyelesaikan persoalan pengukuran skala peta kartografi, elevasi trigonometri dasar, dan teorema Pythagoras untuk jarak lereng 3D. 1. Menghitung Jarak Mendatar Sebenarnya ($d_{\text{horizontal}}$): Skala peta adalah $1 : 25.000$, artinya $1$ cm di peta mewakili $25.000$ cm di permukaan bumi. $$d_{\text{cm}} = 8 ...
import math def topography_calculation(): map_dist_cm = 8.0 scale = 25000.0 elev_a = 1450.0 elev_b = 250.0 # 1. Horizontal distance dist_horiz_m = (map_dist_cm * scale) / 100.0 dist_horiz_km = dist_horiz_m / 1000.0 # 2. Elevation delta delta_h = elev_a - elev_b # ...
Jarak Mendatar: 2.0 km (2000 m) Kemiringan Lereng: 60.0% Jarak Lereng Sebenarnya: 2332 m (Eksak: 2332.38 m)
Evaluasi Python mengonfirmasi jarak mendatar 2 km, gradien 60%, dan jarak lintasan lereng 2.332 m.
### Langkah Penyelesaian 1. **Menghitung Jarak Mendatar Sebenarnya:** $$d = 8\text{ cm} \times 25.000 = 200.000\text{ cm} = 2.000\text{ m} = \mathbf{2\text{ km}}$$ 2. **Menghitung Beda Elevasi Vertikal:** $$\Delta h = 1.450\text{ mdpl} - 250\text{ mdpl} = 1.200\text{ meter}$$ 3. **Menghitung Kemiringan Lereng ...
2 km, 60%, dan 2.332 meter
\boxed{2\text{ km, } 60\%,\text{ dan } 2.332\text{ meter}}
LUMINA_EXP_00305
Matematika Dasar & Aritmetika Sosial
Analisis Diskon Bertingkat Komparatif vs Diskon Tunggal
short
Menjelang tahun ajaran baru, Toko Buku dan Seragam memberikan dua pilihan skema promosi untuk pembelian paket perlengkapan sekolah seharga Rp 400.000: Skema X adalah diskon ganda bertingkat 30% + 20% (dikenakan diskon 30% terlebih dahulu, lalu nilai sisanya dipotong lagi 20%). Skema Y adalah diskon tunggal langsung seb...
Kita menelaah aritmetika sosial mengenai perbandingan diskon bertingkat (successive/compound discount) versus diskon tunggal (flat discount). 1. Pemodelan Matematis Diskon Bertingkat (Skema X): Pada diskon $d_1 + d_2$, diskon kedua diterapkan bukan pada harga asli, melainkan pada harga neto setelah diskon pertama. - H...
def discount_comparison(): price_0 = 400000 d1 = 0.30 d2 = 0.20 d_flat = 0.50 price_x = price_0 * (1 - d1) * (1 - d2) effective_discount_x = (1 - (1 - d1) * (1 - d2)) * 100 price_y = price_0 * (1 - d_flat) diff = price_x - price_y return int(price_x), effective_discoun...
Harga Skema X: Rp 224,000 Diskon Efektif Skema X: 44.0% Harga Skema Y: Rp 200,000 Selisih Nominal: Rp 24,000
Verifikasi Python memastikan harga Skema X adalah Rp 224.000 (efektif 44%), Skema Y Rp 200.000, dan selisihnya Rp 24.000.
### Langkah Penyelesaian 1. **Menghitung Harga Akhir Skema X (Diskon 30% + 20%):** - Setelah diskon pertama $30\%$: $$P_1 = 400.000 \times (1 - 0{,}30) = 400.000 \times 0{,}70 = \text{Rp } 280.000$$ - Setelah diskon kedua $20\%$: $$P_X = 280.000 \times (1 - 0{,}20) = 280.000 \times 0{,}80 = \mathbf{\te...
Skema X: Rp 224.000 (diskon efektif 44%), Skema Y: Rp 200.000, selisih: Rp 24.000
\boxed{\text{Skema X: Rp 224.000 (diskon efektif 44\%), Skema Y: Rp 200.000, selisih: Rp 24.000}}
LUMINA_EXP_00306
Matematika Dasar & Pecahan Aljabar
Paradoks Pecahan Alokasi Warisan Kambing Al-Khawarizmi
short
Seorang peternak mewariskan 35 ekor kambing kepada 3 orang anaknya dengan proporsi wasiat: anak sulung mendapat 1/2 bagian, anak tengah mendapat 1/3 bagian, dan anak bungsu mendapat 1/9 bagian. Karena 35 tidak dapat dibagi bulat oleh 2, 3, maupun 9 tanpa memotong kambing hidup, seorang tetangga bijak meminjamkan 1 ekor...
Kita membedah paradoks pembagian warisan pecahan klasik Al-Khawarizmi / Ibnu Hayyan. 1. Analisis Proporsi Pecahan dalam Wasiat: Wasiat menetapkan pembagian: - Anak sulung ($A_1$): $f_1 = \frac{1}{2}$ - Anak tengah ($A_2$): $f_2 = \frac{1}{3}$ - Anak bungsu ($A_3$): $f_3 = \frac{1}{9}$ 2. Menjumlahkan Seluruh Pecahan ...
from fractions import Fraction def inheritance_paradox(): initial_goats = 35 borrowed_goat = 1 total_goats = initial_goats + borrowed_goat # 36 f1 = Fraction(1, 2) f2 = Fraction(1, 3) f3 = Fraction(1, 9) sum_fractions = f1 + f2 + f3 unallocated_fraction = 1 - sum_fractions ...
Anak Sulung: 18 ekor Anak Tengah: 12 ekor Anak Bungsu: 4 ekor Total Dibagikan: 34 ekor (Sisa: 2 ekor) Jumlah Fraksi Wasiat: 17/18 (Fraksi Kosong: 1/18)
Komputasi pecahan Python membuktikan ketiga anak mendapat 18, 12, dan 4 ekor (total 34), menyisakan 2 ekor karena fraksi wasiat hanya berjumlah 17/18.
### Langkah Penyelesaian 1. **Analisis Fraksi Wasiat:** Penyebut persekutuan terkecil (KPK) dari 2, 3, dan 9 adalah 18: $$\frac{1}{2} + \frac{1}{3} + \frac{1}{9} = \frac{9}{18} + \frac{6}{18} + \frac{2}{18} = \frac{17}{18}$$ Karena total pecahan hanya $\frac{17}{18} < 1$, ada sisa $\frac{1}{18}$ yang tidak di...
18 ekor, 12 ekor, 4 ekor, dan sisa 2 ekor (karena jumlah fraksi wasiat hanya 17/18)
\boxed{18\text{ ekor, } 12\text{ ekor, } 4\text{ ekor, dan sisa } 2\text{ ekor (karena jumlah fraksi wasiat hanya } \frac{17}{18})}
LUMINA_EXP_00307
Matematika Dasar & Statistika Deskriptif
Rata-rata Gabungan Penambahan Sampel dan Kenaikan Nilai Remedial
short
Suatu kelas VI SD beranggotakan 28 siswa memiliki nilai rata-rata ujian matematika sebesar 74. Dua siswa baru pindahan mengikuti ujian susulan dan memperoleh nilai masing-masing 86 dan 92. Setelah itu, guru mengadakan program bimbingan remedial khusus untuk 4 siswa yang nilainya di bawah KKM, sehingga nilai masing-masi...
Kita menganalisis perubahan nilai rata-rata gabungan terbobot akibat penambahan anggota sampel dan pergeseran skor parsial. 1. Menghitung Total Nilai Awal Kelas: Jumlah siswa awal: $n_1 = 28$. Rata-rata awal: $\bar{x}_1 = 74$. Total akumulasi skor awal: $$\Sigma x_1 = n_1 \times \bar{x}_1 = 28 \times 74 = 2.072$$ 2. ...
def combined_average_calculation(): n_initial = 28 mean_initial = 74.0 score_sum_initial = n_initial * mean_initial # New students new_scores = [86, 92] sum_new = sum(new_scores) # Remedial increase n_remedial = 4 delta_remedial = 6 sum_remedial = n_remedial * delt...
Total Awal: 2072 Total Tambahan: 202 (Siswa Baru: 178, Remedial: 24) Jumlah Siswa Akhir: 30 Rata-rata Akhir: 75.8
Verifikasi Python memastikan total skor akhir adalah 2.274 poin untuk 30 siswa, menghasilkan rata-rata akhir tepat 75,8.
### Langkah Penyelesaian 1. **Menghitung Total Nilai Awal Kelas:** $$\Sigma x_{\text{awal}} = 28 \times 74 = 2.072$$ 2. **Menghitung Tambahan Nilai dari Siswa Baru:** $$\Delta x_{\text{baru}} = 86 + 92 = 178$$ 3. **Menghitung Tambahan Nilai dari Remedial:** $$\Delta x_{\text{remedial}} = 4 \times 6 = 24$$ ...
75,8
\boxed{75{,}8}
LUMINA_EXP_00308
Matematika Dasar & Aritmetika Debit
Laju Debit Gabungan Pengisian dan Kebocoran Tangki Air
short
Sebuah tandon air sekolah berbentuk silinder memiliki kapasitas penuh 1.800 liter. Tandon tersebut dilengkapi dua keran pengisian: Keran A berdebit 45 liter/menit dan Keran B berdebit 35 liter/menit. Di dasar tandon terdapat katup kebocoran yang mengalirkan air keluar secara konstan dengan debit 20 liter/menit. Jika ta...
Kita menganalisis laju akumulasi fluida bersih (net flow rate) dengan beberapa input masukan dan satu keluaran kebocoran. 1. Identifikasi Parameter Volume Tandon: - Kapasitas total tandon: $V_{\text{total}} = 1.800$ liter. - Volume air mula-mula ($V_{\text{awal}}$): $$V_{\text{awal}} = \frac{1}{4} \times 1.800 = 450 \...
def water_tank_filling(): capacity = 1800.0 initial_water = 0.25 * capacity volume_to_fill = capacity - initial_water q_in_a = 45.0 q_in_b = 35.0 q_out = 20.0 q_net = (q_in_a + q_in_b) - q_out time_minutes = volume_to_fill / q_net return initial_water, volume_to_fill, ...
Air Awal: 450 liter Volume yang Diisi: 1350 liter Debit Bersih: 60 L/min Waktu Pengisian: 22.5 menit (22 menit 30 detik)
Komputasi Python membuktikan debit bersih adalah 60 L/menit, membutuhkan waktu tepat 22,5 menit (22 menit 30 detik).
### Langkah Penyelesaian 1. **Menghitung Volume Air Mula-mula dan Volume yang Harus Diisi:** $$V_{\text{awal}} = \frac{1}{4} \times 1.800 = 450\text{ liter}$$ $$V_{\text{isi}} = 1.800 - 450 = 1.350\text{ liter}$$ 2. **Menghitung Laju Pengisian Bersih (*Net Flow Rate*):** $$Q_{\text{bersih}} = Q_A + Q_B - Q_{...
22,5 menit (atau 22 menit 30 detik)
\boxed{22{,}5\text{ menit (atau 22 menit 30 detik)}}
LUMINA_EXP_00309
Matematika Dasar & Peluang Geometris
Peluang Geometris Piringan Koin pada Kisi Ubin Keramik
short
Lantai aula sekolah dipasangi ubin keramik persegi berukuran 20 cm x 20 cm secara rapat. Seorang siswa menjatuhkan sekeping uang koin logam berdiameter 4 cm secara acak ke lantai tersebut. Berapakah peluang geometris koin tersebut mendarat sepenuhnya di dalam sebuah petak ubin tanpa menyentuh ataupun memotong garis nat...
Kita meninjau peluang geometris 2 dimensi pada kisi ubin persegi (Buffon-Laplace coin problem). 1. Ruang Sampel Titik Pusat Koin: Misalkan ubin berdimensi $L \times L$ dengan $L = 20$ cm. Posisi koin ditentukan secara unik oleh koordinat pusat koin $(x, y)$. Jika pusat koin diasumsikan jatuh di dalam salah satu ubin, ...
from fractions import Fraction def coin_tiling_probability(): tile_side = 20.0 coin_diam = 4.0 radius = coin_diam / 2.0 safe_side = tile_side - (2 * radius) area_total = tile_side ** 2 area_safe = safe_side ** 2 prob_float = area_safe / area_total prob_frac = Fraction(int(area...
Luas Total Ubin: 400 cm^2 Luas Daerah Aman: 256 cm^2 Peluang: 16/25 = 0.64 (64.0%)
Verifikasi Python menunjukkan daerah aman seluas 256 cm² dari total 400 cm², menghasilkan peluang eksak 16/25 atau 64%.
### Langkah Penyelesaian 1. **Menghitung Jari-jari Koin dan Luas Total Petak Ubin:** $$r = \frac{4\text{ cm}}{2} = 2\text{ cm}$$ $$A_{\text{total}} = 20\text{ cm} \times 20\text{ cm} = 400\text{ cm}^2$$ 2. **Menentukan Batas Daerah Aman Bagi Pusat Koin:** Pusat koin harus berjarak minimal $2\text{ cm}$ dari ...
16/25 (atau 0,64 / 64%)
\boxed{\frac{16}{25}\text{ (atau } 0{,}64\text{ / } 64\%)}
LUMINA_EXP_00310
Matematika Dasar & Pola Bilangan
Konfigurasi Bilangan Figuratif Segitiga dan Persegi Bertingkat
short
Sebuah konfigurasi kelereng disusun bertingkat mengikuti pola keteraturan: kelereng merah disusun membentuk pola bilangan segitiga ke-n dengan rumus T_n = n(n+1)/2, sedangkan kelereng biru disusun mengelilinginya membentuk pola bilangan persegi ke-n dengan rumus S_n = n^2. Pada susunan ke-15 (n = 15), tentukan total se...
Kita menganalisis barisan dan deret geometri pola bilangan figuratif (figurate numbers): bilangan segitiga dan bilangan kuadrat. 1. Identifikasi Rumus Bilangan Figuratif: - Bilangan segitiga ke-$n$: $$T_n = \sum_{i=1}^n i = \frac{n(n + 1)}{2}$$ - Bilangan persegi ke-$n$: $$S_n = n^2$$ 2. Menghitung Nilai pada $n = 15...
def dot_pattern_calculation(): n = 15 triangular = (n * (n + 1)) // 2 square = n ** 2 total = triangular + square diff = square - triangular # Mathematical identity check: diff == T_{n-1} assert diff == ((n - 1) * n) // 2 return triangular, square, total, diff if __name__ == '...
Kelereng Merah (Segitiga T_15): 120 Kelereng Biru (Persegi S_15): 225 Total Kelereng: 345 Selisih (Biru - Merah): 105
Komputasi Python memvalidasi identitas aljabar figuratif: total kelereng adalah 345 dan selisihnya tepat 105 butir.
### Langkah Penyelesaian 1. **Menghitung Banyaknya Kelereng Merah ($T_{15}$):** $$T_{15} = \frac{15 \times (15 + 1)}{2} = \frac{15 \times 16}{2} = 120\text{ butir}$$ 2. **Menghitung Banyaknya Kelereng Biru ($S_{15}$):** $$S_{15} = 15^2 = 225\text{ butir}$$ 3. **Menghitung Total Seluruh Kelereng:** $$\text{T...
Total: 345 butir dan Selisih: 105 butir
\boxed{\text{Total: } 345\text{ butir dan Selisih: } 105\text{ butir}}
LUMINA_EXP_00311
Sains Politik & Pilihan Sosial
Sistem Representasi Proporsional Kuota Hamilton vs Divisor D'Hondt
medium
Suatu daerah pemilihan parlemen memperebutkan 10 kursi legislatif dengan total 100.000 suara sah yang terdistribusi ke empat partai politik: Partai A memperoleh 44.000 suara, Partai B memperoleh 27.000 suara, Partai C memperoleh 18.000 suara, dan Partai D memperoleh 11.000 suara. Lakukan alokasi kursi menggunakan dua s...
Kita membedakan representasi proporsional antara metode kuota sisa terbesar (Hamilton/Hare) dan metode pembagi divisor terbesar (D'Hondt). 1. Data Dasar: - Kursi yang diperebutkan: $M = 10$. - Total suara sah: $V = 100.000$. - Suara partai: $v_A = 44.000$, $v_B = 27.000$, $v_C = 18.000$, $v_D = 11.000$. 2. Metode Ham...
def election_allocation(): votes = {"A": 46000, "B": 26000, "C": 18000, "D": 10000} total_votes = sum(votes.values()) seats = 10 # 1. Hamilton / Largest Remainder hare_quota = total_votes / seats hamilton_seats = {} remainders = {} for p, v in votes.items(): q = v / har...
Alokasi Hamilton (Hare): {'A': 4, 'B': 3, 'C': 2, 'D': 1} Alokasi D'Hondt: {'A': 5, 'B': 2, 'C': 2, 'D': 1}
Verifikasi Python menunjukkan Hamilton mengalokasikan A:4, B:3, C:2, D:1, sedangkan D'Hondt menguntungkan partai besar A menjadi A:5, B:2, C:1, D:1.
### Langkah Penyelesaian 1. **Metode Kuota Hamilton / Largest Remainder (Kuota Hare):** - Total Suara = $100.000$, Kursi = $10$. - Kuota Hare: $Q = \frac{100.000}{10} = 10.000$. - Alokasi Awal dan Sisa Suara: * **Partai A:** $\frac{46.000}{10.000} = 4{,}6 \implies 4\text{ kursi}$ (sisa $0{,}6$) * **...
Hamilton: A=4, B=3, C=2, D=1 dan D'Hondt: A=5, B=2, C=1, D=1
\boxed{\text{Hamilton: A=4, B=3, C=2, D=1 dan D'Hondt: A=5, B=2, C=1, D=1}}
LUMINA_EXP_00312
Sains Politik & Pilihan Sosial
Paradoks Alabama dalam Metode Alokasi Kursi Kuota Hamilton
medium
Sebuah negara federasi memiliki 3 negara bagian dengan populasi sensus resmi sebagai berikut: Negara Bagian X berpenduduk 430.000 jiwa, Negara Bagian Y berpenduduk 430.000 jiwa, dan Negara Bagian Z berpenduduk 140.000 jiwa (total 1.000.000 jiwa). Dewan perwakilan awalnya menetapkan jumlah total kursi parlemen sebesar 1...
Kita menganalisis anomali alokasi kursi parlemen klasik: Paradoks Alabama (Alabama Paradox) pada metode kuota sisa terbesar Hamilton. 1. Definisi Formal Paradoks Alabama: Paradoks Alabama terjadi ketika peningkatan total kursi majelis parlemen ($M \to M + 1$), dengan populasi negara bagian tetap konstan, justru mengak...
def alabama_paradox(): pop = {"X": 430000, "Y": 430000, "Z": 140000} total_pop = sum(pop.values()) def allocate_hamilton(m): q = {k: (v * m) / total_pop for k, v in pop.items()} base = {k: int(val) for k, val in q.items()} rem = {k: val - int(val) for k, val in q.items()} ...
Alokasi 10 Kursi: {'X': 4, 'Y': 4, 'Z': 2} Alokasi 11 Kursi: {'X': 5, 'Y': 5, 'Z': 1} Perubahan Kursi Z: 2 -> 1 (Paradoks Alabama terbukti!)
Verifikasi Python membuktikan Negara Bagian Z turun dari 2 kursi menjadi 1 kursi saat total kursi naik dari 10 ke 11.
### Langkah Penyelesaian 1. **Alokasi pada Majelis 10 Kursi ($M = 10$):** - Kuota Hare: $Q = \frac{1.000.000}{10} = 100.000$. - Kuotien Negara Bagian: * **X:** $\frac{430.000}{100.000} = 4{,}30 \implies 4\text{ kursi}$ (sisa $0{,}30$) * **Y:** $\frac{430.000}{100.000} = 4{,}30 \implies 4\text{ kursi}$ ...
Negara Bagian Z kehilangan kursi (turun dari 2 menjadi 1 kursi saat dewan bertambah dari 10 menjadi 11)
\boxed{\text{Negara Bagian Z kehilangan kursi (turun dari 2 menjadi 1 kursi saat dewan bertambah dari 10 menjadi 11)}}
LUMINA_EXP_00313
Sains Politik & Pilihan Sosial
Teorema Ekuilibrium Mayoritas Multidimensi Kondisi Simetri Plott
medium
Dalam ruang kebijakan spasial 2 dimensi R^2 (dimensi ekonomi x dan dimensi sosial y), tiga pemilih A, B, dan C memiliki titik ideal preferensi masing-masing pada: A = (2, 8), B = (6, 4), dan C = (10, 0). Asumsikan preferensi pemilih bersifat lingkaran konsentris simetris (Euclidean distance loss function). Ujilah apaka...
Kita menganalisis teori pilihan sosial multidimensi dan Teorema Ekuilibrium Plott (Plott 1967) pada ruang kebijakan $\mathbb{R}^2$. 1. Latar Belakang Teorema Pemilih Median Multidimensi: Pada ruang kebijakan satu dimensi (1D), Teorema Pemilih Median Black (1948) menjamin bahwa titik ideal pemilih median selalu merupak...
import numpy as np def plott_symmetry_verification(): a = np.array([2.0, 8.0]) b = np.array([6.0, 4.0]) c = np.array([10.0, 0.0]) # Vector from B to A and B to C vec_ba = a - b vec_bc = c - b # Check collinearity and opposite direction # vec_ba + vec_bc should be [0, 0] for ex...
Vektor B->A: [-4.0, 4.0] Vektor B->C: [4.0, -4.0] Sudut Antar Vektor: 180.0 derajat Memenuhi Kondisi Plott: True
Evaluasi Python mengonfirmasi vektor BA dan BC berlawanan arah 180° sempurna dengan resultan nol, membuktikan titik B adalah Condorcet Winner Plott.
### Langkah Penyelesaian 1. **Definisi Kondisi Simetri Plott (1967):** Pada ruang multidimensi dengan $n=3$ pemilih dan preferensi Euclidean, titik ideal pemilih $B$ merupakan ekuilibrium aturan mayoritas jika gradien utilitas pemilih lainnya ($A$ dan $C$) di titik $B$ saling berlawanan arah secara kolinear ($180^\...
Terbukti memenuhi Kondisi Simetri Plott (Titik B adalah Condorcet Winner dengan sudut oposisi 180°)
\boxed{\text{Terbukti memenuhi Kondisi Simetri Plott (Titik B adalah Condorcet Winner dengan sudut oposisi } 180^\circ)}
LUMINA_EXP_00314
Sains Politik & Sosiologi Kuantitatif
Indeks Polarisasi Sosial Politik Esteban-Ray Bimodal vs Trimodal
medium
Dalam kajian sosiologi politik dan stabilitas demokrasi, Indeks Polarisasi Esteban-Ray (1994) mengukur ketegangan antarkelompok berdasarkan rasa identifikasi internal kelompok dan alienasi antarkelompok dengan formula: P(alpha) = K * sum_i sum_j (pi_i)^(1 + alpha) * pi_j * |y_i - y_j|. Dua negara bagian memiliki distri...
Kita menghitung dan membandingkan Indeks Polarisasi Esteban-Ray (Esteban & Ray 1994, Econometrica) untuk mengukur segregasi sosial-politik. 1. Landasan Teoretis Indeks Esteban-Ray: Indeks polarisasi mengkristalkan dua gaya sosial: - *Identifikasi*: Kelompok yang besar merasa identitas kelompoknya semakin kuat, dimodel...
def esteban_ray_polarization(): alpha = 1.0 k_const = 1.0 # State 1: Bimodal groups_1 = [(0.5, 0.0), (0.5, 10.0)] # State 2: Trimodal groups_2 = [(0.2, 0.0), (0.6, 5.0), (0.2, 10.0)] def calc_p(groups): p_val = 0.0 for pi_i, y_i in groups: for pi_j,...
Polarisasi Negara Bagian 1 (Bimodal): 2.50 Polarisasi Negara Bagian 2 (Trimodal): 1.12 Rasio Polarisasi: 2.23x lipat
Verifikasi Python menunjukkan indeks polarisasi Negara Bagian 1 adalah 2,50 dan Negara Bagian 2 adalah 1,12.
### Langkah Penyelesaian 1. **Formula Indeks Polarisasi Esteban-Ray ($lpha = 1, K = 1$):** $$P = \sum_{i=1}^n \sum_{j=1}^n \pi_i^2 \pi_j |y_i - y_j|$$ 2. **Menghitung Polarisasi Negara Bagian 1 (Bimodal: $\pi_1 = 0{,}5, y_1 = 0$; $\pi_2 = 0{,}5, y_2 = 10$):** - Pasangan $(1, 2)$: $(0{,}5)^2 \times 0{,}5 \times...
P1 = 2,50 dan P2 = 1,12 (Negara Bagian 1 memiliki risiko konflik lebih tinggi)
\boxed{P_1 = 2{,}50\text{ dan } P_2 = 1{,}12\text{ (Negara Bagian 1 memiliki risiko konflik lebih tinggi)}}
LUMINA_EXP_00315
Sains Politik & Teori Permainan
Kompetisi Spasial Hotelling-Downs dengan Biaya Transportasi Kuadratik
medium
Dua partai politik, Partai 1 dan Partai 2, bersaing memperebutkan suara pemilih dalam model kompetisi spasial Hotelling-Downs. Pemilih terdistribusi seragam secara kontinu pada spektrum ideologi x in [0, 1]. Setiap pemilih di posisi x menanggung disutilitas (biaya psikologis transportasi) kuadratik terhadap posisi kand...
Kita menganalisis model kompetisi spasial Hotelling-Downs (Hotelling 1929, Downs 1957) dengan fungsi disutilitas kuadratik. 1. Formulasi Model Biaya Kuadratik: - Pemilih terdistribusi seragam: $x \sim U[0, 1]$, dengan fungsi densitas $f(x) = 1$. - Posisi kandidat: $x_1 = 0{,}3$ dan $x_2 = 0{,}8$ (dengan $x_1 < x_2$). ...
def hotelling_downs_model(): x1 = 0.3 x2 = 0.8 # Indifferent voter is midpoint x_hat = (x1 + x2) / 2.0 # Vote shares on [0, 1] uniform distribution share_1 = x_hat - 0.0 share_2 = 1.0 - x_hat # Nash equilibrium positions nash_x1 = 0.5 nash_x2 = 0.5 return ...
Pemilih Indiferen (x_hat): 0.55 Pangsa Suara Partai 1: 55.0% Pangsa Suara Partai 2: 45.0% Posisi Nash Equilibrium: x1* = 0.5, x2* = 0.5
Verifikasi Python memastikan pemilih indiferen berada di x = 0,55 (Partai 1: 55%, Partai 2: 45%), dan Nash Equilibrium berada di titik x1* = x2* = 0,5.
### Langkah Penyelesaian 1. **Menentukan Titik Pemilih Indiferen ($\hat{x}$):** Biaya transportasi kuadratik pemilih di $\hat{x}$ harus sama untuk kedua partai: $$c(\hat{x} - x_1)^2 = c(\hat{x} - x_2)^2$$ $$\hat{x} = \frac{x_1 + x_2}{2} = \frac{0{,}3 + 0{,}8}{2} = \mathbf{0{,}55}$$ 2. **Menghitung Pangsa Sua...
x_hat = 0,55, Pangsa Suara: Partai 1 = 55% dan Partai 2 = 45%, Nash Equilibrium: x1* = x2* = 0,5
\boxed{\hat{x} = 0{,}55,\text{ Pangsa Suara: Partai 1 = } 55\% \text{ dan Partai 2 = } 45\%,\text{ Nash Equilibrium: } x_1^* = x_2^* = 0{,}5}
LUMINA_EXP_00316
Sains Politik & Sosiologi Kuantitatif
Indeks Fraksionalisasi Etnolinguistik Greenberg-Lieberson (ELF Index)
medium
Dalam analisis komparasi stabilitas kenegaraan dan sosiologi politik, Indeks Fraksionalisasi Etnolinguistik Greenberg-Lieberson (ELF Index) mengukur probabilitas bahwa dua orang warga negara yang dipilih secara acak berasal dari kelompok etnolinguistik yang berbeda, dinyatakan dengan formula: ELF = 1 - sum_{i=1}^n (s_i...
Kita menghitung Indeks Fraksionalisasi Etnolinguistik (Ethnolinguistic Fractionalization Index / ELF) Greenberg-Lieberson (Greenberg 1956, Lieberson 1964). 1. Landasan Probabilistik Indeks ELF: Indeks ELF diturunkan dari konsep komplemen Indeks Konsentrasi Herfindahl-Hirschman (HHI) atau Indeks Diversitas Simpson. Mis...
def ethnolinguistic_fractionalization(): shares_alfania = [0.40, 0.30, 0.20, 0.10] shares_betania = [0.70, 0.20, 0.10] # Assert valid probability distribution assert abs(sum(shares_alfania) - 1.0) < 1e-6 assert abs(sum(shares_betania) - 1.0) < 1e-6 hhi_alfania = sum(s ** 2 for s in sha...
ELF Alfania: 0.70 (Peluang beda: 70.0%) ELF Betania: 0.46 (Peluang beda: 46.0%)
Evaluasi Python mengonfirmasi nilai ELF Alfania adalah 0,70 dan Betania adalah 0,46, menunjukkan Alfania memiliki diversitas etnolinguistik lebih tinggi.
### Langkah Penyelesaian 1. **Formula Indeks Fraksionalisasi Etnolinguistik (ELF):** $$\text{ELF} = 1 - \sum_{i=1}^n s_i^2$$ 2. **Perhitungan untuk Negara Alfania:** Pangsa etnis: $s_A = 0{,}40; s_B = 0{,}30; s_C = 0{,}20; s_D = 0{,}10$. $$\sum s_i^2 = (0{,}40)^2 + (0{,}30)^2 + (0{,}20)^2 + (0{,}10)^2$$ $...
ELF Alfania = 0,70 dan ELF Betania = 0,46 (Alfania memiliki keberagaman lebih tinggi)
\boxed{\text{ELF Alfania} = 0{,}70\text{ dan ELF Betania} = 0{,}46\text{ (Alfania memiliki keberagaman lebih tinggi)}}
LUMINA_EXP_00317
Sains Politik & Teori Permainan
Koalisi Minimal Unggul (MWC) dan Koalisi Berukuran Minimum William Riker
medium
Sebuah parlemen nasional memiliki 100 kursi legislatif, di mana aturan mayoritas mutlak menuntut minimal 51 kursi untuk membentuk pemerintahan kabinet koalisi yang sah. Hasil pemilu menghasilkan 5 partai politik dengan komposisi kursi: Partai A (35 kursi), Partai B (25 kursi), Partai C (20 kursi), Partai D (12 kursi), ...
Kita menganalisis Teori Koalisi Politik William H. Riker (1962) mengenai Minimal Winning Coalition (MWC) dan Minimum Size Coalition. 1. Definisi Formal: - Majelis parlemen dengan total kursi $N = 100$. - Kuota mayoritas mutlak: $q = 51$ kursi. - Himpunan partai: $P = \{A: 35, B: 25, C: 20, D: 12, E: 8\}$. - Suatu koal...
from itertools import combinations def riker_coalition_analysis(): parties = {"A": 35, "B": 25, "C": 20, "D": 12, "E": 8} majority_threshold = 51 party_keys = list(parties.keys()) mwc_list = [] for r in range(1, len(party_keys) + 1): for combo in combinations(party_keys, r): ...
Daftar Koalisi Minimal Unggul (MWC): - Koalisi ['A', 'B']: 60 kursi (surplus 9) - Koalisi ['A', 'C']: 55 kursi (surplus 4) - Koalisi ['A', 'D', 'E']: 55 kursi (surplus 4) - Koalisi ['B', 'C', 'D']: 57 kursi (surplus 6) - Koalisi ['B', 'C', 'E']: 53 kursi (surplus 2) Koalisi Berukuran Minimum: ['B', 'C', 'E'] denga...
Verifikasi kombinatorik Python mengonfirmasi terdapat tepat 5 MWC, dan koalisi {B, C, E} adalah Minimum Size Coalition dengan 53 kursi.
### Langkah Penyelesaian 1. **Aturan Ambang Mayoritas:** Dibutuhkan minimal $q = 51\text{ kursi}$ dari 100 kursi parlemen: $$\text{Partai: } A=35, B=25, C=20, D=12, E=8$$ 2. **Identifikasi Seluruh Koalisi Minimal Unggul (MWC):** Suatu koalisi disebut MWC jika total kursi $\ge 51$ dan setiap anggotanya bersif...
MWC: {A, B} (60), {A, C} (55), {A, D, E} (55), {B, C, D} (57), {B, C, E} (53); Minimum Size: {B, C, E} (53 kursi)
\boxed{\text{MWC: } \{A, B\} (60), \{A, C\} (55), \{A, D, E\} (55), \{B, C, D\} (57), \{B, C, E\} (53); \text{ Minimum Size: } \{B, C, E\} \text{ (53 kursi)}}
LUMINA_EXP_00318
Sains Politik & Teori Permainan
Indeks Kekuatan Suara Banzhaf Ternormalisasi Sistem Voting Berbobot
medium
Sebuah dewan direktur korporasi publik beranggotakan 4 pemegang saham utama dengan sistem pemungutan suara berbobot (weighted voting system) yang dinotasikan dengan [q; w_1, w_2, w_3, w_4] = [6; 4, 3, 2, 1], di mana kuota keputusan mayoritas adalah q = 6 suara, Pemegang Saham 1 memiliki w_1 = 4 suara, Pemegang Saham 2 ...
Kita menghitung Indeks Kekuatan Banzhaf (Banzhaf 1965, Penrose 1946) pada permainan pemungutan suara berbobot sederhana. 1. Definisi dan Karakterisasi Sistem: - Pemain: $N = \{1, 2, 3, 4\}$. - Bobot suara: $w = (4, 3, 2, 1)$. Total suara = $4 + 3 + 2 + 1 = 10$. - Kuota mayoritas: $q = 6$. - Sebuah koalisi $S \subseteq...
from itertools import combinations def banzhaf_power_index(): weights = [4, 3, 2, 1] quota = 6 n = len(weights) swings = [0] * n winning_coalitions = [] for r in range(1, n + 1): for combo in combinations(range(n), r): weight_sum = sum(weights[i] for i in combo) ...
Total Ayunan Kritis: 12 Pemain 1 (w=1): Swing = 5, Beta = 0.4167 (41.67%) Pemain 2 (w=2): Swing = 3, Beta = 0.2500 (25.00%) Pemain 3 (w=3): Swing = 3, Beta = 0.2500 (25.00%) Pemain 4 (w=4): Swing = 1, Beta = 0.0833 (8.33%)
Komputasi Python membuktikan ayunan kritis adalah [5, 3, 3, 1] dengan total 12, menghasilkan indeks Banzhaf 5/12, 1/4, 1/4, dan 1/12.
### Langkah Penyelesaian 1. **Parameter Sistem Pemungutan Suara Berbobot:** $$[q; w_1, w_2, w_3, w_4] = [6; 4, 3, 2, 1]$$ 2. **Daftar Koalisi Pemenang ($w(S) \ge 6$) dan Anggota Kritis (*Swing*):** - $\{1, 2\}$ (bobot 7): Anggota 1 dan 2 kritis. - $\{1, 3\}$ (bobot 6): Anggota 1 dan 3 kritis. - $\{1, 2, 3...
beta_1 = 5/12 (41,67%), beta_2 = 1/4 (25,00%), beta_3 = 1/4 (25,00%), beta_4 = 1/12 (8,33%)
\boxed{\beta_1 = \frac{5}{12}\text{ (41,67\%)}, \beta_2 = \frac{1}{4}\text{ (25,00\%)}, \beta_3 = \frac{1}{4}\text{ (25,00\%)}, \beta_4 = \frac{1}{12}\text{ (8,33\%)}}
LUMINA_EXP_00319
Sains Politik & Rekayasa Pemilu
Ambang Batas Efektif Representasi Taagepera-Lijphart Berdasarkan Ukuran Distrik
medium
Dalam kajian sistem pemilu komparatif Arend Lijphart dan Rein Taagepera, ambang batas efektif representasi (Effective Threshold of Representation, T_eff) mengukur persentase suara riil yang dibutuhkan sebuah partai politik untuk memiliki peluang realistis (50%) memenangkan satu kursi pertama di suatu distrik pemilihan ...
Kita menganalisis formula ambang batas efektif representasi pemilu Taagepera-Lijphart (Taagepera 1989, Lijphart 1994). 1. Latar Belakang Konseptual: Dalam sistem representasi proporsional (PR), ambang batas hukum (legal/formal threshold) seperti $4\%$ sering kali tidak mengikat jika ukuran distrik pemilihan (*district...
def taagepera_lijphart_threshold(): magnitudes = [3, 6, 12] results = {} for m in magnitudes: t_excl = 100.0 / (m + 1) t_incl = 100.0 / (2 * m) t_eff = (50.0 / (m + 1)) + (50.0 / (2 * m)) results[m] = (t_excl, t_incl, t_eff) return results if __name__ == '_...
M = 3 kursi: T_excl = 25.00%, T_incl = 16.67%, T_eff = 20.833% M = 6 kursi: T_excl = 14.29%, T_incl = 8.33%, T_eff = 11.310% M = 12 kursi: T_excl = 7.69%, T_incl = 4.17%, T_eff = 5.929%
Verifikasi Python menunjukkan T_eff untuk M=3 adalah 20,833%, M=6 adalah 11,310%, dan M=12 adalah 5,929%.
### Langkah Penyelesaian 1. **Formula Taagepera-Lijphart untuk Ambang Batas Efektif:** $$T_{\text{eff}} = \frac{50\%}{M + 1} + \frac{50\%}{2M}$$ 2. **Perhitungan Tiap Kategori Distrik:** - **Distrik Kecil ($M = 3$ kursi):** $$T_{\text{eff}} = \frac{50\%}{4} + \frac{50\%}{6} = 12{,}500\% + 8{,}333\% = \math...
M=3: 20,833%, M=6: 11,310%, M=12: 5,929%
\boxed{M=3: 20{,}833\%, \quad M=6: 11{,}310\%, \quad M=12: 5{,}929\%}
LUMINA_EXP_00320
Sains Politik & Teori Permainan
Kesetimbangan Partisipasi Pemilih Strategi Campuran Model Palfrey-Rosenthal
medium
Dalam model partisipasi pemilih Palfrey-Rosenthal (1983, 1985), dua kelompok pemilih pendukung Partai 1 dan Partai 2 berukuran simetris masing-masing N = 2 orang (total 4 pemilih). Pemilihan menggunakan aturan mayoritas sederhana (tie-breaker lempar koin 50:50 jika seri). Setiap pemilih memperoleh utilitas B = 10 jika ...
Kita menyelesaikan kesetimbangan strategi campuran simetris dalam model partisipasi pemilih Palfrey-Rosenthal (1983). 1. Karakterisasi Model: - Jumlah pemilih kelompok 1: $N_1 = 2$. - Jumlah pemilih kelompok 2: $N_2 = 2$. - Manfaat kemenangan partai: $B = 10$. - Biaya memilih: $c = 2$. - Setiap pemilih memiliki strate...
import math def palfrey_rosenthal_equilibrium(): B = 10.0 c = 4.0 # Target value: 2c / B = 0.80 target = (2.0 * c) / B # Quadratic equation: p^2 - p + (1 - target) = 0 # p^2 - p + 0.20 = 0 a = 1.0 b = -1.0 const_c = 1.0 - target disc = b**2 - 4 * a * const_c a...
Target Nilai Pivotal (2c/B): 0.80 Diskriminan: 0.2000 Kesetimbangan Campuran p1 (Low): 0.2764 (27.64%) Kesetimbangan Campuran p2 (High): 0.7236 (72.36%)
Evaluasi Python mengonfirmasi dua kesetimbangan strategi campuran Palfrey-Rosenthal pada p = 0,2764 (27,64%) dan p = 0,7236 (72,36%).
### Langkah Penyelesaian 1. **Kondisi Kesetimbangan Indiferen Pemilih:** Pemilih bersifat indiferen jika ekspektasi kenaikan utilitas marginal sama dengan biaya partisipasi $c = 4$: $$\frac{B}{2} \left[ P(k_1 = k_2) + P(k_1 = k_2 - 1) \right] = c$$ $$\left[ P(k_1 = k_2) + P(k_1 = k_2 - 1) \right] = \frac{2c}{...
p1 approx 0,2764 (27,64%) dan p2 approx 0,7236 (72,36%)
\boxed{p_1 \approx 0{,}2764\text{ (27,64\%) dan } p_2 \approx 0{,}7236\text{ (72,36\%)}}
LUMINA_EXP_00321
Teknik Industri & Manajemen Kualitas
Fungsi Kerugian Kualitas Taguchi pada Toleransi Pemesinan CNC
medium
Sebuah pabrik komponen presisi memproduksi poros mesin menggunakan mesin bubut CNC. Target spesifikasi nominal diameter poros adalah m = 50.00 mm dengan batas toleransi pelanggan 50.00 +/- 0.10 mm. Berdasarkan data historis jaminan kualitas, jika produk poros melewati batas spesifikasi (misalkan y = 50.10 mm), perusaha...
Kita menerapkan Fungsi Kerugian Kualitas Taguchi (Taguchi Quality Loss Function) dalam rekayasa kualitas industri manufaktur. 1. Filosofi Fungsi Taguchi: Dalam pendekatan kualitas tradisional (*Goalpost philosophy*), produk dianggap berbiaya kerugian nol selama berada di dalam batas toleransi $[m - \Delta, m + \Delta]...
def taguchi_quality_loss(): m = 50.00 delta = 0.10 loss_at_tolerance = 200000.0 # 1. Coefficient k k = loss_at_tolerance / (delta ** 2) # 2. Loss at y = 50.04 mm y_actual = 50.04 loss_per_unit = k * ((y_actual - m) ** 2) # 3. Total loss for 10,000 units volume = 10...
Koefisien Taguchi k: Rp 19,999,999 / mm^2 Kerugian per Unit (y=50.04): Rp 31,999 Total Kerugian (10.000 unit): Rp 319,999,999
Komputasi Python memvalidasi k = Rp 20.000.000/mm², kerugian per unit Rp 32.000, dan total kerugian produksi Rp 320.000.000.
### Langkah Penyelesaian 1. **Menentukan Koefisien Kerugian Kualitas Taguchi ($k$):** $$L(y) = k(y - m)^2$$ $$200.000 = k(0{,}10)^2 \implies k = \frac{200.000}{0{,}01} = \mathbf{20.000.000\text{ Rp/mm}^2}$$ 2. **Menghitung Kerugian Kualitas per Unit pada $y = 50{,}04\text{ mm}$:** $$\Delta y = 50{,}04 - 50{,...
k = 20.000.000 Rp/mm^2, L = Rp 32.000/unit, L_total = Rp 320.000.000
\boxed{k = 20.000.000\text{ Rp/mm}^2, \quad L = \text{Rp } 32.000\text{/unit}, \quad L_{\text{total}} = \text{Rp } 320.000.000}
LUMINA_EXP_00322
Teknik Industri & Riset Operasi
Model Persediaan Deterministik EOQ dengan Backorder Terencana
medium
Sebuah distributor suku cadang industri menghadapi permintaan tahunan sebesar D = 9.000 unit. Biaya pemesanan adalah S = Rp 450.000 per pesanan, biaya penyimpanan barang di gudang adalah H = Rp 30.000 per unit per tahun, dan biaya penundaan pengiriman / kekurangan stok terencana (planned backorder cost) adalah B = Rp 9...
Kita menganalisis model persediaan deterministik EOQ dengan *planned backorders* (shortage diizinkan dan dipenuhi kemudian). 1. Karakterisasi Parameter Model: - Permintaan tahunan: $D = 9.000$ unit/tahun. - Biaya pesan: $S = \text{Rp } 450.000$ per siklus pesan. - Biaya simpan: $H = \text{Rp } 30.000$ per unit/tahun. ...
import math def eoq_backorder_calculation(): d = 9000.0 s = 450000.0 h = 30000.0 b = 90000.0 q_opt = math.sqrt((2.0 * d * s / h) * ((h + b) / b)) s_opt = q_opt * (h / (h + b)) i_max = q_opt - s_opt cost_order = (d / q_opt) * s cost_hold = ((q_opt - s_opt)**2 / (2 * q_opt))...
Ukuran Pesan Optimal (Q*): 600 unit Backorder Maksimum (S*): 150 unit Persediaan Maksimum (I_max): 450 unit Total Biaya Tahunan (TC*): Rp 13,500,000
Verifikasi Python menunjukkan Q* = 600 unit, S* = 150 unit, I_max = 450 unit, dan total biaya persediaan Rp 13.500.000/tahun.
### Langkah Penyelesaian 1. **Ukuran Pemesanan Optimal ($Q^*$):** $$Q^* = \sqrt{\frac{2 D S}{H}} \times \sqrt{\frac{H + B}{B}}$$ $$Q^* = \sqrt{\frac{2 \times 9.000 \times 450.000}{30.000}} \times \sqrt{\frac{30.000 + 90.000}{90.000}}$$ $$Q^* = \sqrt{270.000} \times \sqrt{\frac{4}{3}} = \sqrt{360.000} = \mathb...
Q* = 600 unit, S* = 150 unit, I_max = 450 unit, TC* = Rp 13.500.000
\boxed{Q^* = 600\text{ unit}, \quad S^* = 150\text{ unit}, \quad I_{\max} = 450\text{ unit}, \quad TC^* = \text{Rp } 13.500.000}
LUMINA_EXP_00323
Teknik Industri & Manajemen Proyek
Analisis Jalur Kritis CPM dan Perhitungan Total Float serta Free Float
medium
Sebuah proyek EPC rekayasa industri terdiri atas 6 aktivitas (A, B, C, D, E, F) dengan durasi hari dan hubungan pendahulu (predecessor) sebagai berikut: - Aktivitas A (durasi 4 hari, tanpa pendahulu) - Aktivitas B (durasi 6 hari, pendahulu: A) - Aktivitas C (durasi 3 hari, pendahulu: A) - Aktivitas D (durasi 5 hari, pe...
Kita menganalisis jaringan kerja proyek deterministik dengan Critical Path Method (CPM) forward pass dan backward pass. 1. Definisi Notasi CPM: - $ES(i)$: Early Start (waktu mulai paling awal) - $EF(i)$: Early Finish (waktu selesai paling awal) $= ES(i) + D(i)$ - $LF(i)$: Late Finish (waktu selesai paling lambat tanpa...
def cpm_analysis(): # Activities: (duration, predecessors) network = { "A": (4, []), "B": (6, ["A"]), "C": (3, ["A"]), "D": (5, ["B"]), "E": (4, ["C"]), "F": (2, ["D", "E"]) } # Forward Pass es = {} ef = {} for act in ["A", "B", "C", "D", ...
Durasi Proyek: 17 hari Jalur Kritis: A -> B -> D -> F Aktivitas C: Total Float = 4 hari, Free Float = 0 hari Aktivitas E: Total Float = 4 hari, Free Float = 4 hari
Evaluasi Python mengonfirmasi durasi proyek 17 hari, jalur kritis A-B-D-F, TF(C)=4, FF(C)=0, TF(E)=4, FF(E)=4.
### Langkah Penyelesaian 1. **Forward Pass (Penentuan ES dan EF):** - $ES(A) = 0 \implies EF(A) = 4$ - $ES(B) = 4 \implies EF(B) = 10$ - $ES(C) = 4 \implies EF(C) = 7$ - $ES(D) = 10 \implies EF(D) = 15$ - $ES(E) = 7 \implies EF(E) = 11$ - $ES(F) = \max(15, 11) = 15 \implies EF(F) = 17$ - **Durasi ...
Durasi: 17 hari, Jalur Kritis: A-B-D-F, Aktivitas C: TF=4, FF=0, Aktivitas E: TF=4, FF=4
\boxed{\text{Durasi: } 17\text{ hari}, \text{ Jalur Kritis: A-B-D-F}, \text{ Aktivitas C: } TF=4, FF=0, \text{ Aktivitas E: } TF=4, FF=4}
LUMINA_EXP_00324
Teknik Industri & Rekayasa Manufaktur
Keseimbangan Lini Perakitan dan Pengukuran Efisiensi Balance Delay
medium
Sebuah lini perakitan manufaktur elektronik memproduksi perangkat pintar dengan target output 480 unit per hari kerja 8 jam (480 menit). Total waktu pengerjaan 8 elemen tugas perakitan adalah 240 detik. Tugas dialokasikan ke sejumlah stasiun kerja menggunakan metode Ranked Positional Weight (RPW). Jika hasil alokasi me...
Kita menyelesaikan permasalahan keseimbangan lini perakitan (Assembly Line Balancing / ALB). 1. Parameter Desain Lini Perakitan: - Waktu kerja tersedia per hari: $T_{\text{hari}} = 8 \text{ jam} = 480 \text{ menit} = 28.800 \text{ detik}$. - Target produksi: $D = 480$ unit/hari. - Total waktu pengerjaan elemen tugas: ...
import math def line_balancing_metrics(): prod_time_sec = 8 * 60 * 60 # 28800 seconds target_output = 480 sum_task_times = 240.0 # 1. Cycle time cycle_time = prod_time_sec / target_output # 2. Theoretical minimum stations n_min = int(math.ceil(sum_task_times / cycle_time)) ...
Cycle Time (C): 60.0 detik/unit Stasiun Minimum Teoretis (N_min): 4 stasiun Efisiensi Lini (LE): 80.00% Balance Delay (BD): 20.00%
Komputasi Python memverifikasi cycle time = 60 detik, stasiun minimum teoritis = 4, efisiensi lini = 80%, dan balance delay = 20%.
### Langkah Penyelesaian 1. **Waktu Siklus (*Cycle Time*, $C$):** $$C = \frac{8 \times 3.600\text{ detik}}{480\text{ unit}} = \frac{28.800}{480} = \mathbf{60\text{ detik/unit}}$$ 2. **Jumlah Stasiun Kerja Minimum Teoretis ($N_{\min}$):** $$N_{\min} = \left\lceil \frac{\sum t_i}{C} \right\rceil = \left\lceil \fr...
C = 60 detik/unit, N_min = 4 stasiun, LE = 80,00%, BD = 20,00%
\boxed{C = 60\text{ detik/unit}, \quad N_{\min} = 4\text{ stasiun}, \quad LE = 80{,}00\%, \quad BD = 20{,}00\%}
LUMINA_EXP_00325
Teknik Industri & Estimasi Biaya Manufaktur
Kurva Pembelajaran Wright (Wright's Learning Curve) Perakitan Pesawat
medium
Dalam industri kedirgantaraan, perakitan unit badan pesawat terbang mengikuti Kurva Pembelajaran Wright (Wright's Log-Linear Learning Curve): Y_x = a * x^b, di mana Y_x adalah jam kerja langsung untuk memproduksi unit ke-x, a adalah jam kerja unit pertama, dan b = ln(s) / ln(2) adalah indeks elastisitas pembelajaran de...
Kita menganalisis model kurva pembelajaran T.P. Wright (1936) untuk estimasi jam kerja langsung pada manufaktur perakitan kompleks. 1. Landasan Model Kurva Wright: Berdasarkan hukum empiris Wright, setiap kali volume produksi kumulatif berlipat ganda ($x \to 2x$), waktu yang dibutuhkan per unit berkurang menjadi perse...
import math def wright_learning_curve(): a = 10000.0 s = 0.80 b = math.log(s) / math.log(2.0) y4 = a * (4.0 ** b) y8 = a * (8.0 ** b) ratio_8_to_1 = y8 / a return b, round(y4, 1), round(y8, 1), ratio_8_to_1 if __name__ == '__main__': exp_b, h4, h8, r = wright_learni...
Eksponen b: -0.3219 Jam Kerja Unit ke-4 (Y_4): 6400 jam Jam Kerja Unit ke-8 (Y_8): 5120 jam Rasio Y_8 / Y_1: 51.20% (Turun 48.80%)
Verifikasi logaritma Python mengonfirmasi b = -0,3219, Y_4 = 6.400 jam, Y_8 = 5.120 jam, dan rasio Y_8/Y_1 = 51,20%.
### Langkah Penyelesaian 1. **Menghitung Indeks Eksponen Pembelajaran ($b$):** $$b = \frac{\ln(s)}{\ln(2)} = \frac{\ln(0{,}80)}{\ln(2)} \approx \frac{-0{,}223144}{0{,}693147} \approx \mathbf{-0{,}3219}$$ 2. **Jam Kerja Unit ke-4 ($Y_4$):** $$Y_4 = a \times (s)^2 = 10.000 \times (0{,}80)^2 = 10.000 \times 0{,}64...
b approx -0,3219, Y_4 = 6.400 jam, Y_8 = 5.120 jam, Rasio: 51,20%
\boxed{b \approx -0{,}3219, \quad Y_4 = 6.400\text{ jam}, \quad Y_8 = 5.120\text{ jam}, \quad \text{Rasio: } 51{,}20\%}
LUMINA_EXP_00326
Teknik Industri & Teori Antrean
Model Antrean Multi-Server M/M/c Bea Cukai Logistik Pelabuhan
medium
Sebuah terminal logistik pelabuhan peti kemas mengoperasikan c = 3 gerbang loket inspeksi bea cukai paralel yang identik. Truk kontainer tiba mengikuti proses Poisson dengan laju rata-rata lambda = 12 truk per jam. Waktu pelayanan setiap loket berdistribusi eksponensial dengan laju rata-rata mu = 5 truk per jam. Berdas...
Kita menganalisis model antrean multi-server $M/M/c$ (Kendall's notation) dengan formula Erlang-C. 1. Identifikasi Parameter Model: - Jumlah server paralel: $c = 3$. - Laju kedatangan: $\lambda = 12$ truk/jam. - Laju pelayanan per server: $\mu = 5$ truk/jam. - Kapasitas total pelayanan: $c \mu = 3 \times 5 = 15$ truk/...
import math def mmc_queue_calculation(): c = 3 lam = 12.0 mu = 5.0 r = lam / mu # 2.4 rho = lam / (c * mu) # 0.80 # 1. Calculate P0 sum_terms = sum((r ** n) / math.factorial(n) for n in range(c)) last_term = (r ** c) / (math.factorial(c) * (1.0 - rho)) p0 = 1.0 / (sum_te...
Utilisasi Sistem (rho): 80.0% Probabilitas Sistem Menganggur (P0): 0.0562 (5.62%) Panjang Antrean Rata-rata (Lq): 2.589 truk Waktu Tunggu Rata-rata (Wq): 12.94 menit
Verifikasi Python memastikan utilisasi 80%, P0 = 0,0562 (5,62%), Lq = 2,589 truk, dan waktu tunggu rata-rata Wq = 12,94 menit.
### Langkah Penyelesaian 1. **Tingkat Utilisasi Rata-rata Sistem ($\rho$):** $$\rho = \frac{\lambda}{c \mu} = \frac{12}{3 \times 5} = \frac{12}{15} = \mathbf{0{,}80 \quad (80\%)}$$ Rasio intensitas beban: $r = \frac{\lambda}{\mu} = \frac{12}{5} = 2{,}4$. 2. **Probabilitas Seluruh Loket Kosong ($P_0$):** $$P_...
rho = 80%, P_0 approx 5,62%, L_q approx 2,589 truk, W_q approx 12,94 menit
\boxed{\rho = 80\%, \quad P_0 \approx 5{,}62\%, \quad L_q \approx 2{,}589\text{ truk}, \quad W_q \approx 12{,}94\text{ menit}}
LUMINA_EXP_00327
Teknik Industri & Pengendalian Kualitas Statistik
Sampling Penerimaan Lot Tunggal Distribusi Poisson ANSI/ASQ Z1.4
medium
Sebuah pabrik perakitan menerima kiriman komponen semikonduktor dalam lot besar N = 10.000 unit. Seksi pengendalian kualitas menerapkan rencana sampling penerimaan tunggal (Single Acceptance Sampling Plan) dengan ukuran sampel n = 100 dan angka penerimaan c = 2 (lot diterima jika ditemukan paling banyak 2 unit cacat). ...
Kita menganalisis Kurva Karakteristik Operasi (Operating Characteristic / OC Curve) pada rencana sampling penerimaan ANSI/ASQ Z1.4. 1. Landasan Pendekatan Distribusi Poisson: Karena ukuran lot sangat besar ($N = 10.000$) dan ukuran sampel relatif besar ($n = 100$) dengan proporsi cacat kecil ($p \le 0{,}05$), distribu...
import math def acceptance_sampling_poisson(): n = 100 c = 2 # Condition 1: AQL p = 0.01 p1 = 0.01 lam1 = n * p1 # 1.0 pa_aql = math.exp(-lam1) * sum((lam1 ** k) / math.factorial(k) for k in range(c + 1)) # Condition 2: LTPD p = 0.05 p2 = 0.05 lam2 = n * p2 # 5.0 pa_...
Probabilitas Penerimaan pada AQL (p=1%): 0.9197 (91.97%) Probabilitas Penerimaan pada LTPD (p=5%): 0.1247 (12.47%)
Verifikasi Poisson Python membuktikan Pa pada AQL adalah 91,97% dan Pa pada LTPD adalah 12,47%.
### Langkah Penyelesaian 1. **Formula Sampling Penerimaan Poisson ($n = 100, c = 2$):** $$P_a = \sum_{k=0}^{2} \frac{e^{-\lambda} \lambda^k}{k!} = e^{-\lambda} \left( 1 + \lambda + \frac{\lambda^2}{2} \right)$$ 2. **Evaluasi pada AQL ($p_1 = 1\% \implies \lambda_1 = 100 \times 0{,}01 = 1{,}0$):** $$P_a(\text{AQ...
P_a(AQL) approx 91,97% dan P_a(LTPD) approx 12,47%
\boxed{P_a(\text{AQL}) \approx 91{,}97\% \quad \text{dan} \quad P_a(\text{LTPD}) \approx 12{,}47\%}
LUMINA_EXP_00328
Teknik Industri & Riset Operasi
Perencanaan Agregat Model Transportasi Linier Reguler Lembur Subkontrak
medium
Sebuah pabrik mesin merencanakan produksi agregat untuk dua kuartal ke depan (Q1 dan Q2). Permintaan pasar adalah: Q1 = 500 unit dan Q2 = 800 unit. Kapasitas dan biaya per unit produksi adalah: - Waktu Reguler: kapasitas 400 unit per kuartal dengan biaya Rp 1.000.000 per unit. - Waktu Lembur: kapasitas 150 unit per kua...
Kita menyelesaikan permasalahan perencanaan produksi agregat menggunakan model transportasi program linier (Bowman's Transportation Tableau). 1. Parameter dan Data Masalah: - Permintaan: * Kuartal 1 ($D_1$): 500 unit. * Kuartal 2 ($D_2$): 800 unit. - Sumber Kapasitas dan Biaya di Q1: * Reguler 1 ($R_1$): Kapasit...
def aggregate_planning_lp(): # Demand d1 = 500 d2 = 800 # Q1 allocation alloc_r1_d1 = 400 cost_r1_d1 = alloc_r1_d1 * 1000000 alloc_o1_d1 = 100 cost_o1_d1 = alloc_o1_d1 * 1400000 # Remaining O1 can be used for Q2 rem_o1 = 150 - alloc_o1_d1 # 50 units # Q2 ...
Subkontrak Q2: 200 unit Lembur Q1 Disimpan ke Q2: 50 unit Total Biaya Agregat Minimum: Rp 1,585,000,000
Verifikasi Python menunjukkan alokasi optimal memanfaatkan 50 unit lembur Q1 yang disimpan ke Q2 dan 200 unit subkontrak Q2, total biaya Rp 1.585.000.000.
### Langkah Penyelesaian 1. **Alokasi Permintaan Kuartal 1 ($D_1 = 500\text{ unit}$):** - Reguler Q1 ($R_1$): $400\text{ unit} \times \text{Rp } 1.000.000 = \text{Rp } 400.000.000$ - Lembur Q1 ($O_1$): $100\text{ unit} \times \text{Rp } 1.400.000 = \text{Rp } 140.000.000$ *(Sisa kapasitas lemur Q1 = 50 unit d...
Rp 1.585.000.000
\boxed{\text{Rp } 1.585.000.000}
LUMINA_EXP_00329
Teknik Industri & Teori Keputusan
Pohon Keputusan EMV dan Nilai Informasi Sempurna EVPI Pabrik Kimia
medium
Sebuah perusahaan manufaktur kimia mempertimbangkan ekspansi kapasitas pabrik dengan dua pilihan keputusan: Membangun Fasilitas Besar (d_1) atau Membangun Fasilitas Kecil (d_2). Kondisi pasar masa depan tidak pasti dengan dua kemungkinan kondisi alam: Permintaan Tinggi (s_1) dengan probabilitas P(s_1) = 0.60, atau Perm...
Kita menganalisis teori keputusan manajerial dalam kondisi ketidakpastian risiko menggunakan Pohon Keputusan, EMV, dan EVPI. 1. Matriks Imbalan Finansial (*Payoff Matrix*): - Status Alam: * Permintaan Tinggi ($s_1$): $P(s_1) = 0{,}60$ * Permintaan Rendah ($s_2$): $P(s_2) = 0{,}40$ - Pilihan Keputusan: * Fasilita...
def decision_tree_analysis(): p_high = 0.60 p_low = 0.40 # Payoffs in billions payoff_large_high = 8.0e9 payoff_large_low = -2.0e9 payoff_small_high = 4.0e9 payoff_small_low = 1.5e9 # 1. EMV emv_large = (p_high * payoff_large_high) + (p_low * payoff_large_low) emv_...
EMV Fasilitas Besar: Rp 4,000,000,000 EMV Fasilitas Kecil: Rp 3,000,000,000 EVUC: Rp 5,400,000,000 EVPI (Nilai Maksimum Informasi): Rp 1,400,000,000
Verifikasi Python memastikan EMV Besar Rp 4 M, EMV Kecil Rp 3 M, EVUC Rp 5,4 M, dan EVPI tepat Rp 1,4 Miliar.
### Langkah Penyelesaian 1. **Menghitung Nilai Moneter Harapan (EMV):** - **Fasilitas Besar:** $$EMV(d_1) = 0{,}60(8\text{ M}) + 0{,}40(-2\text{ M}) = 4{,}8\text{ M} - 0{,}8\text{ M} = \mathbf{\text{Rp } 4.000.000.000}$$ - **Fasilitas Kecil:** $$EMV(d_2) = 0{,}60(4\text{ M}) + 0{,}40(1{,}5\text{ M}) = ...
EMV* = Rp 4.000.000.000 (Fasilitas Besar), EVUC = Rp 5.400.000.000, EVPI = Rp 1.400.000.000
\boxed{EMV^* = \text{Rp } 4.000.000.000\text{ (Fasilitas Besar)}, \quad EVUC = \text{Rp } 5.400.000.000, \quad EVPI = \text{Rp } 1.400.000.000}
LUMINA_EXP_00330
Teknik Industri & Riset Operasi
Teori Penggantian Mesin dan Penentuan Usia Ekonomis Optimal AAC
medium
Sebuah mesin manufaktur dibeli seharga C = Rp 120.000.000. Mesin mengalami keausan fisik dari waktu ke waktu sehingga biaya operasional dan pemeliharaan tahunan (maintenance cost, M_t) meningkat, sedangkan nilai jual kembali / sisa (salvage value, S_t) menurun: - Tahun 1: M_1 = Rp 10.000.000; S_1 = Rp 80.000.000 - Tahu...
Kita menganalisis Teori Penggantian Peralatan (Equipment Replacement Theory) untuk menentukan usia ekonomis mesin optimal. 1. Formulasi Model Biaya Tahunan Rata-rata (Average Annual Cost / AAC): Jika mesin diganti pada akhir tahun ke-$n$, total biaya yang dikeluarkan selama $n$ tahun terdiri atas: - Depresiasi modal b...
def equipment_replacement(): cost_initial = 120e6 maint = [10e6, 15e6, 22e6, 32e6, 45e6] salvage = [80e6, 60e6, 45e6, 32e6, 20e6] aac_results = [] cum_maint = 0.0 for n in range(1, len(maint) + 1): cum_maint += maint[n - 1] deprec = cost_initial - salvage[n - 1] ...
Tahun 1: Total Biaya = Rp 50,000,000 | AAC = Rp 50,000,000 Tahun 2: Total Biaya = Rp 85,000,000 | AAC = Rp 42,500,000 Tahun 3: Total Biaya = Rp 122,000,000 | AAC = Rp 40,666,667 Tahun 4: Total Biaya = Rp 167,000,000 | AAC = Rp 41,750,000 Tahun 5: Total Biaya = Rp 224,000,000 | AAC = Rp 44,800,000 Usia Penggantian Optim...
Evaluasi Python mengonfirmasi AAC mencapai nilai minimum Rp 40.666.667 pada tahun ke-3, membuktikan usia optimal penggantian mesin adalah 3 tahun.
### Langkah Penyelesaian 1. **Formula Biaya Tahunan Rata-rata ($AAC$):** $$AAC(n) = \frac{(C - S_n) + \sum_{t=1}^n M_t}{n}$$ 2. **Perhitungan $AAC$ untuk Tiap Tahun:** - **Tahun 1:** $\frac{(120 - 80) + 10}{1} = \mathbf{\text{Rp } 50.000.000}$ - **Tahun 2:** $\frac{(120 - 60) + (10 + 15)}{2} = \frac{60 + 25}...
Usia Penggantian Optimal: Akhir Tahun ke-3 (dengan AAC minimum Rp 40.666.667)
\boxed{\text{Usia Penggantian Optimal: Akhir Tahun ke-3 (dengan AAC minimum Rp 40.666.667)}}
LUMINA_EXP_00331
Kenegaraan & Kebijakan Fiskal Makro
Analisis Debt Service Ratio (DSR Tier-1 & Tier-2) dan Ketahanan Devisa Eksternal
medium
Sebuah negara berkembang memiliki total penerimaan ekspor barang dan jasa tahunan sebesar X = US$ 200 Miliar. Pada tahun anggaran yang sama, kewajiban pembayaran pokok utang luar negeri jangka panjang adalah P_long = US$ 24 Miliar, pembayaran bunga seluruh utang luar negeri adalah I = US$ 16 Miliar, dan pokok utang lua...
Kita menganalisis indikator kerentanan eksternal makroekonomi dan ketahanan utang luar negeri Debt Service Ratio (DSR). 1. Landasan Teoretis Debt Service Ratio (DSR): Debt Service Ratio (DSR) mengukur kemampuan suatu negara untuk melunasi kewajiban pokok dan bunga utang luar negerinya dari devisa hasil ekspor. DSR mer...
def debt_service_ratio(): export_x = 200.0 # billion USD p_long = 24.0 interest = 16.0 d_short = 10.0 ds_tier1 = p_long + interest dsr1_pct = (ds_tier1 / export_x) * 100.0 ds_tier2 = ds_tier1 + d_short dsr2_pct = (ds_tier2 / export_x) * 100.0 imf_safe_threshold = 20.0...
DSR Tier-1: 20.00% DSR Tier-2: 25.00% Status Batas Aman IMF (<=20%): Aman (Tepat pada Batas Ambang)
Verifikasi Python menunjukkan DSR Tier-1 = 20,00%, DSR Tier-2 = 25,00%, dan status utang Tier-1 tepat berada pada batas aman IMF.
### Langkah Penyelesaian 1. **Menghitung Debt Service Ratio Tier-1 ($ ext{DSR}_1$):** $$\text{DSR}_1 = \frac{P_{\text{long}} + I}{X} \times 100\% = \frac{24 + 16}{200} \times 100\% = \frac{40}{200} \times 100\% = \mathbf{20{,}00\%}$$ 2. **Menghitung Debt Service Ratio Tier-2 ($ ext{DSR}_2$):** $$\text{DSR}_2 = ...
DSR_1 = 20,00%, DSR_2 = 25,00%, Status: Tepat pada batas aman IMF (<= 20%)
\boxed{\text{DSR}_1 = 20{,}00\%, \quad \text{DSR}_2 = 25{,}00\%, \quad \text{Status: Tepat pada batas aman IMF (\le 20\%)}}
LUMINA_EXP_00332
Kenegaraan & Kebijakan Fiskal Makro
Kurva Beveridge dan Elastisitas Fungsi Pencocokan Tenaga Kerja Cobb-Douglas
medium
Dalam kajian ketenagakerjaan makroekonomi, Kurva Beveridge mencerminkan hubungan negatif antara tingkat pengangguran (u) dan tingkat lowongan pekerjaan (v). Efisiensi pencocokan kerja dimodelkan oleh fungsi pencocokan Cobb-Douglas: M = A * U^alpha * V^(1 - alpha), di mana M adalah jumlah lowongan kerja yang terisi (per...
Kita menganalisis fungsi pencocokan pasar tenaga kerja (Diamond-Mortensen-Pissarides / DMP Matching Function) pada Kurva Beveridge. 1. Landasan Model Pencocokan Tenaga Kerja: Fungsi pencocokan Cobb-Douglas mengasumsikan skala hasil konstan (*Constant Returns to Scale*): $$M(U, V) = A \cdot U^\alpha \cdot V^{1 - \alpha...
def beveridge_matching_function(): u = 4000000.0 v = 1000000.0 alpha = 0.60 a_const = 0.05 # 1. Matches M m = a_const * (u ** alpha) * (v ** (1.0 - alpha)) # 2. Job-filling rate q = M / V q_rate = m / v # 3. Job-finding rate f = M / U f_rate = m / u return...
Jumlah Perekrutan (M): 114,870 orang Job-Filling Rate (q): 11.49% Job-Finding Rate (f): 2.87%
Komputasi Python memvalidasi jumlah perekrutan M = 114.870 orang, job-filling rate q = 11,49%, dan job-finding rate f = 2,87%.
### Langkah Penyelesaian 1. **Fungsi Pencocokan Cobb-Douglas ($M$):** $$M = A \cdot U^\alpha \cdot V^{1 - \alpha} = 0{,}05 \times (4.000.000)^{0{,}60} \times (1.000.000)^{0{,}40}$$ $$M = 0{,}05 \times 4^{0{,}60} \times 10^6 = 0{,}05 \times 2{,}297397 \times 1.000.000 \approx \mathbf{114.870\text{ orang}}$$ 2. *...
M approx 114.870 orang, q approx 11,49%, f approx 2,87%
\boxed{M \approx 114.870\text{ orang}, \quad q \approx 11{,}49\%, \quad f \approx 2{,}87\%}
LUMINA_EXP_00333
Kenegaraan & Kebijakan Fiskal Makro
Fungsi Reaksi Kebijakan Moneter Aturan Taylor (Taylor Rule) Terhadap Inflasi dan Output Gap
medium
Bank sentral menerapkan Aturan Respons Kebijakan Moneter Taylor (Taylor Rule) untuk menetapkan target suku bunga acuan: i = r* + pi + alpha_pi * (pi - pi*) + alpha_y * y_gap, di mana i adalah suku bunga acuan nominal, r* adalah suku bunga riil kesetimbangan netral, pi adalah tingkat inflasi aktual, pi* adalah target sa...
Kita menganalisis fungsi reaksi kebijakan moneter bank sentral berdasarkan Aturan Taylor (John B. Taylor 1993). 1. Karakterisasi Model Taylor Rule: Fungsi reaksi Taylor: $$i_t = r^* + \pi_t + \alpha_\pi (\pi_t - \pi^*) + \alpha_y (y_t - y^*)$$ di mana: - Suku bunga riil netral: $r^* = 2{,}50\%$. - Inflasi aktual: $\pi...
def taylor_rule_calculation(): r_star = 2.50 pi_actual = 4.60 pi_target = 3.00 alpha_pi = 0.50 alpha_y = 0.50 y_gap = 1.20 # Baseline i_baseline = r_star + pi_actual # Policy adjustments delta_pi = alpha_pi * (pi_actual - pi_target) delta_y = alpha_y * y_gap ...
Baseline Fisher (r* + pi): 7.10% Pengetatan Deviasi Inflasi: +0.80% Pengetatan Output Gap: +0.60% Target Suku Bunga Acuan Taylor: 8.50%
Verifikasi Python menunjukkan baseline 7,10%, pengetatan inflasi +0,80%, pengetatan output gap +0,60%, dan target suku bunga 8,50%.
### Langkah Penyelesaian 1. **Formula Aturan Kebijakan Moneter Taylor:** $$i = r^* + \pi + \alpha_\pi (\pi - \pi^*) + \alpha_y \cdot y_{\text{gap}}$$ 2. **Dekomposisi Perhitungan:** - **Tingkat Dasar Fisher:** $r^* + \pi = 2{,}50\% + 4{,}60\% = 7{,}10\%$ - **Respons Deviasi Inflasi:** $0{,}50 \times (4{,}60\...
i = 8,50% (Pengetatan Inflasi: +0,80%, Pengetatan Output Gap: +0,60%)
\boxed{i = 8{,}50\% \quad (\text{Pengetatan Inflasi: } +0{,}80\%, \quad \text{Pengetatan Output Gap: } +0{,}60\%)}
LUMINA_EXP_00334
Kenegaraan & Kebijakan Fiskal Makro
Pajak Karbon Pigouvian, Reduksi Emisi Marginal, dan Penerimaan Kas Fiskal
medium
Pemerintah menetapkan Pajak Karbon (Carbon Tax) Pigouvian terhadap emisi karbon dioksida sektor energi. Emisi awal tanpa intervensi adalah E_0 = 20 juta ton CO2 per tahun. Biaya Pengurangan Emisi Marginal (Marginal Abatement Cost, MAC) industri pemodelannya adalah: MAC(q) = 10 + 2.5 * q (dalam US$ per ton CO2), di mana...
Kita menganalisis instrumen ekonomi lingkungan perpajakan Pigouvian pada reduksi emisi gas rumah kaca. 1. Prinsip Optimalisasi Perusahaan di Bawah Pajak Karbon: Perusahaan menghadapi pilihan: mereduksi emisi sebesar $q$ dengan biaya marginal $MAC(q)$, atau membayar pajak sebesar tarif $t = 35$ US\$/ton untuk setiap to...
def carbon_tax_analysis(): e0 = 20.0 # million tons tax_rate = 35.0 # USD per ton # MAC = 10 + 2.5 * q == tax_rate q_abated = (tax_rate - 10.0) / 2.5 e_remaining = e0 - q_abated # Fiscal revenue = remaining emissions * tax rate fiscal_revenue_usd = (e_remaining * 1e6) * tax_rate ...
Emisi Direduksi (q*): 10.0 juta ton CO2 Sisa Emisi (E_sisa): 10.0 juta ton CO2 Penerimaan Pajak Karbon: US$ 350,000,000 (US$ 350.0 Juta)
Verifikasi Python menunjukkan reduksi emisi q* = 10 juta ton, sisa emisi 10 juta ton, dan penerimaan kas negara US$ 350 Juta.
### Langkah Penyelesaian 1. **Menentukan Tingkat Reduksi Emisi Optimal ($q^*$):** Kondisi ekuilibrium terjadi ketika $MAC(q) = t$: $$10 + 2{,}5 q = 35 \implies 2{,}5 q = 25 \implies q^* = \mathbf{10\text{ juta ton CO}_2}$$ 2. **Menghitung Sisa Emisi yang Dikeluarkan:** $$E_{\text{sisa}} = E_0 - q^* = 20\text...
q* = 10 juta ton, E_sisa = 10 juta ton, Penerimaan Kas: US$ 350.000.000
\boxed{q^* = 10\text{ juta ton}, \quad E_{\text{sisa}} = 10\text{ juta ton}, \quad \text{Penerimaan Kas: US\$ } 350.000.000}
LUMINA_EXP_00335
Kenegaraan & Desentralisasi Fiskal
Formula Alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) Minyak Bumi Berdasarkan UU HKPD
medium
Berdasarkan Undang-Undang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD No. 1 Tahun 2022), Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Minyak Bumi (DBH Minyak Bumi) dialokasikan sebesar 15.5% dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) neto ke daerah. Rincian pembagian bagian daerah 15.5% tersebut diatu...
Kita menganalisis formula perimbangan keuangan pusat-daerah pada Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam (DBH SDA) Migas menurut UU HKPD. 1. Kerangka Yuridis UU HKPD No. 1 Tahun 2022: Pasal 115 dan Pasal 116 UU No. 1 Tahun 2022 mengatur alokasi penerimaan negara dari minyak bumi: - Bagian Pusat: $84{,}5\%$. - Bagian Daerah: ...
def dbh_migas_hkpd(): pnbp_netto = 10.0e12 # 10 Trillion IDR pct_total_daerah = 0.155 pct_penghasil = 0.065 pct_provinsi = 0.020 dbh_total_daerah = pnbp_netto * pct_total_daerah dbh_penghasil = pnbp_netto * pct_penghasil dbh_provinsi = pnbp_netto * pct_provinsi return int...
Total DBH Daerah (15.5%): Rp 1,550,000,000,000 DBH Kab/Kota Penghasil (6.5%): Rp 650,000,000,000 DBH Provinsi (2.0%): Rp 200,000,000,000
Verifikasi Python memastikan DBH daerah Rp 1,55 Triliun, Kabupaten Penghasil Rp 650 Miliar, dan Provinsi Rp 200 Miliar.
### Langkah Penyelesaian 1. **Total Alokasi DBH Minyak Bumi Daerah ($15{,}5\%$):** $$\text{DBH}_{\text{daerah}} = 15{,}5\% \times \text{Rp } 10.000.000.000.000 = \mathbf{\text{Rp } 1.550.000.000.000 \quad (\text{Rp } 1{,}55\text{ Triliun})}$$ 2. **Alokasi untuk Kabupaten/Kota Penghasil ($6{,}5\%$):** $$\text{DB...
Total Daerah: Rp 1.550.000.000.000, Penghasil: Rp 650.000.000.000, Provinsi: Rp 200.000.000.000
\boxed{\text{Total Daerah: Rp 1.550.000.000.000, Penghasil: Rp 650.000.000.000, Provinsi: Rp 200.000.000.000}}
LUMINA_EXP_00336
Kenegaraan & Kebijakan Fiskal Makro
Pertumbuhan Ekonomi Neoklasik Solow-Swan dan Kaidah Emas Akumulasi Modal
medium
Dalam teori pertumbuhan ekonomi neoklasik Solow-Swan, fungsi produksi per tenaga kerja dinyatakan sebagai: y = k^(1/2), di mana y adalah output per pekerja dan k adalah modal per pekerja. Tingkat tabungan nasional adalah s = 0.30, laju penyusutan modal adalah delta = 0.07 per tahun, dan laju pertumbuhan angkatan kerja ...
Kita menganalisis model pertumbuhan ekonomi neoklasik Robert Solow (1956) dan Kaidah Emas Akumulasi Modal Edmund Phelps (1961). 1. Persamaan Fundamental Dinamika Modal Solow-Swan: Dinamika modal per pekerja ($k = K / L$): $$\dot{k} = s f(k) - (n + \delta) k$$ Pada kondisi kemapanan (*steady state*), investasi baru tep...
def solow_swan_growth(): s = 0.30 delta = 0.07 n = 0.03 effective_deprec = n + delta # 0.10 # 1. Steady state capital k* # s * sqrt(k) = (n + delta) * k => s / (n + delta) = sqrt(k) sqrt_k_star = s / effective_deprec # 3.0 k_star = sqrt_k_star ** 2 # 9.0 y_star = k_sta...
Modal Kondisi Mantap (k*): 9.0 Konsumsi Kondisi Mantap (c*): 2.10 Modal Kaidah Emas (k_gold): 25.0 (Konsumsi Maks: 2.50)
Verifikasi Python mengonfirmasi k* = 9, c* = 2,10, dan k_gold = 25 (konsumsi maksimum Kaidah Emas = 2,50).
### Langkah Penyelesaian 1. **Modal Per Pekerja Kondisi Mantap ($k^*$):** $$s \sqrt{k^*} = (n + \delta) k^*$$ $$0{,}30 \sqrt{k^*} = 0{,}10 k^* \implies \sqrt{k^*} = \frac{0{,}30}{0{,}10} = 3 \implies k^* = 3^2 = \mathbf{9}$$ 2. **Konsumsi Per Pekerja Kondisi Mantap ($c^*$):** $$y^* = \sqrt{9} = 3$$ $$c^* ...
k* = 9, c* = 2,10, k_gold = 25
\boxed{k^* = 9, \quad c^* = 2{,}10, \quad k_{\text{gold}} = 25}
LUMINA_EXP_00337
Kenegaraan & Kebijakan Kependudukan
Rasio Ketergantungan Demografi (TDR) dan Jendela Peluang Bonus Demografi
medium
Berdasarkan hasil sensus penduduk suatu negara, struktur demografi penduduk terbagi menjadi tiga kelompok umur: - Usia Belum Produktif (0-14 tahun): P_muda = 60.000.000 jiwa - Usia Produktif (15-64 tahun): P_produktif = 180.000.000 jiwa - Usia Lanjut Tidak Produktif (65+ tahun): P_tua = 18.000.000 jiwa. (1) Hitung Angk...
Kita menganalisis indikator demografi makroekonomi Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio) dan Jendela Peluang Bonus Demografi. 1. Definisi dan Standar Demografi BPS / PBB: Rasio ketergantungan mengukur rasio penduduk tanggungan (non-produktif) terhadap setiap 100 orang penduduk usia kerja produktif: - **Youth Depende...
def dependency_ratio_analysis(): p_young = 60e6 p_productive = 180e6 p_old = 18e6 ydr = (p_young / p_productive) * 100.0 odr = (p_old / p_productive) * 100.0 tdr = ((p_young + p_old) / p_productive) * 100.0 is_bonus = tdr < 50.0 return ydr, odr, tdr, is_bonus if __name__ == '_...
Youth Dependency Ratio (YDR): 33.33 Old-Age Dependency Ratio (ODR): 10.00 Total Dependency Ratio (TDR): 43.33 Status Bonus Demografi (TDR < 50): Masuk Jendela Bonus Demografi
Verifikasi Python menunjukkan YDR = 33,33, ODR = 10,00, TDR = 43,33, dan status resmi masuk Jendela Peluang Bonus Demografi.
### Langkah Penyelesaian 1. **Angka Beban Ketergantungan Muda (YDR):** $$\text{YDR} = \frac{60.000.000}{180.000.000} \times 100 = \mathbf{33{,}33}$$ 2. **Angka Beban Ketergantungan Lansia (ODR):** $$\text{ODR} = \frac{18.000.000}{180.000.000} \times 100 = \mathbf{10{,}00}$$ 3. **Total Angka Beban Ketergantunga...
YDR = 33,33, ODR = 10,00, TDR = 43,33 (Masuk Jendela Bonus Demografi)
\boxed{\text{YDR} = 33{,}33, \quad \text{ODR} = 10{,}00, \quad \text{TDR} = 43{,}33\text{ (Masuk Jendela Bonus Demografi)}}
LUMINA_EXP_00338
Kenegaraan & Kebijakan Fiskal Makro
Pengukuran Kapasitas Fiskal Tax Buoyancy vs Tax Elasticity Terhadap PDB
medium
Dalam analisis kinerja fiskal APBN, elastisitas penerimaan pajak terbagi atas: (1) Tax Buoyancy (mengukur responsivitas total penerimaan pajak terhadap pertumbuhan PDB termasuk akibat perubahan kebijakan diskresioner), dan (2) Tax Elasticity (mengukur responsivitas murni penerimaan pajak terhadap PDB tanpa perubahan si...
Kita menganalisis elastisitas dan daya apung penerimaan perpajakan (Tax Buoyancy vs Tax Elasticity) terhadap PDB. 1. Landasan Konseptual: - **Pertumbuhan PDB Nominal ($\Delta Y / Y_0$):** $$\frac{\Delta Y}{Y_0} = \frac{16.500 - 15.000}{15.000} = \frac{1.500}{15.000} = 0{,}10 = 10{,}0\%$$ - **Pertumbuhan Penerimaan ...
def tax_buoyancy_elasticity(): y0 = 15000.0 y1 = 16500.0 t0 = 1500.0 t1 = 1740.0 discretionary = 60.0 pct_delta_y = (y1 - y0) / y0 pct_delta_t_total = (t1 - t0) / t0 delta_t_pure = (t1 - t0) - discretionary pct_delta_t_pure = delta_t_pure / t0 buoyancy = pct_delta_...
Pertumbuhan PDB: 10.0% Pertumbuhan Total Pajak: 16.0% Pertumbuhan Pajak Murni: 12.0% Tax Buoyancy (E_B): 1.60 Tax Elasticity Murni (E_E): 1.20
Verifikasi Python memastikan koefisien Tax Buoyancy adalah 1,60 dan Tax Elasticity murni adalah 1,20.
### Langkah Penyelesaian 1. **Menghitung Persentase Pertumbuhan PDB dan Penerimaan Pajak:** $$\% \Delta Y = \frac{16.500 - 15.000}{15.000} \times 100\% = 10{,}0\%$$ $$\% \Delta T_{\text{total}} = \frac{1.740 - 1.500}{1.500} \times 100\% = \frac{240}{1.500} \times 100\% = 16{,}0\%$$ 2. **Menghitung Tax Buoyancy ...
Tax Buoyancy (E_B) = 1,60 dan Tax Elasticity Murni (E_E) = 1,20
\boxed{\text{Tax Buoyancy } (E_B) = 1{,}60 \quad \text{dan} \quad \text{Tax Elasticity Murni } (E_E) = 1{,}20}
LUMINA_EXP_00339
Kenegaraan & Manajemen Keuangan Publik
Evaluasi Efisiensi Belanja APBD Pembatasan Belanja Pegawai dan Belanja Modal
medium
Dalam evaluasi postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Kementerian Keuangan menetapkan batas kehati-hatian alokasi belanja daerah: Belanja Pegawai maksimal 30% dari total belanja, dan Belanja Modal minimal 20% dari total belanja. Sebuah kabupaten memiliki total APBD sebesar Rp 2.500.000.000.000 (Rp 2.5 Tr...
Kita menganalisis restrukturisasi efisiensi belanja APBD berdasarkan amanat UU Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah (UU HKPD). 1. Ketentuan Regulasi Batas Alokasi APBD: Berdasarkan Pasal 146 dan Pasal 147 UU No. 1 Tahun 2022 (UU HKPD): - Belanja Pegawai dibatasi maksimum $30\%$ dari total belanja APBD: $$\text{Batas Mak...
def apbd_allocation_analysis(): total_budget = 2500e9 personnel_actual = 950e9 capital_actual = 400e9 pct_personnel = (personnel_actual / total_budget) * 100.0 pct_capital = (capital_actual / total_budget) * 100.0 personnel_max_allowed = 0.30 * total_budget # 750 billion capital_m...
Alokasi Eksisting Belanja Pegawai: 38.0% Alokasi Eksisting Belanja Modal: 16.0% Pemangkasan Belanja Pegawai Wajib: Rp 200,000,000,000 Tambahan Belanja Modal Wajib: Rp 100,000,000,000
Verifikasi Python menunjukkan Belanja Pegawai eksisting 38% (wajib dipangkas Rp 200 Miliar) dan Belanja Modal 16% (wajib ditambah Rp 100 Miliar).
### Langkah Penyelesaian 1. **Menghitung Proporsi Belanja Eksisting:** - **Belanja Pegawai:** $\frac{950\text{ Miliar}}{2.500\text{ Miliar}} \times 100\% = \mathbf{38{,}0\%}$ - **Belanja Modal:** $\frac{400\text{ Miliar}}{2.500\text{ Miliar}} \times 100\% = \mathbf{16{,}0\%}$ 2. **Menentukan Batas Nominal Berda...
Eksisting: Pegawai 38%, Modal 16%; Pemangkasan Pegawai: Rp 200 Miliar, Tambahan Modal: Rp 100 Miliar
\boxed{\text{Eksisting: Pegawai } 38\%, \text{ Modal } 16\%; \quad \text{Pemangkasan Pegawai: Rp 200 Miliar, Tambahan Modal: Rp 100 Miliar}}
LUMINA_EXP_00340
Kenegaraan & Analisis Kebijakan Publik
Analisis Biaya Manfaat Sosial (Social CBA) Infrastruktur ENPV dan BCR
medium
Pemerintah mengevaluasi proyek infrastruktur publik sistem kereta komuter perkotaan dengan horizon evaluasi 3 tahun operasional. Investasi modal awal pada tahun ke-0 adalah I_0 = Rp 1.000.000.000.000 (Rp 1 Triliun). Arus manfaat sosial ekonomi bersih (penghematan waktu tempuh, reduksi polusi, dan penurunan kecelakaan l...
Kita menganalisis kelayakan ekonomi makro proyek infrastruktur publik melalui Social Cost-Benefit Analysis (CBA). 1. Parameter Evaluasi CBA: - Biaya Investasi Awal ($T = 0$): $C_0 = \text{Rp } 1.000$ Miliar ($10^{12}$). - Tingkat Diskonto Sosial (*Social Discount Rate*): $r = 10\% = 0{,}10$. - Arus manfaat sosial ekon...
def social_cba_analysis(): c0 = 1000e9 r = 0.10 benefits = [440e9, 484e9, 532.4e9] pv_b = sum(b / ((1.0 + r) ** t) for t, b in enumerate(benefits, 1)) enpv = pv_b - c0 bcr = pv_b / c0 return int(pv_b), int(enpv), bcr if __name__ == '__main__': pv, net_pv, ratio = social_cba_an...
PV Manfaat Sosial (PV_B): Rp 1,199,999,999,999 Economic NPV (ENPV): Rp 199,999,999,999 Benefit-Cost Ratio (BCR): 1.20 Kelayakan Proyek (BCR > 1 & ENPV > 0): Sangat Layak
Verifikasi diskonto Python membuktikan PV manfaat sosial Rp 1,2 Triliun, ENPV +Rp 200 Miliar, dan BCR = 1,20 (sangat layak).
### Langkah Penyelesaian 1. **Menghitung Present Value of Benefits ($PV_B$ pada diskonto $10\%$):** - Tahun 1: $\frac{440\text{ Miliar}}{1{,}10} = \text{Rp } 400\text{ Miliar}$ - Tahun 2: $\frac{484\text{ Miliar}}{1{,}21} = \text{Rp } 400\text{ Miliar}$ - Tahun 3: $\frac{532{,}4\text{ Miliar}}{1{,}331} = \tex...
PV_B = Rp 1.200.000.000.000, ENPV = +Rp 200.000.000.000, BCR = 1,20 (Layak)
\boxed{PV_B = \text{Rp } 1.200.000.000.000, \quad ENPV = +\text{Rp } 200.000.000.000, \quad BCR = 1{,}20\text{ (Layak)}}
LUMINA_EXP_00341
Hukum Perdata & Korporasi
Doktrin Penyingkapan Tabir Perseroan (Piercing the Corporate Veil) dan Undercapitalization
medium
Dalam doktrin hukum perseroan terbatas, tanggung jawab terbatas pemegang saham dapat diterobos (Piercing the Corporate Veil, Pasal 3 ayat 2 UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas) jika pemegang saham terbukti melakukan percampuran harta pribadi atau permodalan yang secara sengaja sangat tidak memadai (gross un...
Kita menganalisis doktrin hukum perdata bisnis *Piercing the Corporate Veil* (penyingkapan tabir perseroan) menurut Pasal 3 ayat (2) UU No. 40 Tahun 2007 (UUPT) dan uji kuantitatif *undercapitalization*. 1. Kerangka Yuridis UUPT: Pasal 3 ayat (1) UUPT menganut asas *separate legal entity* dan *limited liability*. Namu...
def corporate_veil_analysis(): equity = 50e6 debt = 5000e6 profit_withdrawn = 800e6 # 1. DER der = debt / equity # 2. Mandatory statutory reserve (20% under Art 70 UUPT) mandatory_reserve = 0.20 * equity return der, int(mandatory_reserve), int(debt) if __name__ == '__main...
Debt-to-Equity Ratio (DER): 100.0x (10000%) Cadangan Wajib yang Dilanggar (Pasal 70): Rp 10,000,000 Liabilitas Pribadi Terbuka: Rp 5,000,000,000
Verifikasi Python menunjukkan DER ekstrem 100x dan pelanggaran cadangan wajib Rp 10 Juta, membuktikan syarat penyingkapan tabir korporasi terpenuhi.
### Langkah Penyelesaian 1. **Rasio Utang terhadap Modal (*Debt-to-Equity Ratio*, DER):** $$\text{DER} = \frac{\text{Utang}}{\text{Modal Disetor}} = \frac{\text{Rp } 5.000.000.000}{\text{Rp } 50.000.000} = \mathbf{100\times \quad (10.000\%)}$$ 2. **Kewajiban Dana Cadangan Pasal 70 UUPT yang Dilanggar:** $$\text...
DER = 100x, Cadangan Wajib Dilanggar: Rp 10.000.000, Tabir Perseroan Dapat Diterobos
\boxed{\text{DER} = 100\times, \quad \text{Cadangan Wajib Dilanggar: Rp 10.000.000, Tabir Perseroan Dapat Diterobos}}
LUMINA_EXP_00342
Hukum Perdata & Asuransi Komersial
Prinsip Subrogasi dan Penalti Klausul Koasuransi Under-Insurance
medium
Sebuah gudang industri memiliki nilai pertanggungan sebenarnya (Actual Cash Value, ACV) sebesar Rp 10.000.000.000 (Rp 10 Miliar). Polis asuransi kebakaran gudang memuat klausul koasuransi standar sebesar 80% (80% Coinsurance Clause) dan klausul pengurangan risiko sendiri (Deductible) sebesar Rp 50.000.000 per klaim kej...
Kita menganalisis prinsip ganti rugi indemnity hukum asuransi komersial (Pasal 253 KUHD) dan penerapan Klausul Koasuransi (*Coinsurance Clause Penalty*). 1. Landasan Hukum Klausul Koasuransi: Dalam asuransi properti komersial, klausul koasuransi mensyaratkan tertanggung untuk mempertahankan nilai pertanggungan minimal...
def coinsurance_claim_calculation(): acv = 10e9 coinsurance_pct = 0.80 insured_amount = 6e9 loss = 2e9 deductible = 50e6 required_insurance = acv * coinsurance_pct # 8 billion recovery_ratio = insured_amount / required_insurance # 0.75 gross_payout = recovery_ratio * loss # ...
Rasio Pemulihan Koasuransi: 75.0% Ganti Rugi Dibayar Asuransi: Rp 1,450,000,000 Beban Kerugian Ditanggung Pemilik: Rp 550,000,000
Verifikasi Python menunjukkan ganti rugi asuransi bersih Rp 1.450.000.000 dan sisa kerugian ditanggung pemilik gudang Rp 550.000.000.
### Langkah Penyelesaian 1. **Formula Klausul Koasuransi Asuransi Properti:** $$\text{Ganti Rugi Kotor} = \left( \frac{\text{Pertanggungan yang Dibeli}}{\text{Syarat Koasuransi} \times \text{Nilai Sebenarnya}} \right) \times \text{Kerugian}$$ 2. **Menghitung Nilai Syarat dan Rasio Pemulihan:** - Nilai syarat mi...
Ganti Rugi Asuransi: Rp 1.450.000.000 dan Beban Pemilik: Rp 550.000.000
\boxed{\text{Ganti Rugi Asuransi: Rp 1.450.000.000} \quad \text{dan} \quad \text{Beban Pemilik: Rp 550.000.000}}
LUMINA_EXP_00343
Hukum Perdata & Hukum Keluarga
Pembagian Harta Bersama (Gono-Gini) Pasca Perceraian UU Perkawinan
medium
Dalam sengketa perceraian di Pengadilan Agama/Negeri, pembagian harta bersama (gono-gini) diatur berdasarkan Pasal 35 dan Pasal 37 UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan jo. Kompilasi Hukum Islam (KHI). Pasangan suami-istri yang bercerai tanpa perjanjian pranikah memiliki data aset sebagai berikut: - Tanah warisan mili...
Kita menganalisis pemisahan harta bawaan (*separate property*) versus harta bersama (*marital community property / gono-gini*) menurut UU Perkawinan dan KUHPerdata. 1. Kerangka Yuridis Pembagian Harta: Berdasarkan Pasal 35 UU No. 1 Tahun 1974: - Ayat (1): Harta benda yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta bers...
def marital_property_division(): separate_husband = 800e6 separate_wife = 200e6 house = 1600e6 cars = 500e6 joint_debt = 300e6 gross_joint_assets = house + cars net_joint_property = gross_joint_assets - joint_debt share_joint = net_joint_property / 2.0 total_husba...
Harta Bersama Neto (Gono-Gini): Rp 1,800,000,000 Bagian Masing-Masing dari Gono-Gini: Rp 900,000,000 Total Aset Akhir Suami: Rp 1,700,000,000 Total Aset Akhir Istri: Rp 1,100,000,000
Verifikasi Python memastikan harta bersama neto adalah Rp 1,8 Miliar, total aset akhir Suami Rp 1,7 Miliar dan Istri Rp 1,1 Miliar.
### Langkah Penyelesaian 1. **Identifikasi Harta Bawaan (Bukan Harta Bersama):** - Tanah warisan Suami: $\text{Rp } 800.000.000$ (tetap milik Suami) - Tabungan pribadi Istri: $\text{Rp } 200.000.000$ (tetap milik Istri) 2. **Menghitung Harta Bersama Bersih (*Net Community Property*):** $$\text{Aktiva Bersama...
Harta Bersama Neto: Rp 1.800.000.000; Total Akhir Suami: Rp 1.700.000.000; Istri: Rp 1.100.000.000
\boxed{\text{Harta Bersama Neto: Rp 1.800.000.000; Total Akhir Suami: Rp 1.700.000.000; Istri: Rp 1.100.000.000}}
LUMINA_EXP_00344
Hukum Perdata & Litigasi Bisnis
Penghitungan Bunga Moratoir Legal Pasal 1250 KUHPerdata pada Putusan Inkrah
medium
Dalam perkara sengketa wanprestasi perdata utang-piutang bisnis, tergugat dihukum membayar pokok utang sebesar P = Rp 500.000.000 kepada penggugat. Berdasarkan Pasal 1250 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) jo. Lembaran Negara (LN) Tahun 1848 No. 22, keterlambatan pembayaran perikatan yang semata-mata mengen...
Kita menganalisis perhitungan bunga moratoir yuridis perdata berdasarkan Pasal 1250 KUHPerdata dan yurisprudensi Mahkamah Agung. 1. Landasan Hukum Pasal 1250 KUHPerdata: - Pasal 1250 KUHPerdata menegaskan bahwa dalam perikatan yang hanya mengenai pembayaran sejumlah uang, penggantian biaya, rugi, dan bunga yang timbul...
def moratory_interest_calculation(): principal = 500e6 annual_rate = 0.06 # 6% per annum under LN 1848 No. 22 duration_months = 28 duration_years = duration_months / 12.0 interest = principal * annual_rate * duration_years total_execution = principal + interest return int(interest...
Bunga Moratoir (6% per tahun, 28 bulan): Rp 70,000,000 Total Kewajiban Eksekusi: Rp 570,000,000
Verifikasi Python menunjukkan bunga moratoir 28 bulan adalah Rp 70.000.000, menghasilkan total eksekusi Rp 570.000.000.
### Langkah Penyelesaian 1. **Dasar Hukum Bunga Moratoir Perdata (Pasal 1250 KUHPerdata):** Tingkat suku bunga legal undang-undang adalah $r = 6\%\text{ per tahun}$ bunga tunggal. 2. **Menghitung Jangka Waktu Keterlambatan:** Dari 1 Maret 2024 hingga 1 Juli 2026 adalah $28\text{ bulan}$: $$t = \frac{28}{12} ...
Bunga Moratoir: Rp 70.000.000 dan Total Eksekusi: Rp 570.000.000
\boxed{\text{Bunga Moratoir: Rp 70.000.000} \quad \text{dan} \quad \text{Total Eksekusi: Rp 570.000.000}}
LUMINA_EXP_00345
Hukum Perdata & Arbitrase Konstruksi
Klaim Disrupsi Produktivitas Tenaga Kerja Konstruksi Metode Measured Mile
medium
Dalam klaim ganti rugi sengketa konstruksi (Construction Claims & FIDIC), metode 'Measured Mile' merupakan standar emas yurisprudensi arbitrase internasional untuk membuktikan hilangnya produktivitas tenaga kerja akibat disrupsi dan perubahan desain oleh pemberi kerja (Employer). Data produktivitas riil kontraktor pada...
Kita menganalisis metodologi kuantitatif pembuktian klaim disrupsi produktivitas konstruksi metode *Measured Mile* (MCAA / SCL Protocol). 1. Landasan Yuridis Metode Measured Mile: Dalam sengketa arbitrase konstruksi internasional, metode *Measured Mile* membandingkan kinerja produktivitas kontraktor sendiri pada perio...
def measured_mile_claim(): unimpacted_qty = 4000.0 # meters unimpacted_hours = 8000.0 baseline_rate = unimpacted_hours / unimpacted_qty # 2.0 hrs/m impacted_qty = 6000.0 # meters actual_impacted_hours = 18000.0 should_take_hours = impacted_qty * baseline_rate # 12,000 hrs ...
Produktivitas Normal: 2.0 jam/meter Kehilangan Jam Kerja Akibat Disrupsi: 6,000 jam Total Nilai Tuntutan Ganti Rugi: Rp 900,000,000
Verifikasi Python menunjukkan produktivitas dasar 2 jam/meter, kehilangan 6.000 jam kerja disrupsi, dan nilai tuntutan ganti rugi Rp 900.000.000.
### Langkah Penyelesaian 1. **Produktivitas Dasar Periode Tidak Terganggu (*Measured Mile*):** $$R_{\text{baseline}} = \frac{8.000\text{ jam}}{4.000\text{ meter}} = \mathbf{2{,}0\text{ jam per meter}}$$ 2. **Jam Kerja yang Seharusnya Dibutuhkan pada Periode Terganggu:** $$H_{\text{seharusnya}} = 6.000\text{ met...
Produktivitas: 2,0 jam/m, Jam Disrupsi: 6.000 jam, Nilai Klaim: Rp 900.000.000
\boxed{\text{Produktivitas: } 2{,}0\text{ jam/m}, \quad \text{Jam Disrupsi: } 6.000\text{ jam}, \quad \text{Nilai Klaim: Rp 900.000.000}}
LUMINA_EXP_00346
Hukum Pengangkutan Udara Internasional
Penentuan Batas Tanggung Jawab Pengangkut Udara SDR Konvensi Montreal 1999
medium
Berdasarkan Konvensi Montreal 1999 (telah diratifikasi melalui Perpres No. 95 Tahun 2016), tanggung jawab pengangkut udara internasional dibatasi dalam satuan Hak Penarikan Khusus (Special Drawing Rights / SDR) IMF: - Batas tanggung jawab atas kerusakan/kehilangan bagasi tercatat adalah 1.288 SDR per penumpang (Pasal 2...
Kita menganalisis penetapan batas tanggung jawab hukum pengangkut udara internasional menurut Konvensi Montreal 1999 dan konversi SDR IMF. 1. Kerangka Yuridis Konvensi Montreal 1999: Konvensi Montreal 1999 memberlakukan sistem tanggung jawab bertingkat (*two-tier liability*) dan batas tanggung jawab mutlak menggunakan...
def montreal_convention_liability(): sdr_baggage = 1288 sdr_delay = 5346 sdr_rate_idr = 21000 baggage_idr = sdr_baggage * sdr_rate_idr delay_idr = sdr_delay * sdr_rate_idr total_idr = baggage_idr + delay_idr return baggage_idr, delay_idr, total_idr if __name__ == '__main__': b...
Ganti Rugi Bagasi (1.288 SDR): Rp 27,048,000 Ganti Rugi Keterlambatan (5.346 SDR): Rp 112,266,000 Total Maksimum Kompensasi: Rp 139,314,000
Verifikasi Python menunjukkan batas klaim bagasi Rp 27.048.000, keterlambatan Rp 112.266.000, dan total kompensasi Rp 139.314.000.
### Langkah Penyelesaian 1. **Batas Ganti Rugi Kehilangan Bagasi (1.288 SDR):** $$\text{Kompensasi Bagasi} = 1.288 \times \text{Rp } 21.000 = \mathbf{\text{Rp } 27.048.000}$$ 2. **Batas Ganti Rugi Keterlambatan Penerbangan (5.346 SDR):** $$\text{Kompensasi Keterlambatan} = 5.346 \times \text{Rp } 21.000 = \math...
Bagasi: Rp 27.048.000, Keterlambatan: Rp 112.266.000, Total: Rp 139.314.000
\boxed{\text{Bagasi: Rp 27.048.000, Keterlambatan: Rp 112.266.000, Total: Rp 139.314.000}}
LUMINA_EXP_00347
Hukum Persaingan Usaha & Regulasi Bisnis
Penetapan Sanksi Denda Kartel KPPU Berdasarkan Laba Bersih dan Omzet
medium
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menjatuhkan sanksi denda persekongkolan kartel penetapan harga (price fixing) berdasarkan UU No. 5 Tahun 1999 jo. PP No. 44 Tahun 2021 tentang Pengenaan Sanksi Denda Persaingan Usaha. Ketentuan hukum membatasi besaran denda administratif maksimal sebesar: Paling banyak 50% dari k...
Kita menganalisis formula sanksi denda persaingan usaha tidak sehat KPPU berdasarkan UU No. 5 Tahun 1999 jo. UU Cipta Kerja dan PP No. 44 Tahun 2021. 1. Kerangka Yuridis Sanksi KPPU: Berdasarkan Pasal 118 UU Cipta Kerja jo. Pasal 12 PP No. 44 Tahun 2021: Besaran denda pokok pelanggaran praktik monopoli dan persaingan ...
def kppu_antitrust_fine(): omzet = 200e9 net_profit = 30e9 overcharge = 18e9 max_fine_profit = 0.50 * net_profit # 15 billion max_fine_omzet = 0.10 * omzet # 20 billion highest_legal_ceiling = max(max_fine_profit, max_fine_omzet) return int(max_fine_profit), int(max_fi...
Plafon 50% Laba Bersih: Rp 15,000,000,000 Plafon 10% Total Omzet: Rp 20,000,000,000 Plafon Denda Maksimal Tertinggi: Rp 20,000,000,000
Verifikasi Python memastikan plafon denda 50% laba bersih Rp 15 Miliar, 10% omzet Rp 20 Miliar, dan plafon tertinggi adalah Rp 20 Miliar.
### Langkah Penyelesaian 1. **Plafon Berdasarkan Kriteria 50% Keuntungan Bersih:** $$\text{Plafon}_A = 50\% \times \text{Rp } 30.000.000.000 = \mathbf{\text{Rp } 15.000.000.000 \quad (\text{Rp } 15\text{ Miliar})}$$ 2. **Plafon Berdasarkan Kriteria 10% Nilai Penjualan (Omzet):** $$\text{Plafon}_B = 10\% \times ...
50% Laba: Rp 15.000.000.000, 10% Omzet: Rp 20.000.000.000, Plafon Tertinggi: Rp 20.000.000.000
\boxed{50\% \text{ Laba: Rp 15.000.000.000, } 10\% \text{ Omzet: Rp 20.000.000.000, Plafon Tertinggi: Rp 20.000.000.000}}
LUMINA_EXP_00348
Hukum Agraria & Pengadaan Tanah Publik
Penilaian Ganti Kerugian Pengadaan Tanah Kerugian Fisik dan Premi Solatium
medium
Dalam pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum (UU No. 2 Tahun 2012 jo. PP No. 19 Tahun 2021), ganti kerugian yang dinilai oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) wajib menganut prinsip 'Ganti Untung' yang mencakup Kerugian Fisik (Material) dan Kerugian Non-Fisik (Immaterial/Solatium). Data penilaian terh...
Kita menganalisis metodologi penilaian ganti kerugian pengadaan tanah skala publik berdasarkan Standar Penilaian Indonesia (SPI 204) dan UU Pengadaan Tanah. 1. Landasan Hukum Penilaian Ganti Kerugian: Berdasarkan UU No. 2 Tahun 2012 dan PP No. 19 Tahun 2021: Ganti kerugian bersifat komprehensif, terbagi menjadi: - **K...
def land_acquisition_compensation(): land = 1200e6 building = 600e6 plants = 100e6 physical_total = land + building + plants moving_cost = 25e6 business_loss = 75e6 solatium = 0.20 * (land + building) # 20% of 1.8 billion = 360 million non_physical_total = moving_cost + b...
Kerugian Fisik: Rp 1,900,000,000 Premi Solatium: Rp 360,000,000 Kerugian Non-Fisik Total: Rp 460,000,000 Total Santunan Ganti Kerugian: Rp 2,360,000,000
Verifikasi Python menunjukkan kerugian fisik Rp 1,9 Miliar, non-fisik Rp 460 Juta (termasuk Solatium Rp 360 Juta), total ganti rugi Rp 2,36 Miliar.
### Langkah Penyelesaian 1. **Menghitung Total Kerugian Fisik:** $$K_{\text{fisik}} = 1.200.000.000 + 600.000.000 + 100.000.000 = \mathbf{\text{Rp } 1.900.000.000}$$ 2. **Menghitung Total Kerugian Non-Fisik:** - Premi Solatium ($20\%$ dari tanah dan bangunan): $$\text{Solatium} = 20\% \times (1.200.000.000...
Fisik: Rp 1.900.000.000, Non-Fisik: Rp 460.000.000, Total Ganti Rugi: Rp 2.360.000.000
\boxed{\text{Fisik: Rp 1.900.000.000, Non-Fisik: Rp 460.000.000, Total Ganti Rugi: Rp 2.360.000.000}}
LUMINA_EXP_00349
Hukum Hak Kekayaan Intelektual (HAKI)
Penghitungan Royalti Hak Cipta Performing Rights Musik Rumah Bernyanyi PP 56/2021
medium
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/atau Musik jo. Keputusan Menteri Hukum dan HAM, Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) menetapkan tarif royalti hak mengumumkan (performing rights) untuk tempat karaoke komersial sebagai berikut: - Karaoke Keluarga: di...
Kita menganalisis formula royalti hak cipta musik performing rights berdasarkan PP No. 56 Tahun 2021 dan Kepmenkumham mengenai LMKN. 1. Dasar Hukum Penarikan Royalti Musik: PP No. 56 Tahun 2021 mewajibkan setiap orang atau badan usaha komersial yang memanfaatkan musik untuk layanan publik komersial membayar royalti me...
def music_royalty_calculation(): rooms = 20 days = 300 daily_rate_per_room = 12000 gross_royalty = rooms * days * daily_rate_per_room lmkn_admin_cut = 0.20 * gross_royalty net_distribution = gross_royalty - lmkn_admin_cut return gross_royalty, int(lmkn_admin_cut), int(net_distribut...
Royalti Bruto Tahunan: Rp 72,000,000 Potongan Operasional LMKN (20%): Rp 14,400,000 Royalti Bersih untuk Pencipta (80%): Rp 57,600,000
Verifikasi Python memastikan royalti bruto Rp 72.000.000, potongan LMKN Rp 14.400.000, dan royalti bersih pencipta Rp 57.600.000.
### Langkah Penyelesaian 1. **Menghitung Total Royalti Bruto Tahunan:** $$R_{\text{bruto}} = 20\text{ ruang} \times 300\text{ hari} \times \text{Rp } 12.000\text{/hari} = \mathbf{\text{Rp } 72.000.000}$$ 2. **Menghitung Potongan Operasional LMKN ($20\%$):** $$C_{\text{LMKN}} = 20\% \times \text{Rp } 72.000.000 ...
Royalti Bruto: Rp 72.000.000, Potongan LMKN: Rp 14.400.000, Royalti Bersih: Rp 57.600.000
\boxed{\text{Royalti Bruto: Rp 72.000.000, Potongan LMKN: Rp 14.400.000, Royalti Bersih: Rp 57.600.000}}
LUMINA_EXP_00350
Hukum Lingkungan Hidup & Valuasi Ekologis
Penghitungan Ganti Rugi Kerusakan Lingkungan Pendekatan Biaya Pemulihan UU PPLH
medium
Berdasarkan Pasal 87 UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH) jo. Permen LH No. 7 Tahun 2014, ganti rugi pencemaran lingkungan hidup dihitung menggunakan pendekatan Biaya Pemulihan Ekologis (Restoration Cost Approach) dan valuasi kerugian jasa lingkungan. Sebuah korporasi per...
Kita menganalisis penghitungan ganti rugi kerusakan lingkungan perdata hukum lingkungan hidup (UU PPLH jo. Permen LH No. 7/2014). 1. Kerangka Yuridis Valuasi Lingkungan Hidup: Berdasarkan Pasal 87 ayat (1) UU No. 32 Tahun 2009: Setiap penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yang melakukan perbuatan melanggar hukum be...
def environmental_damage_valuation(): area_ha = 50.0 duration_years = 3.0 remediation_rate = 40e6 # per ha replanting_rate = 60e6 # per ha ecosystem_service_rate_per_year = 50e6 # per ha per year total_remediation = area_ha * remediation_rate total_replanting = area_ha * replan...
Biaya Remediasi: Rp 2,000,000,000 Biaya Reboisasi Fisik: Rp 3,000,000,000 Kerugian Jasa Ekosistem (3 thn): Rp 7,500,000,000 Total Ganti Rugi Pemulihan Lingkungan: Rp 12,500,000,000
Verifikasi Python memastikan remediasi Rp 2 Miliar, reboisasi Rp 3 Miliar, jasa ekosistem Rp 7,5 Miliar, dan total ganti rugi Rp 12.500.000.000.
### Langkah Penyelesaian 1. **Biaya Pembersihan Limbah dan Remediasi Tanah:** $$C_{\text{remediasi}} = 50\text{ ha} \times \text{Rp } 40.000.000\text{/ha} = \mathbf{\text{Rp } 2.000.000.000}$$ 2. **Biaya Reboisasi Fisik Ekosistem Mangrove:** $$C_{\text{reboisasi}} = 50\text{ ha} \times \text{Rp } 60.000.000\tex...
Remediasi: Rp 2 Miliar, Reboisasi: Rp 3 Miliar, Jasa Ekologis: Rp 7,5 Miliar, Total: Rp 12.500.000.000
\boxed{\text{Remediasi: Rp 2 Miliar, Reboisasi: Rp 3 Miliar, Jasa Ekologis: Rp 7,5 Miliar, Total: Rp 12.500.000.000}}
LUMINA_EXP_00351
Matematika Dasar & Aljabar Elementer
Sistem Persamaan Linier Masalah Umur Keluarga Lintas Waktu
short
Lima tahun yang lalu, umur seorang ayah adalah 4 kali umur anaknya. Tiga tahun yang akan datang, jumlah umur ayah dan anaknya adalah 61 tahun. Berapakah umur ayah dan umur anak tersebut saat ini, dan berapa tahunkah selisih umur mereka?
Kita membedah permasalahan sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) bertingkat waktu pada aritmetika sekolah dasar. 1. Pendefinisian Variabel Waktu Sekarang: Misalkan: - $A$: umur ayah saat ini (dalam tahun). - $B$: umur anak saat ini (dalam tahun). 2. Pemodelan Kondisi Pertama (5 Tahun Lalu): Lima tahun yang lal...
def family_age_calculation(): # 5 years ago: A - 5 = 4 * (B - 5) => A - 4B = -15 # In 3 years: (A + 3) + (B + 3) = 61 => A + B = 55 # 5B = 55 + 15 = 70 => B = 14 b_now = (55 + 15) // 5 a_now = 55 - b_now diff = a_now - b_now # Assertions assert (a_now - 5) == 4 * (b_now - 5) ...
Umur Ayah Saat Ini: 41 tahun Umur Anak Saat Ini: 14 tahun Selisih Umur: 27 tahun
Verifikasi aljabar Python membuktikan umur Ayah 41 tahun, anak 14 tahun, dan selisih umur keduanya 27 tahun.
### Langkah Penyelesaian 1. **Membuat Model Matematika:** Misalkan $A$ adalah umur Ayah saat ini dan $B$ adalah umur Anak saat ini. - **Kondisi 5 tahun lalu:** $$A - 5 = 4(B - 5) \implies A = 4B - 15 \quad \text{...(1)}$$ - **Kondisi 3 tahun yang akan datang:** $$(A + 3) + (B + 3) = 61 \implies A + ...
Ayah: 41 tahun, Anak: 14 tahun, Selisih: 27 tahun
\boxed{\text{Ayah: } 41\text{ tahun, Anak: } 14\text{ tahun, Selisih: } 27\text{ tahun}}
LUMINA_EXP_00352
Matematika Dasar & Aritmetika Sosial
Perbandingan Berbalik Nilai Konsumsi Cadangan Pakan Ternak
short
Seorang peternak memiliki persediaan pakan konsentrat yang cukup untuk memberi makan 60 ekor sapi selama 24 hari. Setelah berjalan selama 4 hari, peternak tersebut membeli lagi 20 ekor sapi tambahan dari pasar hewan. Jika porsi jatah makan setiap ekor sapi per hari diasumsikan tetap sama, berapa harikah sisa persediaan...
Kita menganalisis perbandingan berbalik nilai pada logistik konsumsi pakan ternak. 1. Konsep Total Cadangan Pakan (Sapi-Hari): Beban konsumsi diukur dalam satuan ternak-hari (*cow-days*). Persediaan awal: $$P_{\text{total}} = 60 \text{ ekor} \times 24 \text{ hari} = 1.440 \text{ cow-days}$$ 2. Konsumsi Selama 4 Hari ...
def cattle_feed_calculation(): initial_cows = 60 initial_days = 24 days_elapsed = 4 added_cows = 20 total_feed = initial_cows * initial_days # 1440 feed_used = initial_cows * days_elapsed # 240 remaining_feed = total_feed - feed_used # 1200 total_cows_now = initial_cows + ...
Total Cadangan Pakan: 1440 cow-days Sisa Pakan: 1200 cow-days Populasi Baru: 80 ekor Sisa Hari Pakan Bertahan: 15 hari
Verifikasi Python memastikan sisa pakan 1.200 cow-days akan habis dalam tepat 15 hari untuk 80 ekor sapi.
### Langkah Penyelesaian 1. **Menghitung Total Cadangan Pakan Awal:** $$\text{Total Pakan} = 60\text{ ekor} \times 24\text{ hari} = 1.440\text{ satuan pakan}$$ 2. **Menghitung Sisa Pakan Setelah 4 Hari:** $$\text{Pakan Terpakai} = 60\text{ ekor} \times 4\text{ hari} = 240\text{ satuan pakan}$$ $$\text{Sisa P...
15 hari
\boxed{15\text{ hari}}
LUMINA_EXP_00353
Matematika Dasar & Geometri Datar
Luas Daerah Irisan Dua Seperempat Lingkaran (Bentuk Daun)
short
Di dalam sebuah persegi ABCD dengan panjang sisi s = 14 cm, digambar dua buah busur seperempat lingkaran. Busur pertama berpusat di titik B dengan jari-jari r = 14 cm menghubungkan titik A dan C. Busur kedua berpusat di titik D dengan jari-jari r = 14 cm juga menghubungkan titik A dan C. Kedua busur tersebut berpotonga...
Kita menganalisis luas daerah irisan dua sektor lingkaran di dalam bujur sangkar (bentuk daun simetris). 1. Karakterisasi Geometris: - Persegi $ABCD$ berdimensi $s \times s$ dengan $s = 14$ cm. - Luas persegi: $$L_{\text{persegi}} = s^2 = 14 \times 14 = 196 \text{ cm}^2$$ - Sektor pertama berpusat di $B$ adalah sepere...
def overlapping_quarter_circles(): s = 14 pi_num = 22 pi_den = 7 area_square = s * s # 196 area_one_sector = (pi_num * s * s) // (4 * pi_den) # 154 # Method 1: 2 * sector - square area_leaf_1 = 2 * area_one_sector - area_square # 112 # Method 2: 2 * segment area_tri...
Luas Persegi: 196 cm^2 Luas Seperempat Lingkaran: 154 cm^2 Luas Daerah Daun (Lensa): 112 cm^2
Verifikasi Python menunjukkan luas seperempat lingkaran 154 cm² dan luas persegi 196 cm², menghasilkan luas daerah daun tepat 112 cm².
### Langkah Penyelesaian 1. **Menghitung Luas Persegi:** $$L_{\text{persegi}} = 14\text{ cm} \times 14\text{ cm} = 196\text{ cm}^2$$ 2. **Menghitung Luas Seperempat Lingkaran:** $$L_{\text{sektor}} = \frac{1}{4} \times \frac{22}{7} \times 14^2 = \frac{1}{4} \times 616 = 154\text{ cm}^2$$ 3. **Menghitung Luas D...
112 cm^2
\boxed{112\text{ cm}^2}
LUMINA_EXP_00354
Matematika Dasar & Teori Bilangan Elementer
Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) Tiga Periode Patroli Waktu
short
Tiga regu petugas keamanan ronda malam (Regu A, Regu B, dan Regu C) memukul kentongan tanda patroli dengan interval waktu berkala: Regu A memukul kentongan setiap 20 menit, Regu B setiap 30 menit, dan Regu C setiap 45 menit. Jika ketiga regu memukul kentongan secara bersamaan pertama kali tepat pada pukul 21.00: (1) Be...
Kita menganalisis Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari tiga bilangan pada aritmetika pembagian waktu. 1. Faktorisasi Prima Interval Waktu: - Regu A: $t_A = 20 = 2^2 \times 5$ menit. - Regu B: $t_B = 30 = 2 \times 3 \times 5$ menit. - Regu C: $t_C = 45 = 3^2 \times 5$ menit. 2. Menghitung KPK(20, 30, 45): Mengamb...
import math def lcm(a, b): return (a * b) // math.gcd(a, b) def security_patrol_sync(): t_a = 20 t_b = 30 t_c = 45 lcm_ab = lcm(t_a, t_b) lcm_total = lcm(lcm_ab, t_c) start_hour = 21 hours_added = lcm_total // 60 end_hour = (start_hour + hours_added) % 24 strikes...
Interval KPK: 180 menit (3 jam) Waktu Bersamaan Kedua: Pukul 00.00 Ketukan Selama Selang: Regu A = 9, Regu B = 6, Regu C = 4
Verifikasi aljabar Python memastikan KPK dari 20, 30, dan 45 adalah 180 menit (3 jam), sehingga berbunyi bersama lagi pada pukul 00.00.
### Langkah Penyelesaian 1. **Menghitung Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK):** - $20 = 2^2 \times 5$ - $30 = 2 \times 3 \times 5$ - $45 = 3^2 \times 5$ $$\text{KPK}(20, 30, 45) = 2^2 \times 3^2 \times 5 = 4 \times 9 \times 5 = \mathbf{180\text{ menit}} \quad (3\text{ jam})$$ 2. **Menentukan Jam Pemukula...
180 menit (Pukul 00.00), Regu A: 9 kali, Regu B: 6 kali, Regu C: 4 kali
\boxed{180\text{ menit (Pukul } 00.00\text{), Regu A: 9 kali, Regu B: 6 kali, Regu C: 4 kali}}
LUMINA_EXP_00355
Matematika Dasar & Aritmetika Sosial
Penetapan Harga Jual dengan Penyusutan Barang Rusak dan Target Laba
short
Seorang pedagang buah membeli 2 kuintal (200 kg) mangga arumanis dengan harga beli total Rp 2.400.000. Biaya sewa transportasi angkutan adalah Rp 300.000. Setelah dilakukan penyortiran di kios, ditemukan bahwa 10% dari berat mangga tersebut mengalami kebusukan/rusak sehingga tidak dapat dijual. Jika pedagang menghendak...
Kita menganalisis aritmetika sosial persentase keuntungan dengan penyusutan berat barang dagangan. 1. Identifikasi Total Modal yang Dikeluarkan: - Berat awal mangga: $W_0 = 2 \text{ kuintal} = 200 \text{ kg}$. - Biaya pembelian: Rp 2.400.000. - Biaya transportasi: Rp 100.000. - Total modal pengeluaran (*Total Cost*): ...
def mango_pricing_calculation(): weight_kg = 200 purchase_price = 2400000 transport_cost = 300000 spoilage_rate = 0.10 target_profit_rate = 0.20 total_cost = purchase_price + transport_cost # 2,700,000 target_revenue = total_cost * (1.0 + target_profit_rate) # 3,240,000 good_...
Total Modal: Rp 2,700,000 Target Pendapatan (Laba 20%): Rp 3,240,000 Mangga Layak Jual: 180 kg Harga Jual per kg: Rp 18,000
Komputasi Python memverifikasi modal Rp 2,7 Juta dan target penjualan Rp 3,24 Juta menghasilkan harga jual tepat Rp 18.000 per kg.
### Langkah Penyelesaian 1. **Menghitung Total Modal Pengeluaran:** $$TC = \text{Harga Beli} + \text{Transportasi} = 2.400.000 + 300.000 = \text{Rp } 2.700.000$$ 2. **Menghitung Target Penerimaan (Laba 20%):** $$TR = 2.700.000 \times (1 + 0{,}20) = 2.700.000 \times 1{,}20 = \text{Rp } 3.240.000$$ 3. **Menghitu...
Rp 18.000 per kg
\boxed{\text{Rp } 18.000\text{ per kg}}
LUMINA_EXP_00356
Matematika Dasar & Geometri Ruang
Kerangka Balok Kawat dan Maksimalisasi Volume Balok Bujursangkar
medium
Seorang siswa memiliki seutas kawat sepanjang 120 cm yang akan digunakan seluruhnya tanpa sisa untuk membuat kerangka balok. Balok tersebut dirancang memiliki alas berbentuk bujur sangkar (persegi) dengan panjang sisi alas x cm dan tinggi balok y cm. (1) Tentukan persamaan hubungan antara tinggi balok y dan sisi alas x...
Kita menganalisis geometri ruang kerangka balok dan optimasi kalkulus/aljabar kuadratik volume balok beralas persegi. 1. Analisis Panjang Kerangka Kawat: Balok memiliki 12 rusuk: 4 rusuk panjang, 4 rusuk lebar, dan 4 rusuk tinggi. Karena alas berbentuk persegi, panjang = lebar $= x$, dan tinggi $= y$. Total panjang ke...
def cuboid_frame_optimization(): wire_length = 120 # 8x + 4y = 120 => y = 30 - 2x # Case x = 8 x_sample = 8 y_sample = 30 - 2 * x_sample # 14 vol_sample = (x_sample ** 2) * y_sample # 896 # Optimization: V(x) = 30x^2 - 2x^3 => dV/dx = 60x - 6x^2 = 0 => x = 10 x_opt = 10 y...
Pada x = 8 cm: y = 14 cm, Volume = 896 cm^3 Ukuran Optimal (Kubus): x = 10 cm, y = 10 cm Volume Maksimum: 1000 cm^3
Verifikasi Python menunjukkan pada x = 8 cm volume adalah 896 cm³, dan volume maksimum tercapai pada bentuk kubus x = y = 10 cm sebesar 1.000 cm³.
### Langkah Penyelesaian 1. **Hubungan Panjang Rusuk Kerangka Balok:** $$8x + 4y = 120 \implies \mathbf{y = 30 - 2x}$$ 2. **Evaluasi pada $x = 8\text{ cm}$:** $$y = 30 - 2(8) = \mathbf{14\text{ cm}}$$ $$V = 8^2 \times 14 = 64 \times 14 = \mathbf{896\text{ cm}^3}$$ 3. **Menentukan Volume Maksimum:** $$V(x...
y = 30 - 2x; Pada x=8 cm: y=14 cm, V=896 cm^3; Maksimum: x=10 cm, y=10 cm, V_max=1.000 cm^3
\boxed{y = 30 - 2x; \quad \text{Pada } x=8\text{ cm: } y=14\text{ cm}, V=896\text{ cm}^3; \quad \text{Maksimum: } x=10\text{ cm}, y=10\text{ cm}, V_{\max}=1.000\text{ cm}^3}
LUMINA_EXP_00357
Matematika Dasar & Statistika Deskriptif
Penentuan Rasio Sampel dari Rata-rata Nilai Gabungan
short
Nilai rata-rata ujian matematika seluruh siswa di suatu kelas adalah 78. Nilai rata-rata siswa laki-laki adalah 75, sedangkan nilai rata-rata siswa perempuan adalah 83. Jika jumlah total seluruh siswa dalam kelas tersebut adalah 40 orang: (1) Tentukan perbandingan rasio jumlah siswa laki-laki terhadap siswa perempuan d...
Kita menganalisis rata-rata gabungan terbobot (*weighted average*) dan penentuan rasio bagian sampel. 1. Model Rata-rata Gabungan: Misalkan: - $n_L$: jumlah siswa laki-laki. - $n_P$: jumlah siswa perempuan. - Total siswa: $n_L + n_P = 40$. - Rata-rata laki-laki: $\bar{x}_L = 75$. - Rata-rata perempuan: $\bar{x}_P = 83...
def gender_ratio_scores(): mean_total = 78 mean_boys = 75 mean_girls = 83 total_students = 40 # 3 * n_boys = 5 * n_girls => ratio 5 : 3 ratio_b = mean_girls - mean_total # 83 - 78 = 5 ratio_g = mean_total - mean_boys # 78 - 75 = 3 ratio_sum = ratio_b + ratio_g # 8 b...
Rasio Laki-laki : Perempuan = 5:3 Jumlah Siswa Laki-laki: 25 orang Jumlah Siswa Perempuan: 15 orang
Verifikasi Python menunjukkan rasio laki-laki terhadap perempuan adalah 5:3, dengan 25 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan.
### Langkah Penyelesaian 1. **Menyusun Persamaan Rata-rata Gabungan:** $$78(n_L + n_P) = 75 n_L + 83 n_P$$ $$78 n_L - 75 n_L = 83 n_P - 78 n_P$$ $$3 n_L = 5 n_P \implies \frac{n_L}{n_P} = \mathbf{\frac{5}{3} \quad (5 : 3)}$$ 2. **Menghitung Jumlah Siswa Laki-laki dan Perempuan:** Total bagian rasio: $5 + ...
Rasio 5 : 3, Laki-laki: 25 orang, Perempuan: 15 orang
\boxed{\text{Rasio } 5 : 3, \quad \text{Laki-laki: } 25\text{ orang}, \quad \text{Perempuan: } 15\text{ orang}}
LUMINA_EXP_00358
Matematika Dasar & Kinematika Relatif
Kecepatan Relatif Perahu Motor Searah dan Melawan Arus Sungai
short
Sebuah perahu motor menempuh rute bolak-balik di sebuah sungai yang memiliki kecepatan arus air konstan. Saat melaju searah arus sungai (downstream), perahu menempuh jarak 36 km dalam waktu 2 jam. Namun saat kembali ke dermaga awal melawan arus sungai (upstream), perahu membutuhkan waktu 3 jam untuk menempuh jarak yang...
Kita menganalisis gerak lurus relatif perahu terhadap arus sungai. 1. Model Kecepatan Efektif: Misalkan: - $v_p$: kecepatan perahu motor di air tenang (km/jam). - $v_a$: kecepatan arus sungai (km/jam). - Kecepatan searah arus (*downstream*): $$v_{\text{down}} = v_p + v_a$$ - Kecepatan melawan arus (*upstream*): $$v_{\...
def river_boat_speed(): dist = 36.0 t_down = 2.0 t_up = 3.0 v_down = dist / t_down # 18 v_up = dist / t_up # 12 v_boat = (v_down + v_up) / 2.0 # 15 v_current = (v_down - v_up) / 2.0 # 3 return v_boat, v_current if __name__ == '__main__': vb, vc = river_boat_sp...
Kecepatan Perahu Air Tenang: 15.0 km/jam Kecepatan Arus Sungai: 3.0 km/jam
Verifikasi Python memastikan kecepatan perahu di air tenang adalah 15 km/jam dan kecepatan arus sungai 3 km/jam.
### Langkah Penyelesaian 1. **Menghitung Kecepatan Efektif Searah dan Melawan Arus:** $$v_{\text{searah}} = \frac{36\text{ km}}{2\text{ jam}} = 18\text{ km/jam}$$ $$v_{\text{melawan}} = \frac{36\text{ km}}{3\text{ jam}} = 12\text{ km/jam}$$ 2. **Menyelesaikan Sistem Kecepatan:** $$v_p + v_a = 18$$ $$v_p -...
Perahu Air Tenang: 15 km/jam, Arus Sungai: 3 km/jam
\boxed{\text{Perahu Air Tenang: } 15\text{ km/jam}, \quad \text{Arus Sungai: } 3\text{ km/jam}}
LUMINA_EXP_00359
Matematika Dasar & Konversi Pengukuran
Konversi Satuan Luas Tanah Tradisional Jawa (Bahu, Anggar, Ru) ke Meter Persegi
short
Dalam pengukuran tanah tradisional masyarakat agraris di Jawa, satuan luas tanah menggunakan istilah: - 1 Ru (atau 1 Ubin/Tumbak) = 14.1875 m^2 (didefinisikan dari 3.75 m x 3.75 m). - 1 Anggar = 25 Ru. - 1 Bahu (Bau) = 500 Ru (setara dengan 7.093,75 m^2). Seorang petani memiliki sebidang sawah produktif seluas 2 Bahu, ...
Kita menganalisis konversi satuan pengukuran luas lahan tradisional Jawa (Bahu, Anggar, Ru/Ubin). 1. Hubungan Tangga Satuan Adat: - $1 \text{ Ru} = 14{,}1875 \text{ m}^2 = \frac{227}{16} \text{ m}^2$. - $1 \text{ Anggar} = 25 \text{ Ru}$. - $1 \text{ Bahu} = 500 \text{ Ru} = 20 \text{ Anggar}$. 2. Menghitung Luas Tot...
def javanese_land_units(): bahu_to_ru = 500 anggar_to_ru = 25 ru_to_m2 = 14.1875 bahu_count = 2 anggar_count = 6 ru_count = 12 total_ru = (bahu_count * bahu_to_ru) + (anggar_count * anggar_to_ru) + ru_count total_m2 = total_ru * ru_to_m2 return total_ru, total_m2 if _...
Total Luas dalam Ru: 1162 Ru Total Luas dalam m^2: 16485.875 m^2
Verifikasi Python menunjukkan luas total adalah 1.162 Ru yang setara dengan eksak 16.485,875 m².
### Langkah Penyelesaian 1. **Konversi ke Satuan Ru:** - $2\text{ Bahu} = 2 \times 500 = 1.000\text{ Ru}$ - $6\text{ Anggar} = 6 \times 25 = 150\text{ Ru}$ - $12\text{ Ru} = 12\text{ Ru}$ $$\text{Total Luas (Ru)} = 1.000 + 150 + 12 = \mathbf{1.162\text{ Ru}}$$ 2. **Konversi ke Satuan Meter Persegi ($m^2$)...
1.162 Ru dan 16.485,875 m^2
\boxed{1.162\text{ Ru} \quad \text{dan} \quad 16.485{,}875\text{ m}^2}
LUMINA_EXP_00360
Matematika Dasar & Pola Bilangan
Pola Barisan Aritmetika Batang Korek Api Jaring-jaring Persegi
short
Batang korek api disusun membentuk jaring-jaring persegi berukuran 2 x n petak persegi (2 baris dan n kolom). - Untuk n = 1 (petak 2 x 1), dibutuhkan 7 batang korek api. - Untuk n = 2 (petak 2 x 2), dibutuhkan 12 batang korek api. - Untuk n = 3 (petak 2 x 3), dibutuhkan 17 batang korek api. (1) Tentukan rumus umum suku...
Kita menganalisis pola deret aritmetika konfigurasi batang korek api pada kisi 2 x n. 1. Identifikasi Barisan Bilangan: - $n = 1$: $U_1 = 7$ batang. - $n = 2$: $U_2 = 12$ batang. - $n = 3$: $U_3 = 17$ batang. Selisih antar-suku berturutan: $$b = U_2 - U_1 = 12 - 7 = 5$$ $$b = U_3 - U_2 = 17 - 12 = 5$$ Barisan merupaka...
def matchstick_grid_pattern(): # U_n = 5n + 2 u1 = 5 * 1 + 2 # 7 u2 = 5 * 2 + 2 # 12 u3 = 5 * 3 + 2 # 17 # Target n = 20 n_sample = 20 sticks_for_20 = 5 * n_sample + 2 # 102 # Solve for 102 sticks target_sticks = 102 n_from_sticks = (target_sticks - 2) // 5 ...
Rumus: U_n = 5n + 2 Batang untuk n = 20: 102 batang Kolom dari 102 batang: n = 20
Verifikasi aljabar Python memastikan rumus Un = 5n + 2, pada n = 20 membutuhkan tepat 102 batang.
### Langkah Penyelesaian 1. **Menentukan Rumus Suku ke-$n$ ($U_n$):** Barisan memiliki suku awal $a = 7$ dan beda $b = 5$: $$U_n = a + (n - 1)b = 7 + (n - 1)5 = \mathbf{5n + 2}$$ 2. **Banyaknya Batang Korek Api pada $n = 20$:** $$U_{20} = 5(20) + 2 = 100 + 2 = \mathbf{102\text{ batang}}$$ 3. **Menentukan Ba...
U_n = 5n + 2, U_20 = 102 batang, n = 20 kolom
\boxed{U_n = 5n + 2, \quad U_{20} = 102\text{ batang}, \quad n = 20\text{ kolom}}
LUMINA_EXP_00361
Sains Politik & Rekayasa Pemilu
Indeks Disproporsionalitas Sainte-Laguë (SLI) Terhadap Alokasi Kursi
medium
Dalam kajian evaluasi sistem pemilu proporsional, Indeks Disproporsionalitas Sainte-Laguë (Sainte-Laguë Index / SLI) mengukur distorsi alokasi kursi terhadap perolehan suara partai dengan formula: SLI = sum_{i=1}^k (s_i - v_i)^2 / v_i, di mana s_i adalah persentase perolehan kursi partai ke-i dan v_i adalah persentase ...
Kita menganalisis Indeks Disproporsionalitas Sainte-Laguë (SLI) dalam rekayasa sistem pemilu komparatif. 1. Landasan Teoretis Indeks Sainte-Laguë: Berbeda dengan Indeks Gallagher yang mengambil akar kuadrat dari setengah jumlah kuadrat selisih ($Lsq$), Indeks Sainte-Laguë menimbang deviasi kuadrat secara relatif terha...
from fractions import Fraction def sainte_lague_disproportionality(): parties = [ {"name": "A", "v": 50, "s": 60}, {"name": "B", "v": 30, "s": 25}, {"name": "C", "v": 20, "s": 15}, ] sli_terms = [] sli_sum_frac = Fraction(0, 1) for p in parties: diff = p["s...
Suku Per Partai: [2.0, 0.8333333333333334, 1.25] Indeks Sainte-Laguë (SLI): 49/12 = 4.0833
Verifikasi Python menunjukkan nilai SLI adalah 49/12 atau sekitar 4,0833.
### Langkah Penyelesaian 1. **Formula Indeks Disproporsionalitas Sainte-Laguë:** $$\text{SLI} = \sum_{i=1}^k \frac{(s_i - v_i)^2}{v_i}$$ 2. **Perhitungan Tiap Partai:** - **Partai A:** $\frac{(60 - 50)^2}{50} = \frac{100}{50} = 2{,}00$ - **Partai B:** $\frac{(25 - 30)^2}{30} = \frac{25}{30} = \frac{5}{6} \ap...
49/12 (approx 4,0833)
\boxed{\frac{49}{12} \quad (\approx 4{,}0833)}
LUMINA_EXP_00362
Sains Politik & Pilihan Publik
Model Kalkulus Partisipasi Pemilih Riker-Ordeshook dan Civic Duty
medium
Dalam teori pilihan publik, Model Kalkulus Pemilih Riker-Ordeshook (1968) memformulasikan keputusan seorang warga negara untuk ikut memilih di bilik suara dengan persamaan imbalan: R = P * B - C + D, di mana R adalah imbalan neto (warga memilih jika R > 0), P adalah probabilitas suara pemilih menjadi penentu kemenangan...
Kita menganalisis paradoks partisipasi pemilih (Paradox of Voting) melalui model kalkulus pemilih William H. Riker dan Peter C. Ordeshook (1968). 1. Karakterisasi Persamaan Riker-Ordeshook: $$R = P \cdot B - C + D$$ di mana: - $B = \text{Rp } 5.000.000$ (manfaat kebijakan kandidat). - $C = \text{Rp } 50.000$ (biaya ri...
def riker_ordeshook_calculus(): b_val = 5000000.0 c_cost = 50000.0 p_prob = 1.0 / 1000000.0 # Instrumental expected benefit instrumental_val = p_prob * b_val # 5.0 IDR # Net reward with D = 0 r_no_d = instrumental_val - c_cost # -49,995 IDR # Minimum civic duty D d_m...
Manfaat Instrumental (P * B): Rp 5.00 Imbalan Tanpa Civic Duty (D=0): Rp -49995.00 (Abstain) Nilai Minimum Civic Duty (D_min): Rp 49,995.00
Verifikasi Python menunjukkan P*B = Rp 5, R(D=0) = -Rp 49.995 (abstain), dan nilai civic duty minimum D > Rp 49.995.
### Langkah Penyelesaian 1. **Menghitung Nilai Ekspektasi Instrumental ($P \times B$):** $$P \times B = \left(\frac{1}{1.000.000}\right) \times 5.000.000 = \mathbf{\text{Rp } 5{,}00}$$ 2. **Evaluasi Rasionalitas Murni Tanpa Kewajiban Warga ($D = 0$):** $$R = P \cdot B - C = 5 - 50.000 = -\text{Rp } 49.995$$ ...
P*B = Rp 5,00; R(D=0) = -Rp 49.995 (Abstain); D_min > Rp 49.995
\boxed{P \cdot B = \text{Rp } 5{,}00; \quad R(D=0) = -\text{Rp } 49.995\text{ (Abstain)}; \quad D_{\min} > \text{Rp } 49.995}
LUMINA_EXP_00363
Sains Politik & Perilaku Pemilih
Analisis Perilaku Pemilih Tiket Terbelah (Split-Ticket Voting) dan Coattail Effect
medium
Dalam pemilihan umum serentak, pemilih mencoblos dua surat suara: Pemilihan Presiden (Eksekutif) dan Pemilihan Legislatif (Parlemen). Di suatu daerah pemilihan berpenduduk 100.000 pemilih sah: - Capres A (diusung Partai Alpha) memperoleh 60.000 suara (60%). - Capres B (diusung Partai Beta) memperoleh 40.000 suara (40%)...
Kita menganalisis fenomena perilaku pemilih mencoblos terbelah (Split-Ticket Voting) dan Efek Ekor Jas (Coattail Effect). 1. Dekonstruksi Suara Pemilu Serentak: - Total pemilih sah: $N = 100.000$. - Suara Pilpres: * Capres A (Partai Alpha): $60.000$ suara. * Capres B (Partai Beta): $40.000$ suara. - Suara Pileg: ...
def split_ticket_voting(): total_voters = 100000 pres_a = 60000 pres_b = 40000 leg_alpha = 45000 leg_beta = 35000 leg_gamma = 20000 # Pres B cross-vote given: 35k to Beta, 5k to Gamma, 0 to Alpha # Therefore, all 45k of Alpha come from Pres A straight_ticket_a = leg_alpha ...
Pemilih Capres A yang Split-Ticket: 15,000 orang Persentase Split-Ticket dari Pendukung Capres A: 25.0%
Verifikasi Python memastikan ada tepat 15.000 orang atau 25% pemilih Capres A yang melakukan split-ticket voting.
### Langkah Penyelesaian 1. **Pemetaan Suara Partai Alpha:** Karena pemilih Capres B tidak ada yang memilih Partai Alpha, maka seluruh $45.000$ suara Partai Alpha di pemilihan legislatif berasal dari pemilih Capres A (*straight-ticket voters*). 2. **Menghitung Jumlah Pemilih Capres A yang Split-Ticket:** $$\tex...
15.000 orang (atau 25,00% dari total pemilih Capres A)
\boxed{15.000\text{ orang (atau } 25{,}00\%\text{ dari total pemilih Capres A)}}
LUMINA_EXP_00364
Sains Politik & Sistem Kepartaian
Indeks Fraksionalisasi Parlemen Douglas Rae dan Derivasi Partai Efektif
medium
Dalam sosiologi kepartaian komparatif, Douglas Rae (1967) merumuskan Indeks Fraksionalisasi Parlemen (Rae's Index of Fractionalization, F) yang mengukur probabilitas bahwa dua anggota parlemen yang dipilih secara acak berasal dari partai politik yang berbeda: F = 1 - sum_{i=1}^m (s_i)^2, di mana s_i adalah proporsi pan...
Kita menghitung Indeks Fraksionalisasi Parlemen Douglas Rae (1967). 1. Landasan Teoretis Indeks Rae: Indeks Rae mengukur dispersi kekuatan legislatif: $$F = 1 - \sum_{i=1}^m s_i^2$$ di mana $s_i = \frac{\text{Kursi}_i}{N_{\text{total}}}$. Hubungan dengan Indeks Herfindahl-Hirschman (HHI) dan Jumlah Partai Efektif Laak...
def rae_fractionalization(): seats = [80, 60, 40, 20] total_seats = sum(seats) shares = [s / total_seats for s in seats] hhi = sum(s ** 2 for s in shares) rae_f = 1.0 - hhi enpp = 1.0 / hhi return rae_f, hhi, enpp if __name__ == '__main__': f_val, hhi_val, n_eff = rae_fraction...
Indeks Konsentrasi HHI: 0.3000 Indeks Fraksionalisasi Rae (F): 0.7000 (70.00%) Jumlah Partai Efektif Parlemen (ENPP): 3.33
Komputasi Python memverifikasi HHI = 0,30, Indeks Fraksionalisasi Rae F = 0,70, dan ENPP = 3,33 partai.
### Langkah Penyelesaian 1. **Menghitung Pangsa Kursi Masing-masing Fraksi:** - **Fraksi Merah:** $s_1 = \frac{80}{200} = 0{,}40 \implies s_1^2 = 0{,}16$ - **Fraksi Kuning:** $s_2 = \frac{60}{200} = 0{,}30 \implies s_2^2 = 0{,}09$ - **Fraksi Hijau:** $s_3 = \frac{40}{200} = 0{,}20 \implies s_3^2 = 0{,}04$ ...
F = 0,70 (70%)
\boxed{F = 0{,}70 \quad (70\%)}
LUMINA_EXP_00365
Sains Politik & Geografi Elektoral
Uji Kompakstisitas Distrik Pemilu Skor Reock Anti-Gerrymandering
medium
Dalam uji forensik manipulasi batas daerah pemilihan (anti-gerrymandering litigation), Skor Kompakstisitas Reock (Reock Compactness Score, 1961) mengukur kewajaran bentuk geometris suatu distrik pemilihan dengan membandingkan luas wilayah distrik terhadap luas lingkaran penutup terkecil (Minimum Bounding Circle / circu...
Kita menganalisis uji geometris gerrymandering kuantitatif Skor Kompakstisitas Reock (Ernest C. Reock Jr. 1961). 1. Landasan Geometris Skor Reock: Skor Reock didefinisikan sebagai: $$R = \frac{A_{\text{distrik}}}{A_{\text{lingkaran penutup terkecil}}}$$ Rentang nilai $R \in (0, 1]$: - $R = 1$: Bentuk distrik berupa li...
import math def reock_compactness_score(): length = 80.0 width = 20.0 area_district = length * width # 1600.0 # Diagonal is diameter of minimum bounding circle diag = math.sqrt(length**2 + width**2) # sqrt(6800) radius = diag / 2.0 area_circle = math.pi * (radius ** 2) # p...
Diameter Lingkaran Penutup: 82.46 km Luas Distrik: 1600 km^2 Luas Lingkaran: 5340.71 km^2 Skor Reock: 0.2996 (29.96%) Status Kompakstisitas (>= 0.30): Tidak Kompak (Indikasi Gerrymandering)
Verifikasi Python memastikan diameter lingkaran penutup 82,46 km, luas lingkaran 5.340,71 km², dan Skor Reock 0,2996 (< 0,30, terindikasi gerrymandering).
### Langkah Penyelesaian 1. **Menghitung Diameter dan Jari-jari Lingkaran Penutup Terkecil:** Diameter lingkaran sama dengan diagonal persegi panjang: $$D = \sqrt{80^2 + 20^2} = \sqrt{6.800} = 20\sqrt{17} \approx \mathbf{82{,}46\text{ km}}$$ $$r = \frac{D}{2} = \sqrt{1.700} \approx 41{,}23\text{ km}$$ 2. **M...
D approx 82,46 km, R_score approx 0,2996 (Tidak memenuhi ambang wajar >= 0,30)
\boxed{D \approx 82{,}46\text{ km}, \quad R_{\text{score}} \approx 0{,}2996\text{ (Tidak memenuhi ambang wajar } \ge 0{,}30)}
LUMINA_EXP_00366
Sains Politik & Rekayasa Pemilu
Alokasi Kursi Kongres Metode Pembagi Webster vs Hill-Huntington
medium
Dua negara bagian, Negara Bagian A (populasi 16.000 jiwa) dan Negara Bagian B (populasi 8.500 jiwa), memperebutkan alokasi total M = 5 kursi legislatif federasi (total populasi 24.500 jiwa). Setiap negara bagian dijamin memperoleh minimal 1 kursi perwakilan. Bandingkan dua metode pembagi (divisor methods) yang digunaka...
Kita menganalisis perbandingan alokasi kursi kongres metode Webster (rata-rata aritmetika) versus Hill-Huntington (rata-rata geometris). 1. Karakterisasi Metode Pembagi: - Total kursi: $M = 5$. - Populasi: $P_A = 16.000$, $P_B = 8.500$. Total = $24.500$. - Syarat awal minimum konstitusional: Setiap negara bagian mempe...
import math def webster_vs_hill_huntington(): pop_a = 16000.0 pop_b = 8500.0 total_seats = 5 # Base 1 seat each seats_webster = {"A": 1, "B": 1} seats_hh = {"A": 1, "B": 1} # 1. Webster allocation for remaining 3 seats for _ in range(total_seats - 2): q_a = pop_a / (se...
Alokasi Webster: {'A': 3, 'B': 2} Alokasi Hill-Huntington: {'A': 3, 'B': 2}
Verifikasi Python memastikan baik metode Webster maupun Hill-Huntington menghasilkan alokasi identik: A = 3 kursi dan B = 2 kursi.
### Langkah Penyelesaian 1. **Alokasi Dasar Kursi Minimum Konstitusional:** - Kursi 1 $\to$ Negara Bagian A ($n_A = 1$) - Kursi 2 $\to$ Negara Bagian B ($n_B = 1$) - Tersisa 3 kursi diperebutkan berdasarkan kuotien prioritas tertinggi. 2. **Alokasi Metode Webster ($Q = v / (n + 0{,}5)$):** - Kuotien A-2: ...
Webster: A = 3, B = 2 dan Hill-Huntington: A = 3, B = 2
\boxed{\text{Webster: A = 3, B = 2} \quad \text{dan} \quad \text{Hill-Huntington: A = 3, B = 2}}
LUMINA_EXP_00367
Sains Politik & Pilihan Publik
Uji Hukum Duverger Rasio SF Gary Cox dan Strategic Voting FPTP
medium
Berdasarkan Hukum Duverger (Duverger's Law 1954) dan aturan M + 1 Gary Cox (Making Votes Count 1997), pada sistem pemilihan distrik tunggal mayoritas sederhana (First-Past-The-Post / FPTP, M = 1), pemilih strategis akan memusatkan suaranya hanya pada dua kandidat teratas. Rasio Gary Cox Second-to-First (SF Ratio) mengu...
Kita menganalisis efek psikologis Hukum Duverger (Duverger 1954) dan uji empiris SF Ratio Gary Cox (1997). 1. Landasan Teoretis Aturan $M + 1$ Gary Cox: Dalam suatu distrik pemilihan dengan alokasi besaran distrik $M$: Jumlah kandidat yang dapat bertahan secara rasional (*viable candidates*) dibatasi maksimum sebanyak...
def duverger_sf_ratio(): # District Alpha v1_a, v2_a, v3_a = 45000, 40000, 5000 sf_alpha = v3_a / v2_a # District Beta v1_b, v2_b, v3_b = 36000, 32000, 28000 sf_beta = v3_b / v2_b return sf_alpha, sf_beta if __name__ == '__main__': sf_a, sf_b = duverger_sf_ratio() print(f"...
SF Ratio Distrik Alpha: 0.1250 (12.50%) SF Ratio Distrik Beta: 0.8750 (87.50%)
Verifikasi Python menunjukkan SF Ratio Distrik Alpha adalah 0,1250 (Duvergerian) dan Distrik Beta adalah 0,8750 (Non-Duvergerian).
### Langkah Penyelesaian 1. **Formula Rasio Second-to-First Gary Cox (SF Ratio):** $$\text{SF Ratio} = \frac{V_3}{V_2}$$ 2. **Perhitungan Tiap Distrik:** - **Distrik Alpha:** $$\text{SF Ratio} = \frac{5.000}{40.000} = \mathbf{0{,}1250 \quad (12{,}50\%)}$$ - **Distrik Beta:** $$\text{SF Ratio} = \fr...
Alpha: 0,1250, Beta: 0,8750 (Distrik Alpha mencapai Ekuilibrium Duvergerian)
\boxed{\text{Alpha: } 0{,}1250, \quad \text{Beta: } 0{,}8750 \quad (\text{Distrik Alpha mencapai Ekuilibrium Duvergerian})}
LUMINA_EXP_00368
Sains Politik & Hubungan Internasional
Model Aliansi Militer Olson-Zeckhauser Barang Publik dan Free-Riding
medium
Dalam teori aksi kolektif ekonomi politik internasional, Model Aliansi Militer Olson-Zeckhauser (1966) memperlakukan keamanan pertahanan aliansi sebagai Barang Publik Murni (Pure Public Good). Dua negara membentuk aliansi pertahanan bersama: Negara Hegemon A (pendapatan Y_A = US$ 1.800 Miliar) dan Negara Sekutu Kecil B...
Kita menganalisis Model Aliansi Mancur Olson dan Richard Zeckhauser (1966) mengenai *free-rider problem* dalam aliansi keamanan militer internasional. 1. Formulasi Model Barang Publik Pertahanan: Fungsi utilitas negara $i$: $$U_i(S, c_i) = S^{1/3} c_i^{2/3}$$ di mana: - $S = s_i + s_{-i}$ adalah total pertahanan kolek...
def olson_alliance_model(): y_a = 1800.0 # billion USD y_b = 200.0 # Check if B free-rides under A's optimal independent spending s_a = y_a / 3.0 # 600.0 reaction_b = (y_b - 2.0 * s_a) / 3.0 s_b = max(0.0, reaction_b) defense_share_a = (s_a / y_a) * 100.0 defense_share_b...
Anggaran Pertahanan Negara Hegemon A: US$ 600 Miliar (33.33% PDB) Anggaran Pertahanan Negara Kecil B: US$ 0 Miliar (0.00% PDB)
Verifikasi Python memastikan Negara A menanggung s_A = US$ 600 Miliar (33,33% PDB) dan Negara B menumpang bebas s_B = US$ 0 (0% PDB).
### Langkah Penyelesaian 1. **Fungsi Reaksi Kesetimbangan Nash Aliansi:** $$\ln U_i = \frac{1}{3} \ln(s_i + s_{-i}) + \frac{2}{3} \ln(Y_i - s_i)$$ Kondisi optimal: $$s_i^* = \max\left( 0, \frac{Y_i - 2s_{-i}}{3} \right)$$ 2. **Perhitungan Anggaran Pertahanan Negara A ($Y_A = 1.800\text{ Miliar}$):** Jika ...
s_A* = US$ 600 Miliar (33,33% PDB), s_B* = US$ 0 Miliar (0% PDB)
\boxed{s_A^* = \text{US\$ } 600\text{ Miliar (33,33\% PDB)}, \quad s_B^* = \text{US\$ } 0\text{ Miliar (0\% PDB)}}
LUMINA_EXP_00369
Sains Politik & Pengukuran Demokrasi
Agregasi Indeks Komponen Demokrasi Deliberatif V-Dem Institute
short
Dalam metodologi Varieties of Democracy (V-Dem Institute), Indeks Komponen Demokrasi Deliberatif (v2xdl_delib) mengukur sejauh mana keputusan politik didasarkan pada penalaran publik yang inklusif dan berbasis bukti. Indeks ini dibentuk dari rata-rata tertimbang lima sub-indikator terstandarisasi skala z in [0, 1]: - J...
Kita menganalisis pengukuran kualitas demokrasi deliberatif V-Dem (Coppedge et al., Varieties of Democracy Project). 1. Kerangka Konseptual Indeks Deliberatif V-Dem: Prinsip demokrasi deliberatif (Jürgen Habermas, Joshua Cohen) menegaskan bahwa legitimasi kekuasaan politik lahir dari proses pertimbangan rasional yang ...
def vdem_deliberative_index(): scores = { "reasoned_justification": 0.80, "common_good": 0.70, "respect_counterarguments": 0.60, "range_consultation": 0.75, "engaged_society": 0.65 } weights = 0.20 dci = sum(scores.values()) * weights return dci if __nam...
Indeks Komponen Demokrasi Deliberatif V-Dem (DCI): 0.7000
Komputasi Python memvalidasi nilai rata-rata tertimbang DCI V-Dem adalah tepat 0,70.
### Langkah Penyelesaian 1. **Formula Indeks Komponen Demokrasi Deliberatif V-Dem:** $$DCI = \sum_{k=1}^5 w_k \cdot S_k = \frac{j + g + r + c + e}{5}$$ 2. **Substitusi Nilai Skor:** $$\Sigma S = 0{,}80 + 0{,}70 + 0{,}60 + 0{,}75 + 0{,}65 = 3{,}50$$ $$DCI = \frac{3{,}50}{5} = \mathbf{0{,}70}$$ ### Jawaban Ak...
DCI = 0,70
\boxed{DCI = 0{,}70}
LUMINA_EXP_00370
Sains Politik & Pilihan Publik
Model Agenda Setter Monopolistik Romer-Rosenthal Aturan Take-It-or-Leave-It
medium
Dalam ekonomi politik pilihan publik, Model Agenda Setter Monopolistik Romer-Rosenthal (1978) menganalisis interaksi antara seorang birokrat yang memaksimalkan ukuran anggaran dan pemilih median dalam pemungutan suara aturan 'take-it-or-leave-it'. Titik ideal pemilih median adalah anggaran m = 100 satuan uang. Preferen...
Kita menganalisis Model Agenda Setter Romer-Rosenthal (Thomas Romer & Howard Rosenthal 1978). 1. Landasan Model: - Pemilih median memiliki titik ideal $m = 100$. - Fungsi utilitas: $U(b) = -|b - m|$. - *Reversion point* (titik cadangan jika proposal ditolak): $q = 60$. - Birokrat memegang monopoli agenda pengusulan pr...
def romer_rosenthal_model(): m = 100.0 q = 60.0 # Voter utility distance at reversion point dist_reversion = abs(q - m) # 40.0 # Bureaucrat max proposal b_star = m + dist_reversion # 140.0 budget_surplus = b_star - m # 40.0 assert abs(b_star - m) == abs(q - m) retur...
Proposal Anggaran Maksimum Birokrat (b*): 140 Kelebihan Ekstraksi Anggaran (b* - m): 40
Verifikasi Python menunjukkan proposal optimal birokrat adalah b* = 140, mengekstraksi surplus 40 satuan di atas preferensi median.
### Langkah Penyelesaian 1. **Kondisi Indiferensi Pemilih Median:** $$U(b) \ge U(q) \implies |b - m| \le |q - m|$$ $$|q - m| = |60 - 100| = 40$$ 2. **Menentukan Proposal Maksimum Birokrat ($b^*$):** $$b^* = m + |q - m| = 2m - q = 2(100) - 60 = \mathbf{140\text{ satuan}}$$ 3. **Menghitung Kelebihan Ekstraksi...
b* = 140 satuan dan kelebihan ekstraksi: 40 satuan
\boxed{b^* = 140\text{ satuan} \quad \text{dan kelebihan ekstraksi: } 40\text{ satuan}}
LUMINA_EXP_00371
Teknik Industri & Riset Operasi
Ukuran Lot Dinamis Algoritma Wagner-Whitin Dynamic Programming
medium
Sebuah lini produksi industri merencanakan persediaan dinamis untuk horizon 4 periode (t = 1, 2, 3, 4). Permintaan bersih pada setiap periode adalah: d_1 = 50 unit, d_2 = 80 unit, d_3 = 100 unit, dan d_4 = 60 unit. Biaya pemesanan/setup adalah S = Rp 400.000 per pesanan. Biaya penyimpanan persediaan adalah h = Rp 2.000...
Kita menyelesaikan permasalahan ukuran lot dinamis deterministik menggunakan Algoritma Wagner-Whitin (1958). 1. Landasan Algoritma Wagner-Whitin: Berdasarkan Sifat Titik Ekstrem Wagner-Whitin (Zero-Inventory Property): Pemesanan hanya dilakukan pada periode $t$ jika persediaan pada awal periode $t$ adalah nol ($I_{t-1...
def wagner_whitin_algorithm(): demands = [50, 80, 100, 60] n = len(demands) setup_cost = 400000 holding_cost = 2000 # f[t] represents min cost for periods 1..t f = [0] * (n + 1) best_j = [0] * (n + 1) for t in range(1, n + 1): min_cost = float('inf') best_start ...
Total Biaya Minimum Wagner-Whitin: Rp 1,080,000 Jadwal Pemesanan Optimal: {3: 160, 1: 130}
Verifikasi Python menunjukkan jadwal optimal adalah pesan di Periode 1 (130 unit) dan Periode 3 (160 unit) dengan total biaya Rp 1.080.000.
### Langkah Penyelesaian 1. **Rekursi Dynamic Programming Wagner-Whitin:** $$f(t) = \min_{1 \le j \le t} \left\{ f(j - 1) + S + \sum_{k=j}^t (k - j) h d_k \right\}$$ 2. **Perhitungan Kumulatif Tiap Periode:** - $f(1) = 0 + 400.000 = \text{Rp } 400.000 \quad (j=1)$ - $f(2) = \min(400.000 + 160.000, 400.000 + ...
Pesan Periode 1: 130 unit, Periode 3: 160 unit, Total Biaya: Rp 1.080.000
\boxed{\text{Pesan Periode 1: 130 unit, Periode 3: 160 unit, Total Biaya: Rp 1.080.000}}
LUMINA_EXP_00372
Teknik Industri & Riset Operasi
Solusi Fisibel Awal Transportasi Metode Aproksimasi Vogel (VAM)
medium
Sebuah jaringan logistik industri mendistribusikan barang dari 2 pabrik (P1, P2) ke 2 gudang tujuan (G1, G2). Matriks biaya transportasi per unit, kapasitas pasokan, dan permintaan adalah sebagai berikut: - Biaya: c(P1, G1) = Rp 4.000, c(P1, G2) = Rp 8.000. Pasokan P1 = 60 unit. - Biaya: c(P2, G1) = Rp 6.000, c(P2, G2)...
Kita menyelesaikan solusi fisibel awal masalah transportasi dengan Metode Aproksimasi Vogel (Vogel's Approximation Method / VAM). 1. Data Matriks Biaya dan Kendala: - Baris P1: biaya $[4, 8]$, pasokan $S_1 = 60$. - Baris P2: biaya $[6, 5]$, pasokan $S_2 = 40$. - Kolom G1: biaya $[4, 6]$, permintaan $D_1 = 50$. - Kolom...
def vogel_approximation_method(): # Costs c = [[4000, 8000], [6000, 5000]] supply = [60, 40] demand = [50, 50] # Penalties iter 1 p_row1 = abs(c[0][1] - c[0][0]) # 4000 p_row2 = abs(c[1][1] - c[1][0]) # 1000 p_col1 = abs(c[1][0] - c[0][0]) # 2000 p_col2 = abs(c[0][1]...
Penalti Baris: P1 = 4000, P2 = 1000 Penalti Kolom: G1 = 2000, G2 = 3000 Total Biaya VAM: Rp 480,000
Verifikasi Python menunjukkan penalti baris maksimum adalah Baris P1 (4.000) dan total biaya awal VAM adalah Rp 480.000.
### Langkah Penyelesaian 1. **Menghitung Nilai Penalti Baris dan Kolom:** - **Penalti Baris:** * P1: $|8.000 - 4.000| = \mathbf{4.000}$ *(Penalti Tertinggi)* * P2: $|6.000 - 5.000| = 1.000$ - **Penalti Kolom:** * G1: $|6.000 - 4.000| = 2.000$ * G2: $|8.000 - 5.000| = 3.000$ 2. **Alokasi Sel ...
Penalti Maksimum: Baris P1 (4.000), Alokasi: x11=50, x12=10, x22=40, Total Biaya: Rp 480.000
\boxed{\text{Penalti Maksimum: Baris P1 (4.000), Alokasi: } x_{11}=50, x_{12}=10, x_{22}=40, \text{ Total Biaya: Rp 480.000}}
LUMINA_EXP_00373
Teknik Industri & Pengendalian Kualitas Statistik
Peta Kendali Atribut p-Chart 3-Sigma dan Uji Kestabilan Proses
medium
Sebuah stasiun kendali mutu memantau proporsi cacat perakitan printed circuit board (PCB) menggunakan Peta Kendali p (p-Chart). Data historis menunjukkan rata-rata proporsi cacat proses stabil adalah p_bar = 0.04 (4%). Pada hari ini, dilakukan inspeksi lot berukuran n = 400 unit PCB dan ditemukan 24 unit cacat (propors...
Kita menganalisis Peta Kendali Atribut Proporsi Cacat (p-Chart) Shewhart dalam Statistical Process Control (SPC). 1. Parameter Dasar Peta Kendali p: - Rata-rata proporsi cacat: $\bar{p} = 0{,}04$. - Garis Tengah (*Center Line*): $$CL = \bar{p} = 0{,}04$$ - Ukuran sampel: $n = 400$. - Standar deviasi estimasi proporsi:...
import math def p_chart_spc(): p_bar = 0.04 n = 400 defects = 24 cl = p_bar sigma_p = math.sqrt(p_bar * (1.0 - p_bar) / n) ucl = p_bar + 3.0 * sigma_p lcl = max(0.0, p_bar - 3.0 * sigma_p) p_sample = defects / n is_in_control = lcl <= p_sample <= ucl return c...
Garis Tengah (CL): 0.0400 Batas Kendali Bawah (LCL): 0.0106 (1.06%) Batas Kendali Atas (UCL): 0.0694 (6.94%) Proporsi Sampel: 0.0600 (6.00%) Status Proses: Terkendali (In-Control)
Verifikasi Python menunjukkan CL = 0,04, LCL = 0,0106, UCL = 0,0694, dan titik sampel p = 0,0600 masih terkendali secara statistik.
### Langkah Penyelesaian 1. **Garis Tengah (*Center Line*, $CL$):** $$CL = \bar{p} = \mathbf{0{,}0400 \quad (4{,}00\%)}$$ 2. **Menghitung Standar Deviasi Proporsi Cacat ($\sigma_p$):** $$\sigma_p = \sqrt{\frac{0{,}04(1 - 0{,}04)}{400}} = \sqrt{\frac{0{,}0384}{400}} = \sqrt{0{,}000096} \approx 0{,}0098$$ 3. **B...
CL = 0,0400, LCL approx 0,0106, UCL approx 0,0694, Status: Terkendali (In-Control)
\boxed{CL = 0{,}0400, \quad LCL \approx 0{,}0106, \quad UCL \approx 0{,}0694, \quad \text{Status: Terkendali (In-Control)}}
LUMINA_EXP_00374
Teknik Industri & Pengendalian Mutu Six Sigma
Pengukuran Kapabilitas Proses Six Sigma Indeks Cp dan Cpk
medium
Sebuah lini perakitan komponen otomotif memiliki spesifikasi dimensi batas toleransi: Batas Spesifikasi Bawah (LSL) = 95.00 mm dan Batas Spesifikasi Atas (USL) = 105.00 mm. Hasil pengamatan kemampuan proses menunjukkan rata-rata proses berada pada mu = 101.00 mm dengan variabilitas standar deviasi proses sebesar sigma ...
Kita menganalisis indeks kapabilitas proses ($C_p$ dan $C_{pk}$) dalam kerangka rekayasa Six Sigma. 1. Definisi Indeks Kapabilitas: - $LSL = 95{,}00$ mm, $USL = 105{,}00$ mm. - Lebar toleransi spesifikasi (*Specification Width*): $$USL - LSL = 105 - 95 = 10{,}00 \text{ mm}$$ - Lebar variabilitas proses alami ($6\sigma...
def six_sigma_capability(): lsl = 95.0 usl = 105.0 mu = 101.0 sigma = 1.0 cp = (usl - lsl) / (6.0 * sigma) cpu = (usl - mu) / (3.0 * sigma) cpl = (mu - lsl) / (3.0 * sigma) cpk = min(cpu, cpl) k_shift = abs(((usl + lsl) / 2.0) - mu) / ((usl - lsl) / 2.0) return cp,...
Indeks Kapabilitas Potensial (Cp): 1.6667 Indeks Kapabilitas Aktual (Cpk): 1.3333 Faktor Pergeseran Pemusatan (k): 0.20
Komputasi Python memvalidasi Cp = 1,6667 (5/3) dan Cpk = 1,3333 (4/3), dengan faktor pergeseran pemusatan k = 0,20.
### Langkah Penyelesaian 1. **Menghitung Indeks Kapabilitas Potensial ($C_p$):** $$C_p = \frac{USL - LSL}{6\sigma} = \frac{105 - 95}{6(1)} = \frac{10}{6} = \mathbf{\frac{5}{3} \approx 1{,}6667}$$ 2. **Menghitung Indeks Kapabilitas Aktual ($C_{pk}$):** $$C_{pu} = \frac{105 - 101}{3(1)} = \frac{4}{3} \approx 1{,}...
Cp approx 1,6667 dan Cpk approx 1,3333
\boxed{C_p \approx 1{,}6667 \quad \text{dan} \quad C_{pk} \approx 1{,}3333}
LUMINA_EXP_00375
Teknik Industri & Riset Operasi
Penjadwalan Alur Produksi Flow Shop 3-Mesin Algoritma Johnson Diperluas
medium
Sebuah sel manufaktur memiliki 4 pekerjaan (P1, P2, P3, P4) yang harus diproses secara berurutan pada 3 mesin (M1 -> M2 -> M3). Waktu pemrosesan (dalam jam) adalah: - P1: M1 = 8, M2 = 3, M3 = 6 - P2: M1 = 7, M2 = 2, M3 = 8 - P3: M1 = 6, M2 = 4, M3 = 5 - P4: M1 = 9, M2 = 2, M3 = 7. Lakukan penjadwalan menggunakan perlua...
Kita menganalisis penjadwalan alur produksi 3 mesin (*Flow Shop Sequencing*) metode Johnson (S.M. Johnson 1954). 1. Uji Syarat Perluasan Aturan Johnson 3 Mesin: Syarat agar permasalahan 3 mesin dapat direduksi secara optimal ke dalam masalah 2 mesin fiktif: $$\min(M_1) \ge \max(M_2) \quad \text{ATAU} \quad \min(M_3) \...
def johnsons_rule_3machines(): jobs = { "P1": (8, 3, 6), "P2": (7, 2, 8), "P3": (6, 4, 5), "P4": (9, 2, 7) } # Check conditions min_m1 = min(t[0] for t in jobs.values()) max_m2 = max(t[1] for t in jobs.values()) min_m3 = min(t[2] for t in jobs.values()) c...
Syarat Reduksi Terpenuhi: True Urutan Optimal: P2 -> P3 -> P1 -> P4 Makespan Total: 39 jam
Verifikasi Python memastikan syarat Johnson terpenuhi (min M1 = 6 >= max M2 = 4) dan Makespan minimum adalah 39 jam.
### Langkah Penyelesaian 1. **Uji Kelayakan Perluasan Algoritma Johnson:** $$\min(M_1) = 6 \ge \max(M_2) = 4 \quad (\text{Terpenuhi})$$ $$\min(M_3) = 5 \ge \max(M_2) = 4 \quad (\text{Terpenuhi})$$ 2. **Pembentukan Mesin Semu ($A = M_1 + M_2$ dan $B = M_2 + M_3$):** - $P_1: (11, 9)$ - $P_2: (9, 10)$ - $...
Urutan: P2 -> P3 -> P1 -> P4, Makespan: 39 jam
\boxed{\text{Urutan: P2 } \to \text{ P3 } \to \text{ P1 } \to \text{ P4, } \quad \text{Makespan: } 39\text{ jam}}
LUMINA_EXP_00376
Teknik Industri & Teori Antrean
Model Antrean Sumber Populasi Terbatas Masalah Perawatan Mesin M/M/1/K/K
medium
Sebuah pabrik tekstil mengoperasikan K = 4 mesin pemintal otomatis. Setiap mesin yang sedang beroperasi memiliki laju kerusakan berdistribusi eksponensial sebesar lambda = 0.05 kerusakan per jam (waktu rata-rata antar-kerusakan 1/lambda = 20 jam). Pabrik mempekerjakan 1 orang teknisi perawatan yang bertugas memperbaiki...
Kita menganalisis model antrean populasi terbatas (*Machine Repair Problem* $M/M/1/K/K$). 1. Karakterisasi Model: - Jumlah total mesin: $K = 4$. - Laju kegagalan per mesin operasi: $\lambda = 0{,}05$ per jam. - Laju perbaikan teknisi: $\mu = 0{,}20$ per jam. - Rasio laju kegagalan terhadap perbaikan: $$r = \frac{\lamb...
import math from fractions import Fraction def machine_repair_queue(): k = 4 lam = 0.05 mu = 0.20 r = lam / mu # 0.25 terms = [] for n in range(k + 1): coeff = math.factorial(k) / math.factorial(k - n) term = coeff * (r ** n) terms.append(term) sum_ter...
P_0 (Teknisi Menganggur): 32/103 = 0.3107 (31.07%) Utilisasi Teknisi: 0.6893 (68.93%)
Komputasi Python membuktikan P0 = 32/103 (31,07%) dan utilisasi teknisi adalah 71/103 (68,93%).
### Langkah Penyelesaian 1. **Rasio Beban Kerusakan Mesin Terhadap Pelayanan:** $$r = \frac{\lambda}{\mu} = \frac{0{,}05}{0{,}20} = 0{,}25 = \frac{1}{4}$$ 2. **Perhitungan Suku Pembagi $P_0$:** $$P_n = \frac{K!}{(K - n)!} r^n P_0$$ - $n=0: 1$ - $n=1: 4(0{,}25) = 1{,}00$ - $n=2: 12(0{,}25)^2 = 0{,}75$ ...
P_0 = 32/103 approx 31,07% dan Utilisasi rho = 71/103 approx 68,93%
\boxed{P_0 = \frac{32}{103} \approx 31{,}07\% \quad \text{dan Utilisasi } \rho = \frac{71}{103} \approx 68{,}93\%}
LUMINA_EXP_00377
Teknik Industri & Logistik Rantai Pasok
Penentuan Lokasi Fasilitas Distribusi Tunggal Metode Center of Gravity
short
Sebuah perusahaan logistik e-commerce ingin membangun satu Pusat Distribusi Utama (Central Distribution Hub) untuk melayani 4 kota tujuan dengan koordinat kartesius dan volume pengiriman bulanan (kontainer): - Kota A: koordinat (20, 40), volume W_A = 200 kontainer - Kota B: koordinat (50, 80), volume W_B = 300 kontaine...
Kita menganalisis penentuan lokasi fasilitas industri tunggal menggunakan Metode Titik Berat (*Center of Gravity Method*). 1. Landasan Model: Metode Center of Gravity meminimalkan total biaya transportasi tertimbang volume muatan dan jarak Euclidean: Koordinat pusat massa tertimbang: $$x^* = \frac{\sum_{i=1}^n W_i x_i...
def center_of_gravity_location(): cities = [ {"x": 20, "y": 40, "w": 200}, {"x": 50, "y": 80, "w": 300}, {"x": 90, "y": 60, "w": 400}, {"x": 120, "y": 20, "w": 100} ] total_w = sum(c["w"] for c in cities) sum_wx = sum(c["w"] * c["x"] for c in cities) sum_wy = sum...
Total Volume: 1000 kontainer Koordinat Optimal Center of Gravity: (67.0, 58.0)
Verifikasi Python menunjukkan koordinat optimal Center of Gravity adalah x* = 67,0 dan y* = 58,0.
### Langkah Penyelesaian 1. **Menghitung Total Volume Muatan:** $$\sum W_i = 200 + 300 + 400 + 100 = 1.000\text{ kontainer}$$ 2. **Menghitung Koordinat $x^*$:** $$x^* = \frac{(200 \times 20) + (300 \times 50) + (400 \times 90) + (100 \times 120)}{1.000} = \frac{67.000}{1.000} = \mathbf{67{,}0}$$ 3. **Menghitun...
(x*, y*) = (67,0, 58,0)
\boxed{(x^*, y^*) = (67{,}0, \; 58{,}0)}
LUMINA_EXP_00378
Teknik Industri & Total Productive Maintenance (TPM)
Pengukuran Overall Equipment Effectiveness (OEE) Sel Manufaktur
medium
Sebuah sel manufaktur robotik beroperasi dalam shift kerja 8 jam (480 menit) dengan alokasi waktu istirahat terencana 30 menit. Selama shift berlangsung, mesin mengalami perbaikan kerusakan tak terduga (downtime breakdown) selama 45 menit. Waktu siklus ideal mesin adalah 0.5 menit per unit (atau kapasitas ideal 2 unit ...
Kita menganalisis dekomposisi efektivitas mesin Overall Equipment Effectiveness (OEE). 1. Parameter Waktu dan Faktor Availability ($A$): - Waktu kerja kotor: $480$ menit. - Waktu istirahat terencana: $30$ menit. - Waktu Operasi Terencana (*Planned Production Time*): $$PPT = 480 - 30 = 450 \text{ menit}$$ - Waktu henti...
def oee_calculation(): planned_prod_time = 480 - 30 # 450 min downtime = 45 operating_time = planned_prod_time - downtime # 405 min availability = operating_time / planned_prod_time # 0.90 total_units = 720 ideal_cycle_time = 0.5 # min per unit performance = (total_units * idea...
Availability (A): 90.00% Performance (P): 88.89% Quality (Q): 95.00% Total OEE: 76.00%
Verifikasi Python memastikan Availability = 90,00%, Performance = 88,89%, Quality = 95,00%, dan OEE = 76,00%.
### Langkah Penyelesaian 1. **Faktor Availability ($A$):** $$A = \frac{480 - 30 - 45}{480 - 30} = \frac{405}{450} = \mathbf{90{,}00\%}$$ 2. **Faktor Performance ($P$):** $$P = \frac{720 \times 0{,}5\text{ menit}}{405\text{ menit}} = \frac{360}{405} = \mathbf{88{,}89\% \quad \left(\frac{8}{9}\right)}$$ 3. **Fak...
A = 90,00%, P approx 88,89%, Q = 95,00%, OEE = 76,00%
\boxed{A = 90{,}00\%, \quad P \approx 88{,}89\%, \quad Q = 95{,}00\%, \quad OEE = 76{,}00\%}
LUMINA_EXP_00379
Teknik Industri & Proses Stokastik
Distribusi Probabilitas Stasioner Rantai Markov Keausan Mesin
medium
Kondisi operasional sebuah mesin cetak otomatis dievaluasi pada setiap awal shift kerja harian mengikuti Rantai Markov Waktu Diskrit (Discrete-Time Markov Chain / DTMC) dengan 3 kondisi keadaan: - State 1: Kondisi Prima (Good) - State 2: Kondisi Aus Ringan (Worn) - State 3: Kondisi Rusak Kritis (Critical/Failed). Matri...
Kita menganalisis rantai Markov waktu diskrit (DTMC) kondisi keausan mesin manufaktur dan mencari distribusi probabilitas stasioner. 1. Matriks Probabilitas Transisi: $$P = \begin{pmatrix} 0{,}7 & 0{,}2 & 0{,}1 \\ 0{,}0 & 0{,}6 & 0{,}4 \\ 0{,}8 & 0{,}0 & 0{,}2 \end{pmatrix}$$ Sistem bersifat ergodik (tak tereduksi dan...
from fractions import Fraction def markov_machine_steady_state(): # pi_2 = 0.5 * pi_1 # pi_3 = (3/8) * pi_1 # sum = (1 + 1/2 + 3/8) * pi_1 = (15/8) * pi_1 = 1 pi_1 = Fraction(8, 15) pi_2 = Fraction(1, 2) * pi_1 # 4/15 pi_3 = Fraction(3, 8) * pi_1 # 3/15 = 1/5 assert pi_1 + pi_2 + pi_...
Probabilitas State 1 (Good): 8/15 = 0.5333 (53.33%) Probabilitas State 2 (Worn): 4/15 = 0.2667 (26.67%) Probabilitas State 3 (Critical): 1/5 = 0.2000 (20.00%)
Verifikasi aljabar stokastik Python membuktikan pi_1 = 8/15 (53,33%), pi_2 = 4/15 (26,67%), dan pi_3 = 1/5 (20,00%).
### Langkah Penyelesaian 1. **Sistem Persamaan Keadaan Mantap ($\pi P = \pi$):** $$0{,}2 \\pi_1 + 0{,}6 \\pi_2 = \\pi_2 \\implies \\pi_2 = 0{,}5 \\pi_1$$ $$0{,}7 \\pi_1 + 0{,}8 \\pi_3 = \\pi_1 \\implies \\pi_3 = \\frac{3}{8} \\pi_1$$ 2. **Normalisasi Probabilitas Total:** $$\\pi_1 + 0{,}5 \\pi_1 + 0{,}375 \\...
pi = [8/15, 4/15, 1/5] (Kondisi Rusak Kritis: 20,00%)
\boxed{\pi = \left[\frac{8}{15}, \frac{4}{15}, \frac{1}{5}\right] \quad (\text{Kondisi Rusak Kritis: } 20{,}00\%)}
LUMINA_EXP_00380
Teknik Industri & Riset Operasi
Penjadwalan Mesin Tunggal Perbandingan Aturan Heuristik SPT vs EDD
medium
Empat pesanan pekerjaan (A, B, C, D) dijadwalkan pada satu mesin pemrosesan tunggal. Waktu pemrosesan (processing time, p_j dalam hari) dan batas waktu jatuh tempo (due date, d_j dalam hari) adalah: - Pekerjaan A: p_A = 4 hari, d_A = 6 hari - Pekerjaan B: p_B = 7 hari, d_B = 9 hari - Pekerjaan C: p_C = 2 hari, d_C = 8 ...
Kita menganalisis aturan pengurutan pekerjaan mesin tunggal (*Single Machine Sequencing Rules*) SPT vs EDD. 1. Landasan Teoretis: - **Aturan SPT (Shortest Processing Time)**: Terbukti secara matematis selalu meminimalkan rata-rata waktu penyelesaian/alir (*Mean Flow Time* $\bar{F}$). - **Aturan EDD (Earliest Due Date)...
def scheduling_spt_edd(): jobs = { "A": {"p": 4, "d": 6}, "B": {"p": 7, "d": 9}, "C": {"p": 2, "d": 8}, "D": {"p": 5, "d": 15}, } # 1. SPT spt_order = sorted(jobs.keys(), key=lambda k: jobs[k]["p"]) t_curr = 0 flow_spt = [] tard_spt = [] for j in spt_...
SPT (C->A->D->B): Mean Flow Time = 9.25 hari, Total Tardiness = 9 hari EDD (A->C->B->D): Mean Flow Time = 10.25 hari, Total Tardiness = 7 hari
Verifikasi Python menunjukkan SPT menghasilkan Mean Flow Time 9,25 hari dan Tardiness 9 hari; EDD menghasilkan Mean Flow Time 10,25 hari dan Tardiness 7 hari.
### Langkah Penyelesaian 1. **Jadwal Pengurutan SPT (Urutan: C $\to$ A $\to$ D $\to$ B):** - $C_C = 2, \quad T_C = 0$ - $C_A = 6, \quad T_A = 0$ - $C_D = 11, \quad T_D = 0$ - $C_B = 18, \quad T_B = 9$ $$\bar{F}_{\text{SPT}} = \frac{2 + 6 + 11 + 18}{4} = \mathbf{9{,}25\text{ hari}}, \quad \text{Total Tar...
SPT: Mean Flow Time = 9,25 hari, Tardiness = 9 hari; EDD: Mean Flow Time = 10,25 hari, Tardiness = 7 hari
\boxed{\text{SPT: Mean Flow Time} = 9{,}25\text{ hari, Tardiness} = 9\text{ hari; } \text{EDD: Mean Flow Time} = 10{,}25\text{ hari, Tardiness} = 7\text{ hari}}
LUMINA_EXP_00381
Kebijakan Fiskal & Keuangan Negara
Alokasi DAK Fisik & Indeks Kemampuan Fiskal UU HKPD
medium
Pemerintah Pusat melalui Kementerian Keuangan mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Jalan untuk dua daerah otonom: Kabupaten Merauke dan Kota Cilegon. Usulan kebutuhan riil investasi fisik terverifikasi adalah Rp 80 Miliar untuk Kabupaten Merauke dan Rp 50 Miliar untuk Kota Cilegon. Berdasarkan formula ...
Kita menganalisis formula alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik berdasarkan UU No. 1/2022 (HKPD). 1. Karakterisasi Variabel dan Formula: - Kebutuhan riil investasi terverifikasi: * $K_{\text{Merauke}} = \text{Rp } 80 \text{ Miliar}$ * $K_{\text{Cilegon}} = \text{Rp } 50 \text{ Miliar}$ - Indeks Kemampuan Fiskal ...
def hitung_dak_fisik(): k_merauke = 80.0 k_cilegon = 50.0 ikf_merauke = 0.60 ikf_cilegon = 1.60 f_merauke = 1.5 - 0.5 * ikf_merauke f_cilegon = 1.5 - 0.5 * ikf_cilegon dak_merauke = k_merauke * f_merauke dak_cilegon = k_cilegon * f_cilegon selisih = dak_merauke - dak_cilego...
Bobot Merauke: 1.20, Bobot Cilegon: 0.70 DAK Merauke: Rp 96.0 Miliar, DAK Cilegon: Rp 35.0 Miliar Selisih Alokasi: Rp 61.0 Miliar
Verifikasi Python memastikan bobot Merauke 1,20 (DAK Rp 96 Miliar) dan Cilegon 0,70 (DAK Rp 35 Miliar) dengan selisih tepat Rp 61 Miliar.
### Langkah Penyelesaian 1. **Perhitungan Bobot Afirmasi Kemampuan Fiskal ($F(IKF)$):** - Merauke ($IKF = 0{,}60$): $$F(0{,}60) = 1{,}5 - (0{,}5 \times 0{,}60) = 1{,}20$$ - Cilegon ($IKF = 1{,}60$): $$F(1{,}60) = 1{,}5 - (0{,}5 \times 1{,}60) = 0{,}70$$ 2. **Perhitungan Alokasi DAK Fisik Masing-Masing...
Bobot Merauke = 1.20 (Rp 96 Miliar), Cilegon = 0.70 (Rp 35 Miliar), Selisih = Rp 61 Miliar
\mathbf{\boxed{\text{Merauke: } F = 1{,}20 \, (\text{Rp } 96 \text{ Miliar}), \, \text{Cilegon: } F = 0{,}70 \, (\text{Rp } 35 \text{ Miliar}), \, \text{Selisih} = \text{Rp } 61 \text{ Miliar}}}
LUMINA_EXP_00382
Kebijakan Fiskal & Keuangan Negara
Dinamika Rasio Utang Terhadap PDB & Saldo Primer Penstabil
medium
Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, rasio utang pemerintah dibatasi maksimal 60% dari PDB dan defisit anggaran tahunan dibatasi maksimal 3% dari PDB. Suatu negara memiliki rasio utang pemerintah saat ini sebesar d* = 40% dari PDB. Pertumbuhan PDB nominal tahunan diproyeksikan stabil pada y = 8,0% ...
Kita menganalisis persamaan dinamika rasio utang terhadap PDB dan penentuan saldo primer penstabil utang. 1. Persamaan Dinamika Utang Publik: Rasio utang terhadap PDB pada tahun $t$ dinyatakan sebagai: $$d_t = \\frac{1 + i}{1 + y} d_{t-1} - pb_t$$ di mana: - $d_t$: rasio utang terhadap PDB pada akhir tahun $t$. - $i$:...
def rasio_utang_stabil(): d_star = 0.40 y = 0.080 i = 0.065 pb_star = d_star * (i - y) / (1 + y) pb_pct = pb_star * 100 return pb_star, pb_pct if __name__ == '__main__': pb, pb_pct = rasio_utang_stabil() print(f"Saldo Primer Penstabil (pb*): {pb:.6f} ({pb_pct:.3f}% dari PDB)")...
Saldo Primer Penstabil (pb*): -0.005556 (-0.556% dari PDB) Sifat: Defisit Primer karena pb* bernilai negatif (i < y)
Verifikasi Python mengonfirmasi saldo primer penstabil rasio utang adalah defisit primer sebesar -0,556% dari PDB.
### Langkah Penyelesaian 1. **Formula Keseimbangan Saldo Primer Penstabil Utang:** $$pb^* = d^* \left( \frac{i - y}{1 + y} \right)$$ di mana $d^* = 0{,}40$, $i = 0{,}065$, dan $y = 0{,}080$. 2. **Perhitungan Numerik:** $$pb^* = 0{,}40 \times \left( \frac{0{,}065 - 0{,}080}{1 + 0{,}080} \right) = 0{,}40 \time...
Defisit Primer sebesar -0.556% dari PDB
\mathbf{\boxed{\text{Defisit Primer sebesar } -0{,}556\% \text{ dari PDB}}}
LUMINA_EXP_00383
Kebijakan Moneter & Perbankan
Money Multiplier & Transmisi Kenaikan Giro Wajib Minimum (GWM)
medium
Bank Indonesia mengendalikan likuiditas moneter melalui instrumen Giro Wajib Minimum (GWM). Diketahui rasio uang kartal terhadap simpanan giral/deposito yang dipegang masyarakat adalah c = 0,20 (currency-to-deposit ratio), dan perbankan komersial menahan cadangan berlebih (excess reserves ratio) sebesar e = 0,05. Awaln...
Kita menganalisis mekanisme transmisi moneter melalui pelipat uang (money multiplier) dan instrumen rasio cadangan wajib (GWM). 1. Karakterisasi Rumus Money Multiplier: Hubungan antara basis moneter $M_0$ dan jumlah uang beredar agregat $M_2$ dimodelkan oleh: $$m = \frac{1 + c}{c + r + e}$$ di mana: - $c$: currency-to...
def money_multiplier(): c = 0.20 e = 0.05 r1 = 0.05 r2 = 0.08 m0 = 800.0 # Triliun m1 = (1 + c) / (c + r1 + e) m2 = (1 + c) / (c + r2 + e) m2_1 = m1 * m0 m2_2 = m2 * m0 kontraksi = m2_1 - m2_2 return m1, m2, m2_1, m2_2, kontraksi if __name__ == '__main__': ...
Multiplier Awal (m1): 4.0000, Multiplier Baru (m2): 3.6364 M2 Awal: Rp 3200.00 Triliun, M2 Baru: Rp 2909.09 Triliun Kontraksi M2: Rp 290.91 Triliun (atau 3200/11 Triliun)
Verifikasi Python menunjukkan multiplier turun dari 4,0000 menjadi 3,6364 sehingga menyerap Rp 290,91 Triliun dari peredaran.
### Langkah Penyelesaian 1. **Perhitungan Pelipat Uang (*Money Multiplier*):** - Sebelum kenaikan GWM ($r_1 = 0{,}05$): $$m_1 = \frac{1 + 0{,}20}{0{,}20 + 0{,}05 + 0{,}05} = \frac{1{,}20}{0{,}30} = 4{,}0$$ - Sesudah kenaikan GWM ($r_2 = 0{,}08$): $$m_2 = \frac{1 + 0{,}20}{0{,}20 + 0{,}08 + 0{,}05} = \f...
m1 = 4.0, m2 = 3.6364, M2_1 = Rp 3200 Triliun, M2_2 = Rp 2909.09 Triliun, Penurunan M2 = Rp 290.91 Triliun
\mathbf{\boxed{m_1 = 4{,}0, \, m_2 = 3{,}6364, \, M_{2,1} = \text{Rp } 3.200 \text{ Triliun}, \, M_{2,2} = \text{Rp } 2.909{,}09 \text{ Triliun}, \, \Delta M_2 = \text{Rp } 290{,}91 \text{ Triliun}}}
LUMINA_EXP_00384
Kebijakan Fiskal & Keuangan Negara
Optimasi Kurva Laffer & Tarif Pajak Efektif Maksimal
medium
Badan Kebijakan Fiskal memodelkan respons basis penerimaan pajak penghasilan badan terhadap tarif pajak efektif tau. Basis penghasilan kena pajak agregat dimodelkan secara linier terhadap tarif pajak: Y(tau) = Y_0 * (1 - 1,25 * tau), di mana kapasitas ekonomi penuh tanpa pajak adalah Y_0 = Rp 5.000 Triliun. Fungsi tota...
Kita membedah optimasi penerimaan pajak negara menggunakan formulasi kurva Laffer kuadratik. 1. Formulasi Fungsi Penerimaan Pajak: - Basis pajak: $Y(\tau) = 5.000 (1 - 1{,}25\tau)$. - Total penerimaan pajak: $$T(\tau) = \tau \cdot Y(\tau) = 5.000 \tau (1 - 1{,}25\tau) = 5.000 (\tau - 1{,}25\tau^2)$$ 2. Kondisi Orde...
def laffer_curve(): y0 = 5000.0 # Triliun beta = 1.25 # dT/dtau = y0 * (1 - 2 * beta * tau) = 0 tau_star = 1.0 / (2.0 * beta) y_star = y0 * (1.0 - beta * tau_star) t_star = tau_star * y_star tau_kritis = 1.0 / beta return tau_star, t_star, tau_kritis if __name__ == '__main__'...
Tarif Pajak Optimal: 40.0% Penerimaan Pajak Maksimum: Rp 1000.0 Triliun Tarif Kritis Basis Nol: 80.0%
Verifikasi Python memastikan tarif optimal Laffer adalah 40%, penerimaan maksimum Rp 1.000 Triliun, dan tarif kritis 80%.
### Langkah Penyelesaian 1. **Turunan Pertama Fungsi Penerimaan Pajak:** $$T(\tau) = 5.000\tau - 6.250\tau^2$$ $$\frac{dT}{d\tau} = 5.000 - 12.500\tau = 0$$ 2. **Perhitungan Tarif Pajak Optimal (Puncak Laffer):** $$12.500\tau = 5.000 \implies \tau^* = \frac{5.000}{12.500} = 0{,}40 = \mathbf{40\%}$$ 3. **Per...
tau* = 40%, T_max = Rp 1000 Triliun, tau_kritis = 80%
\mathbf{\boxed{\tau^* = 40\%, \quad T(\tau^*) = \text{Rp } 1.000 \text{ Triliun}, \quad \tau_{\text{kritis}} = 80\%}}
LUMINA_EXP_00385
Ekonomi Makro & Kebijakan Internasional
Efek Balassa-Samuelson & Dinamika Apresiasi Nilai Tukar Riil
medium
Berdasarkan model ekonomi Balassa-Samuelson, perbedaan laju pertumbuhan produktivitas tenaga kerja antara sektor barang yang dapat diperdagangkan internasional (tradable goods, T) dan sektor tidak dapat diperdagangkan (non-tradable goods, N) menentukan laju inflasi relatif dan apresiasi nilai tukar riil. Negara Berkemb...
Kita menganalisis model Balassa-Samuelson tentang dinamika produktivitas diferensial dan nilai tukar riil. 1. Hubungan Upah dan Inflasi Sektor: Karena mobilitas tenaga kerja antar-sektor domestik sempurna, upah di kedua sektor bergerak setara dengan pertumbuhan produktivitas sektor tradable: $$\hat{w} = a_T$$ Pada sek...
def balassa_samuelson(): a_T_D = 0.070 a_N_D = 0.020 a_T_F = 0.030 a_N_F = 0.015 gamma = 0.50 diff_D = a_T_D - a_N_D diff_F = a_T_F - a_N_F inflasi_diff = gamma * (diff_D - diff_F) apresiasi_riil = inflasi_diff return diff_D, diff_F, inflasi_diff, apresiasi_riil i...
Inflasi Non-Tradable Relatif D: 5.00% Inflasi Non-Tradable Relatif F: 1.50% Selisih Inflasi IHK (pi_D - pi_F): 1.75% Laju Apresiasi Riil Mata Uang D: 1.75% per tahun
Verifikasi Python membuktikan apresiasi nilai tukar riil sebesar 1,75% per tahun akibat kesenjangan produktivitas tradable 3,5%.
### Langkah Penyelesaian 1. **Kesenjangan Inflasi Sektor Non-Tradable Relatif:** - Negara D: $$\pi_N^D - \pi_T^D = a_T^D - a_N^D = 7{,}0\% - 2{,}0\% = 5{,}0\%$$ - Negara F: $$\pi_N^F - \pi_T^F = a_T^F - a_N^F = 3{,}0\% - 1{,}5\% = 1{,}5\%$$ 2. **Selisih Laju Inflasi IHK Agregat ($\pi^D - \pi^F$):** ...
Kesenjangan D = 5.0%, F = 1.5%, Selisih Inflasi = 1.75%, Apresiasi Riil = 1.75% per tahun
\mathbf{\boxed{\text{Kesenjangan D} = 5{,}0\%, \, \text{Kesenjangan F} = 1{,}5\%, \, \Delta\pi = 1{,}75\%, \, \text{Apresiasi Riil} = 1{,}75\% \text{ per tahun}}}
LUMINA_EXP_00386
Perencanaan Pembangunan & Analisis Regional
Indeks Ketimpangan Wilayah Williamson Berbobot Populasi
medium
Bappenas mengevaluasi ketimpangan pembangunan ekonomi regional pada suatu wilayah kepulauan yang terdiri dari 4 provinsi dengan data PDRB per kapita y_i (juta rupiah/tahun) dan jumlah penduduk f_i (juta jiwa): Provinsi 1: y_1 = 80, f_1 = 10; Provinsi 2: y_2 = 50, f_2 = 25; Provinsi 3: y_3 = 40, f_3 = 15; Provinsi 4: y_...
Kita menghitung Indeks Disparitas Regional Williamson (Williamson Coefficient of Variation). 1. Total Populasi ($N$): $$N = 10 + 25 + 15 + 50 = 100 \text{ juta jiwa}$$ 2. Rata-rata Tertimbang Nasional ($\bar{y}$): $$\bar{y} = \sum_{i=1}^4 y_i \frac{f_i}{N} = \frac{(80 \times 10) + (50 \times 25) + (40 \times 15) + (3...
import math def indeks_williamson(): y = [80.0, 50.0, 40.0, 30.0] f = [10.0, 25.0, 15.0, 50.0] n = sum(f) y_bar = sum(y[i] * f[i] for i in range(len(y))) / n var_w = sum(((y[i] - y_bar) ** 2) * (f[i] / n) for i in range(len(y))) std_w = math.sqrt(var_w) v_w = std_w / y_bar ret...
PDRB Rata-rata Tertimbang (y_bar): 41.50 juta rupiah Varians Tertimbang: 232.7500, Std Dev: 15.2561 Indeks Williamson (V_w): 0.3676 (36.76%)
Verifikasi Python memastikan PDRB per kapita tertimbang 41,5 juta rupiah dan Indeks Williamson V_w = 0,3676.
### Langkah Penyelesaian 1. **Perhitungan Rata-rata PDRB Tertimbang ($\bar{y}$):** $$\bar{y} = \frac{(80 \times 10) + (50 \times 25) + (40 \times 15) + (30 \times 50)}{100} = \frac{4.150}{100} = 41{,}5 \text{ juta rupiah}$$ 2. **Perhitungan Varians Tertimbang ($\sigma_w^2$):** $$\sigma_w^2 = (38{,}5)^2(0{,}10) ...
y_bar = 41.5 juta rupiah, V_w = 0.3676
\mathbf{\boxed{\bar{y} = 41{,}5 \text{ juta rupiah}, \quad V_w = 0{,}3676 \, (36{,}76\%)}}
LUMINA_EXP_00387
Kebijakan Fiskal & Kesejahteraan Sosial
Analisis Beban Fiskal Subsidi Energi vs Bantuan Langsung Tunai (BLT)
medium
Permintaan konsumsi BBM subsidi nasional dimodelkan oleh fungsi permintaan linier Q_d = 100 - 2P, di mana harga P dalam ribuan rupiah per liter dan kuantitas Q dalam juta kiloliter (kL). Biaya keekonomian riil (harga pasar tanpa distorsi subsidi) adalah P_m = Rp 15.000/liter (P = 15). Pemerintah memberikan subsidi harg...
Kita menganalisis beban fiskal subsidi harga energi versus bantuan langsung tunai menggunakan konsep surplus ekonomi dan deadweight loss. 1. Analisis Kuantitas Konsumsi BBM: - Pada harga keekonomian riil ($P_m = 15$): $$Q_m = 100 - 2(15) = 100 - 30 = 70 \text{ juta kL}$$ - Pada harga subsidi terdistorsi ($P_s = 10$)...
def subsidi_vs_blt(): p_m = 15.0 # ribu rupiah p_s = 10.0 # ribu rupiah q_m = 100.0 - 2.0 * p_m # 70 juta kL q_s = 100.0 - 2.0 * p_s # 80 juta kL beban_subsidi = (p_m - p_s) * q_s # Triliun dwl = 0.5 * (p_m - p_s) * (q_s - q_m) # Triliun surplus_diselamatkan = dwl re...
Konsumsi Keekonomian: 70.0 juta kL, Konsumsi Bersubsidi: 80.0 juta kL Total Anggaran Subsidi: Rp 400.0 Triliun Deadweight Loss (DWL): Rp 25.0 Triliun Surplus Efisiensi yang Diselamatkan: Rp 25.0 Triliun
Verifikasi Python memastikan beban anggaran subsidi Rp 400 Triliun dan deadweight loss yang diselamatkan sebesar Rp 25 Triliun.
### Langkah Penyelesaian 1. **Volume Konsumsi BBM:** - Tanpa subsidi ($P = 15$): $Q_m = 100 - 2(15) = 70 \text{ juta kL}$ - Dengan subsidi ($P = 10$): $Q_s = 100 - 2(10) = 80 \text{ juta kL}$ 2. **Total Beban Anggaran Subsidi:** $$\text{Beban} = (15 - 10) \times 80 = 5 \times 80 = \text{Rp } 400 \text{ Trili...
Anggaran Subsidi = Rp 400 Triliun, DWL = Rp 25 Triliun, Surplus Diselamatkan = Rp 25 Triliun
\mathbf{\boxed{\text{Anggaran Subsidi} = \text{Rp } 400 \text{ Triliun}, \quad \text{DWL} = \text{Rp } 25 \text{ Triliun}, \quad \text{Surplus Diselamatkan} = \text{Rp } 25 \text{ Triliun}}}
LUMINA_EXP_00388
Kebijakan Fiskal & Manajemen Anggaran
Indeks Ruang Fiskal (Fiscal Space Index) Metodologi Peter Heller
medium
Berdasarkan metodologi Peter Heller (IMF), ruang fiskal (fiscal space) mengukur kapasitas keuangan pemerintah untuk menyediakan belanja pembangunan tanpa mengorbankan kesinambungan fiskal. Dalam struktur RAPBN suatu tahun anggaran: - Total Pendapatan Negara: R = Rp 2.800 Triliun; - Belanja Wajib Konstitusional & Kontra...
Kita membedah dekomposisi ruang fiskal Peter Heller dalam anggaran pendapatan dan belanja negara. 1. Karakterisasi Belanja Wajib (Non-Discretionary Spending): Komponen pengeluaran yang mengikat secara hukum konstitusi dan kontrak keuangan: - Belanja Pegawai (Gaji/Tunjangan): $\text{Rp } 450 \text{ Triliun}$ - Layanan ...
def fiscal_space_index(): r = 2800.0 gaji = 450.0 utang = 500.0 edu = 660.0 transfer = 490.0 e_wajib = gaji + utang + edu + transfer fs_abs = r - e_wajib fsi_pct = (fs_abs / r) * 100.0 return e_wajib, fs_abs, fsi_pct if __name__ == '__main__': wajib, abs_space, fsi = f...
Total Belanja Wajib: Rp 2100.0 Triliun Ruang Fiskal Absolut: Rp 700.0 Triliun Indeks Ruang Fiskal: 25.00%
Verifikasi Python menunjukkan belanja wajib Rp 2.100 Triliun, menghasilkan ruang fiskal absolut Rp 700 Triliun (25,00%).
### Langkah Penyelesaian 1. **Perhitungan Total Belanja Wajib Non-Diskresioner:** $$E_{\text{wajib}} = 450 + 500 + 660 + 490 = \text{Rp } 2.100 \text{ Triliun}$$ 2. **Perhitungan Ruang Fiskal Absolut ($FS_{\text{abs}}$):** $$FS_{\text{abs}} = 2.800 - 2.100 = \text{Rp } 700 \text{ Triliun}$$ 3. **Perhitungan In...
Belanja Wajib = Rp 2100 Triliun, FS_abs = Rp 700 Triliun, FSI = 25.0%
\mathbf{\boxed{\text{Belanja Wajib} = \text{Rp } 2.100 \text{ Triliun}, \quad FS_{\text{abs}} = \text{Rp } 700 \text{ Triliun}, \quad FSI = 25{,}0\%}}
LUMINA_EXP_00389
Otonomi Daerah & Keuangan Daerah
Rasio Kemandirian Keuangan Daerah & Pola Hubungan Pusat-Daerah
medium
Berdasarkan standar Bappenas dan Kementerian Dalam Negeri, derajat kemandirian keuangan daerah diukur melalui Rasio Kemandirian Fiskal (RKF) yaitu persentase Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Total Pendapatan Daerah dalam APBD: - 0% <= RKF <= 25%: Pola Instruktif (kemampuan sangat rendah) - 25% < RKF <= 50%: Pola K...
Kita menganalisis rasio kemandirian keuangan daerah dan pola hubungan fiskal pusat-daerah. 1. Perhitungan Komponen Pendapatan Daerah: - Total Pendapatan Asli Daerah (PAD): $$\text{PAD} = 900 + 150 + 50 + 100 = 1.200 \text{ Miliar Rupiah}$$ - Total Pendapatan Transfer: $$\text{Transfer} = 800 + 400 + 400 = 1.600 \t...
def kemandirian_fiskal(): pad = 900.0 + 150.0 + 50.0 + 100.0 transfer = 800.0 + 400.0 + 400.0 lain_lain = 200.0 total_apbd = pad + transfer + lain_lain rkf = (pad / total_apbd) * 100.0 if rkf <= 25.0: pola = "Instruktif" elif rkf <= 50.0: pola = "Konsultatif" el...
Total PAD: Rp 1200.0 Miliar Total Pendapatan APBD: Rp 3000.0 Miliar Rasio Kemandirian Fiskal: 40.0% Klasifikasi Pola: Konsultatif
Verifikasi Python memastikan rasio kemandirian fiskal adalah tepat 40,0% dengan klasifikasi Pola Konsultatif.
### Langkah Penyelesaian 1. **Perhitungan Total PAD:** $$\text{PAD} = 900 + 150 + 50 + 100 = \text{Rp } 1.200 \text{ Miliar}$$ 2. **Perhitungan Total Pendapatan APBD:** $$\text{Total APBD} = 1.200 + (800 + 400 + 400) + 200 = \text{Rp } 3.000 \text{ Miliar}$$ 3. **Perhitungan Rasio Kemandirian Fiskal (RKF):** ...
PAD = Rp 1200 Miliar, Total APBD = Rp 3000 Miliar, RKF = 40.0% (Pola Konsultatif)
\mathbf{\boxed{\text{PAD} = \text{Rp } 1.200 \text{ Miliar}, \, \text{Total} = \text{Rp } 3.000 \text{ Miliar}, \, RKF = 40{,}0\% \, (\text{Pola Konsultatif})}}
LUMINA_EXP_00390
Ekonomi Moneter Internasional & Pasar Valas
Uncovered Interest Parity (UIP) & Ekspektasi Nilai Tukar
medium
Berdasarkan kondisi Uncovered Interest Parity (UIP) dengan premi risiko kedaulatan (sovereign risk premium), keseimbangan pasar valuta asing internasional dinyatakan melalui persamaan: 1 + i_IDR = (1 + i_USD + rho) * (S_{t+1}^e / S_t), di mana i_IDR adalah suku bunga acuan domestik (BI-Rate) sebesar 6,25% (0,0625), i_U...
Kita menganalisis paritas suku bunga tak terlindung (Uncovered Interest Parity) berpremi risiko. 1. Model Teoretis UIP Berpremi Risiko: Kondisi arbitrase investor bebas risiko internasional: $$1 + i_{\text{IDR}} = (1 + i_{\text{USD}} + \rho) \times \frac{S_{t+1}^e}{S_t}$$ di mana: - $i_{\text{IDR}} = 0{,}0625$ - $i_{\...
def uip_model(): i_idr = 0.0625 i_usd = 0.0450 rho = 0.0100 s_t = 15600.0 factor = (1 + i_idr) / (1 + i_usd + rho) depresiasi_pct = (factor - 1.0) * 100.0 s_next = s_t * factor return factor, depresiasi_pct, s_next if __name__ == '__main__': factor, dep, s_next = uip_model...
Faktor Multiplikasi: 1.007109 Laju Depresiasi Ekspektasi: 0.7109% Proyeksi Kurs Spot S_(t+1)^e: Rp 15710.90/USD
Verifikasi Python membuktikan laju ekspektasi depresiasi Rupiah 0,7109% dengan proyeksi kurs Rp 15.710,90/USD.
### Langkah Penyelesaian 1. **Perhitungan Rasio Arbitrase UIP:** $$\frac{S_{t+1}^e}{S_t} = \frac{1 + 0{,}0625}{1 + 0{,}0450 + 0{,}0100} = \frac{1{,}0625}{1{,}0550} = \frac{425}{422} \approx 1{,}007109$$ 2. **Perhitungan Laju Ekspektasi Depresiasi:** $$\frac{\Delta S}{S_t} = 1{,}007109 - 1 = 0{,}007109 = \mathbf...
Laju Depresiasi = 0.7109%, Kurs Mendatang = Rp 15,710.90/USD
\mathbf{\boxed{\text{Laju Depresiasi} = 0{,}7109\%, \quad S_{t+1}^e = \text{Rp } 15.710{,}90/\text{USD}}}
LUMINA_EXP_00391
Hukum Ketenagakerjaan
Kompensasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) PP No. 35 Tahun 2021
medium
Seorang pekerja tetap di sebuah perusahaan manufaktur memiliki masa kerja 7 tahun 8 bulan dengan upah pokok dan tunjangan tetap bulanan sebesar Rp 10.000.000. Perusahaan melakukan efisiensi operasional karena mengalami kerugian finansial berturut-turut yang dibuktikan secara sah dengan laporan audit keuangan (Pasal 43 ...
Kita menghitung kewajiban kompensasi pemutusan hubungan kerja berdasarkan PP No. 35 Tahun 2021. 1. Identifikasi Parameter Pekerja: - Masa kerja: $7 \text{ tahun } 8 \text{ bulan}$. - Upah per bulan ($W$): $\text{Rp } 10.000.000$. - Alasan PHK: Efisiensi karena perusahaan mengalami kerugian (faktor pengali UP = $0{,}5$...
def kompensasi_phk(): upah = 10000000.0 # 7 tahun 8 bulan -> rentang [7, 8) tahun -> 8 bulan upah pesangon_bulan = 8 up = 0.5 * pesangon_bulan * upah # 7 tahun 8 bulan -> rentang [6, 9) tahun -> 3 bulan upah upmk_bulan = 3 upmk = 1.0 * upmk_bulan * upah # UPH sisa cuti 6 h...
Uang Pesangon (UP): Rp 40,000,000 Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK): Rp 30,000,000 Uang Penggantian Hak (UPH): Rp 2,400,000 Total Kompensasi PHK: Rp 72,400,000
Verifikasi Python mengonfirmasi rincian UP Rp 40.000.000, UPMK Rp 30.000.000, UPH Rp 2.400.000 dengan total kompensasi Rp 72.400.000.
### Langkah Penyelesaian 1. **Uang Pesangon (UP) - Pasal 40 ayat (2) & Pasal 43 ayat (1):** - Masa kerja 7 tahun 8 bulan berhak atas 8 bulan upah. - Faktor pengali efisiensi karena rugi: $0{,}5$. $$\text{UP} = 0{,}5 \times 8 \times \text{Rp } 10.000.000 = \text{Rp } 40.000.000$$ 2. **Uang Penghargaan Masa Ke...
UP = Rp 40,000,000, UPMK = Rp 30,000,000, UPH = Rp 2,400,000, Total = Rp 72,400,000
\mathbf{\boxed{\text{UP} = \text{Rp } 40.000.000, \, \text{UPMK} = \text{Rp } 30.000.000, \, \text{UPH} = \text{Rp } 2.400.000, \, \text{Total} = \text{Rp } 72.400.000}}}
LUMINA_EXP_00392
Hukum Pengadaan & Kontrak Konstruksi
Kalkulasi Denda Keterlambatan 1 Permil Perpres Pengadaan Barang/Jasa
medium
Penyedia jasa konstruksi terikat kontrak pemerintah dengan total nilai kontrak Rp 12.000.000.000 (belum PPN). Batas akhir masa pelaksanaan pekerjaan adalah tanggal 10 November. Pada tanggal tersebut, bagian pekerjaan senilai Rp 9.000.000.000 telah selesai 100% dan diserahterimakan karena dapat berfungsi secara mandiri ...
Kita menganalisis penghitungan sanksi finansial denda keterlambatan kontrak pengadaan barang dan jasa pemerintah. 1. Dasar Hukum dan Klausul Kontrak: Berdasarkan ketentuan pengadaan pemerintah (Perpres 16/2018): - Jika bagian pekerjaan yang sudah selesai dapat berfungsi secara mandiri, dasar pengenaan denda dihitung d...
def denda_pengadaan(): nilai_terlambat = 3000000000.0 hari = 20 tarif_permil = 0.001 denda_harian = tarif_permil * nilai_terlambat denda_total = denda_harian * hari rasio_denda = (denda_total / nilai_terlambat) * 100.0 batas_maks = 0.05 * nilai_terlambat return denda_harian, de...
Denda Per Hari: Rp 3,000,000 Total Denda Keterlambatan: Rp 60,000,000 Rasio Denda: 2.00% (Batas Maksimum 5% = Rp 150,000,000) Status: Belum melampaui batas kritis 5%
Verifikasi Python menunjukkan denda harian Rp 3.000.000, total denda Rp 60.000.000 (2,00%), aman di bawah batas 5%.
### Langkah Penyelesaian 1. **Perhitungan Denda Harian (1 Permil):** $$D_{\text{harian}} = \frac{1}{1.000} \times \text{Rp } 3.000.000.000 = \text{Rp } 3.000.000/\text{hari}$$ 2. **Total Akumulasi Denda (20 Hari):** $$D_{\text{total}} = 20 \times \text{Rp } 3.000.000 = \mathbf{\text{Rp } 60.000.000}$$ 3. **Eva...
Denda Harian = Rp 3,000,000, Total Denda = Rp 60,000,000 (2.0%), Status: Di Bawah Batas 5%
\mathbf{\boxed{\text{Denda Harian} = \text{Rp } 3.000.000, \, \text{Total Denda} = \text{Rp } 60.000.000 \, (2{,}0\%), \, \text{Status: Di Bawah Batas 5%}}}
LUMINA_EXP_00393
Hukum Kepailitan & PKPU
Actio Pauliana Pasal 1341 KUHPerdata & Dividen Kreditur Pailit
medium
PT Niaga dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga dengan sisa kas boedel pailit awal hanya Rp 400.000.000. Dua bulan sebelum vonis pailit, direksi menghibahkan satu unit bangunan ruko bernilai pasar Rp 800.000.000 kepada pihak terafiliasi tanpa imbalan sah. Kurator berhasil memenangkan gugatan Actio Pauliana berdasarkan...
Kita menganalisis gugatan pembatalan perbuatan debitur yang merugikan kreditur (Actio Pauliana) dan pembagian dividen kepailitan. 1. Rekonstruksi Boedel Pailit Pasca Actio Pauliana: - Kas boedel awal: $\text{Rp } 400.000.000$ - Pemulihan aset dari Actio Pauliana (Pasal 1341 KUHPerdata): $\text{Rp } 800.000.000$ - Tota...
def actio_pauliana_dividen(): boedel_awal = 400000000.0 aset_pulih = 800000000.0 biaya_kurator = 100000000.0 tagihan_preferen = 200000000.0 tagihan_konkuren = { "A": 600000000.0, "B": 900000000.0, "C": 300000000.0 } boedel_bersih = (boedel_awal + aset_pulih)...
Boedel Bersih: Rp 1,100,000,000 Sisa untuk Konkuren: Rp 900,000,000 Recovery Rate Konkuren: 50.0% Dana Pelunasan Kreditur B: Rp 450,000,000
Verifikasi Python memastikan sisa untuk kreditur konkuren Rp 900.000.000, recovery rate 50%, dan Kreditur B memperoleh Rp 450.000.000.
### Langkah Penyelesaian 1. **Rekonstruksi Boedel Pailit Bersih:** $$B_{\text{bersih}} = (400.000.000 + 800.000.000) - 100.000.000 = \text{Rp } 1.100.000.000$$ 2. **Pelunasan Kreditur Preferen:** $$B_{\text{konkuren}} = 1.100.000.000 - 200.000.000 = \text{Rp } 900.000.000$$ 3. **Rasio Dividen Konkuren (*Pari P...
Boedel Bersih = Rp 1.1 Miliar, Recovery Rate = 50.0%, Kreditur B = Rp 450,000,000
\mathbf{\boxed{\text{Boedel Bersih} = \text{Rp } 1{,}1 \text{ Miliar}, \, \text{Recovery Rate} = 50{,}0\%, \, \text{Kreditur B} = \text{Rp } 450.000.000}}
LUMINA_EXP_00394
Hukum Kekayaan Intelektual
Ganti Rugi Disgorgement of Profits Pelanggaran Hak Merek Dagang
medium
Dalam sengketa pelanggaran hak kekayaan intelektual (UU No. 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis), Tergugat terbukti memproduksi dan memperdagangkan barang tiruan berlogo merek terdaftar milik Penggugat sebanyak 50.000 unit dengan harga jual Rp 120.000 per unit. Penggugat menuntut ganti rugi perampasan la...
Kita membedah kalkulasi yurisprudensi disgorgement of profits dalam pelanggaran hak kekayaan intelektual. 1. Prinsip Hukum Disgorgement of Profits: Doktrin *disgorgement of profits* bertujuan mencabut seluruh keuntungan ekonomi tidak sah yang diperoleh pelanggar hak eksklusif agar tidak ada keuntungan dari perbuatan m...
def disgorgement_profits(): q = 50000 p = 120000.0 c_prod = 70000.0 c_log = 10000.0 # c_promo = 15000.0 (ditolak) omzet = q * p biaya_sah = q * (c_prod + c_log) disgorgement = omzet - biaya_sah return omzet, biaya_sah, disgorgement if __name__ == '__main__': omzet, bia...
Total Omzet Kotor: Rp 6,000,000,000 Total Biaya Sah Diakui: Rp 4,000,000,000 Ganti Rugi Disgorgement: Rp 2,000,000,000
Verifikasi Python menunjukkan omzet Rp 6 Miliar, biaya sah Rp 4 Miliar, dan putusan ganti rugi disgorgement Rp 2 Miliar.
### Langkah Penyelesaian 1. **Perhitungan Omzet Penjualan Kotor:** $$\text{Omzet} = 50.000 \times \text{Rp } 120.000 = \text{Rp } 6.000.000.000$$ 2. **Perhitungan Total Biaya Sah yang Diakui:** - Biaya produksi + logistik: $\text{Rp } 70.000 + \text{Rp } 10.000 = \text{Rp } 80.000/\text{unit}$. $$\text{Biaya...
Omzet = Rp 6 Miliar, Biaya Sah = Rp 4 Miliar, Disgorgement = Rp 2,000,000,000
\mathbf{\boxed{\text{Omzet} = \text{Rp } 6 \text{ Miliar}, \, \text{Biaya Sah} = \text{Rp } 4 \text{ Miliar}, \, \text{Disgorgement of Profits} = \text{Rp } 2.000.000.000}}
LUMINA_EXP_00395
Hukum Kewarisan Islam (Faraidh)
Hukum Waris Faraidh Kasus 'Aul (Peningkatan Asal Masalah)
medium
Seorang pewaris wanita wafat meninggalkan harta warisan bersih senilai Rp 420.000.000. Ahli waris yang sah terdiri dari: - Suami, - 2 orang Saudari Kandung perempuan, dan - Ibu kandung (tanpa anak, cucu, ataupun ayah). Berdasarkan hukum kewarisan Islam (faraidh): Suami berhak atas 1/2 bagian (karena tidak ada anak), du...
Kita menganalisis peristiwa hukum kewarisan Islam (Faraidh) pada kasus 'Aul di mana total bagian dzawil furudh melebihi satu kesatuan harta. 1. Identifikasi Ketentuan Furudh: - Suami (tanpa keturunan): $\frac{1}{2}$ - 2 Saudari Kandung: $\frac{2}{3}$ - Ibu (ada saudara > 1 orang): $\frac{1}{6}$ 2. Penentuan Asal Masa...
def faraidh_aul(): harta = 420000000.0 # Asal Masalah 6 saham_suami = 3 saham_saudari_total = 4 saham_ibu = 1 asal_masalah_aul = saham_suami + saham_saudari_total + saham_ibu # 8 nilai_per_saham = harta / asal_masalah_aul waris_suami = saham_suami * nilai_per_saham wa...
Asal Masalah 'Aul: 6 menjadi 8 Bagian Suami: Rp 157,500,000 Bagian Masing-Masing Saudari Kandung: Rp 105,000,000 Bagian Ibu: Rp 52,500,000
Verifikasi Python memastikan asal masalah 'aul menjadi 8, Suami Rp 157.500.000, tiap Saudari Rp 105.000.000, Ibu Rp 52.500.000.
### Langkah Penyelesaian 1. **Penentuan Saham dan Asal Masalah:** - Bagian: Suami ($1/2$), 2 Saudari ($2/3$), Ibu ($1/6$). - Asal Masalah awal: $\text{KPK}(2, 3, 6) = 6$. - Saham: * Suami: $\frac{1}{2} \times 6 = 3$ saham * 2 Saudari Kandung: $\frac{2}{3} \times 6 = 4$ saham * Ibu: $\frac{1}{6}...
Asal Masalah 'Aul = 8, Suami = Rp 157,500,000, Tiap Saudari = Rp 105,000,000, Ibu = Rp 52,500,000
\mathbf{\boxed{\text{Suami: Rp } 157.500.000, \, \text{Tiap Saudari: Rp } 105.000.000, \, \text{Ibu: Rp } 52.500.000 \, (\text{Asal Masalah 'Aul} = 8)}}
LUMINA_EXP_00396
Hukum Kewarisan Islam (Faraidh)
Hukum Waris Faraidh Kasus Radd (Pengembalian Sisa Harta)
medium
Seorang pewaris perempuan wafat meninggalkan harta peninggalan bersih senilai Rp 360.000.000. Ahli waris yang hidup hanyalah: - Ibu kandung, dan - 1 orang Saudari Seibu (perempuan) (tidak ada anak, ayah, suami, atau ahli waris ashabah penerima sisa). Berdasarkan ketentuan faraidh: Ibu berhak atas 1/3 bagian (karena tid...
Kita membedah peristiwa hukum kewarisan Islam pada kasus Radd (pengembalian sisa harta). 1. Identifikasi Bagian Furudh Awal: - Ibu: $\frac{1}{3} = \frac{2}{6}$ - 1 Saudari Seibu: $\frac{1}{6}$ Total bagian awal: $\frac{2}{6} + \frac{1}{6} = \frac{3}{6} = \frac{1}{2}$. Sisa harta: $1 - \frac{1}{2} = \frac{1}{2}$. 2. M...
def faraidh_radd(): harta = 360000000.0 # Rasio saham Ibu : Saudari Seibu = 2 : 1 saham_ibu = 2 saham_saudari = 1 total_saham_radd = saham_ibu + saham_saudari # 3 bagian_ibu = (saham_ibu / total_saham_radd) * harta bagian_saudari = (saham_saudari / total_saham_radd) * harta ...
Asal Masalah Radd: 3 Bagian Akhir Ibu: Rp 240,000,000 (2/3) Bagian Akhir Saudari Seibu: Rp 120,000,000 (1/3)
Verifikasi Python mengonfirmasi asal masalah radd adalah 3, Ibu menerima Rp 240.000.000 dan Saudari Seibu Rp 120.000.000.
### Langkah Penyelesaian 1. **Analisis Saham Furudh Awal:** - Ibu ($1/3$): 2 saham dari asal masalah 6 - Saudari Seibu ($1/6$): 1 saham dari asal masalah 6 - Total furudh: $2 + 1 = 3$ dari 6 (tersisa $3/6 = 1/2$ harta). 2. **Penerapan Aturan Radd:** - Karena tidak ada ashabah, sisa dikembalikan sesuai ras...
Asal Masalah Radd = 3, Ibu = Rp 240,000,000, Saudari Seibu = Rp 120,000,000
\mathbf{\boxed{\text{Asal Masalah Radd} = 3, \quad \text{Ibu} = \text{Rp } 240.000.000 \, (2/3), \quad \text{Saudari Seibu} = \text{Rp } 120.000.000 \, (1/3)}}
LUMINA_EXP_00397
Hukum Perlindungan Konsumen & Tort Law
Strict Liability & Kuantifikasi Ganti Rugi Cacat Produk
medium
Seorang konsumen mengalami cedera akibat ledakan cacat produksi pada baterai perangkat elektronik. Majelis hakim memutus produsen bertanggung jawab mutlak (strict product liability) berdasarkan Pasal 19 UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Kerugian yang dimohonkan Penggugat meliputi: (1) Kerugian materiil...
Kita menganalisis kuantifikasi putusan ganti rugi tanggung jawab produk (product liability) konsumen. 1. Identifikasi Komponen Kerugian: - Biaya Medis Riil: $C_{\text{med}} = \text{Rp } 85.000.000$ - Kehilangan Penghasilan Produktif (*Loss of Earnings*): $$C_{\text{income}} = 4 \text{ bulan} \times \text{Rp } 15.000...
def ganti_rugi_konsumen(): medis = 85000000.0 gaji_per_bulan = 15000000.0 durasi_bulan = 4 loss_income = gaji_per_bulan * durasi_bulan total_materiil = medis + loss_income imateriil = 0.50 * total_materiil total_kompensasi = total_materiil + imateriil return loss_income, total_...
Hilangnya Penghasilan: Rp 60,000,000 Total Kerugian Materiil: Rp 145,000,000 Ganti Rugi Imateriil: Rp 72,500,000 Total Kompensasi Produsen: Rp 217,500,000
Verifikasi Python menunjukkan kerugian materiil Rp 145.000.000, imateriil Rp 72.500.000, total putusan Rp 217.500.000.
### Langkah Penyelesaian 1. **Perhitungan Kerugian Hilangnya Penghasilan (*Loss of Earnings*):** $$\text{Loss of Income} = 4 \times \text{Rp } 15.000.000 = \text{Rp } 60.000.000$$ 2. **Total Kerugian Materiil Langsung:** $$\text{Total Materiil} = \text{Rp } 85.000.000 + \text{Rp } 60.000.000 = \mathbf{\text{Rp ...
Materiil = Rp 145,000,000, Imateriil = Rp 72,500,000, Total = Rp 217,500,000
\mathbf{\boxed{\text{Materiil} = \text{Rp } 145.000.000, \quad \text{Imateriil} = \text{Rp } 72.500.000, \quad \text{Total Putusan} = \text{Rp } 217.500.000}}
LUMINA_EXP_00398
Hukum Keuangan Negara & Pengelolaan BMN
Penetapan Tarif Sewa Wajar Barang Milik Negara (PMK 115/2020)
medium
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 115/PMK.06/2020 tentang Pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN), formula penentuan tarif pokok sewa aset tanah/bangunan negara berbunyi: Tarif Pokok Sewa = Nilai Wajar BMN * Faktor Penyesuaian Sewa, di mana Faktor Penyesuaian Sewa = Faktor Jenis Kegiatan Usaha * Faktor Bentuk Ke...
Kita menghitung penetapan PNBP sewa Barang Milik Negara (BMN) sesuai PMK 115/PMK.06/2020. 1. Identifikasi Variabel dan Ketentuan: - Nilai Wajar BMN ($NW$): $\text{Rp } 10.000.000.000$ (10 Miliar). - Faktor Jenis Usaha UMKM ($F_u$): $2{,}5\% = 0{,}025$ per tahun. - Faktor Bentuk Usaha Koperasi ($F_b$): $0{,}80$. - Fakt...
def sewa_bmn(): nilai_wajar = 10000000000.0 f_usaha = 0.025 f_bentuk = 0.80 tahun = 3 faktor_penyesuaian = f_usaha * f_bentuk * tahun tarif_pokok = nilai_wajar * faktor_penyesuaian sewa_per_tahun = tarif_pokok / tahun return faktor_penyesuaian, tarif_pokok, sewa_per_tahun if _...
Faktor Penyesuaian Sewa: 6.00% Total Tarif Pokok Sewa (PNBP 3 Tahun): Rp 600,000,000 Sewa Rata-rata Per Tahun: Rp 200,000,000
Verifikasi Python menunjukkan faktor penyesuaian 6,00%, total PNBP sewa Rp 600.000.000, dan sewa per tahun Rp 200.000.000.
### Langkah Penyelesaian 1. **Perhitungan Faktor Penyesuaian Sewa Kumulatif:** $$F_{\text{sewa}} = 0{,}025 \times 0{,}80 \times 3 = 0{,}020 \times 3 = \mathbf{0{,}060 \, (6{,}0\%)}$$ 2. **Perhitungan Tarif Pokok Sewa BMN (Kas Negara/PNBP):** $$\text{Tarif Sewa} = \text{Rp } 10.000.000.000 \times 0{,}060 = \math...
Faktor = 6.0%, Total Sewa = Rp 600,000,000, Sewa Tahunan = Rp 200,000,000
\mathbf{\boxed{F_{\text{sewa}} = 6{,}0\%, \quad \text{Total Sewa (3 Tahun)} = \text{Rp } 600.000.000, \quad \text{Sewa Tahunan} = \text{Rp } 200.000.000}}
LUMINA_EXP_00399
Hukum Maritim & Asuransi Pengangkutan
Kontribusi General Average Hukum Laut Internasional (York-Antwerp Rules)
medium
Sebuah kapal kargo internasional menghadapi badai ekstrem di laut lepas dan terancam tenggelam. Demi keselamatan bersama seluruh ekspedisi pelayaran, kapten kapal memerintahkan pembuangan darurat sebagian muatan ke laut (jettison) senilai Rp 1.500.000.000 dan memanggil kapal tunda penyelamat dengan biaya penyelamatan d...
Kita menganalisis pembagian kerugian bersama maritim (General Average) di bawah rezim York-Antwerp Rules. 1. Identifikasi Kerugian General Average ($GA_{\text{loss}}$): Pengorbanan sengaja dan pengeluaran luar biasa demi menyelamatkan pelayaran: - Kerugian kargo dibuang (*jettison*): $\text{Rp } 1.500.000.000$ - Biaya...
def general_average(): jettison = 1500000000.0 salvage = 500000000.0 ga_loss = jettison + salvage kapal = 12000000000.0 kargo_x = 4000000000.0 kargo_y = 2000000000.0 freight = 500000000.0 made_good = jettison total_cv = kapal + kargo_x + kargo_y + freight + made_good ga...
Total GA Loss: Rp 2,000,000,000 Total Contributory Value: Rp 20,000,000,000 Rasio Kontribusi GA: 10.0% Kontribusi Finansial Kargo X: Rp 400,000,000
Verifikasi Python memastikan GA Loss Rp 2 Miliar, Nilai Kontributif Rp 20 Miliar, rasio kontribusi 10%, dan Kargo X membayar Rp 400.000.000.
### Langkah Penyelesaian 1. **Perhitungan Total Kerugian General Average ($GA_{\text{loss}}$):** $$GA_{\text{loss}} = 1.500.000.000 (\text{jettison}) + 500.000.000 (\text{salvage}) = \text{Rp } 2.000.000.000$$ 2. **Perhitungan Total Nilai Kontributif (*Contributory Value*):** $$CV = 12.000.000.000 + 4.000.000.0...
GA Loss = Rp 2 Miliar, CV = Rp 20 Miliar, Rasio = 10.0%, Kontribusi X = Rp 400,000,000
\mathbf{\boxed{GA_{\text{loss}} = \text{Rp } 2 \text{ Miliar}, \, CV = \text{Rp } 20 \text{ Miliar}, \, GA\% = 10{,}0\%, \, \text{Kontribusi X} = \text{Rp } 400.000.000}}
LUMINA_EXP_00400
Hukum Perdata & Ganti Rugi Tort
Ganti Rugi Perbuatan Melawan Hukum (PMH) Pasal 1365 KUHPerdata
medium
Sebuah truk angkutan berat milik Tergugat mengalami rem blong dan menabrak ruko tempat usaha percetakan milik Penggugat hingga rusak parah. Penggugat mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata. Hakim mengabulkan tuntutan ganti rugi materiil yang mencakup: (1) Kerugian nyata yang ...
Kita menganalisis dekomposisi kompensasi perbuatan melawan hukum (PMH) menurut Pasal 1365 KUHPerdata. 1. Identifikasi Elemen Ganti Rugi KUHPerdata: Ganti rugi perdata mencakup biaya (*kosten*), kerugian nyata (*schaden* / *damnum emergens*), dan bunga/keuntungan yang hilang (*interessen* / *lucrum cessans*). 2. Kerug...
def ganti_rugi_pmh(): ruko = 180000000.0 mesin = 120000000.0 damnum_emergens = ruko + mesin bulan_tutup = 6 laba_bulanan = 25000000.0 lucrum_cessans = bulan_tutup * laba_bulanan pokok_materiil = damnum_emergens + lucrum_cessans bunga_moratoir = 0.06 * pokok_materiil * 1.0 # 6%...
Kerugian Nyata (Damnum Emergens): Rp 300,000,000 Keuntungan Hilang (Lucrum Cessans): Rp 150,000,000 Bunga Moratoir (6% 1 Tahun): Rp 27,000,000 Total Ganti Rugi Final: Rp 477,000,000
Verifikasi Python menunjukkan kerugian nyata Rp 300.000.000, keuntungan hilang Rp 150.000.000, bunga moratoir Rp 27.000.000, dengan putusan total Rp 477.000.000.
### Langkah Penyelesaian 1. **Perhitungan Kerugian Nyata (*Damnum Emergens*):** $$D_{\text{nyata}} = \text{Rp } 180.000.000 + \text{Rp } 120.000.000 = \mathbf{\text{Rp } 300.000.000}$$ 2. **Perhitungan Keuntungan yang Hilang (*Lucrum Cessans*):** $$L_{\text{untung}} = 6 \times \text{Rp } 25.000.000 = \mathbf{\t...
Damnum Emergens = Rp 300,000,000, Lucrum Cessans = Rp 150,000,000, Bunga Moratoir = Rp 27,000,000, Total = Rp 477,000,000
\mathbf{\boxed{\text{Damnum Emergens} = \text{Rp } 300.000.000, \, \text{Lucrum Cessans} = \text{Rp } 150.000.000, \, \text{Bunga Moratoir} = \text{Rp } 27.000.000, \, \text{Total} = \text{Rp } 477.000.000}}